Lanjut ke konten

Kolaborasi Bersama NASA, Tupperware Sabet Penghargaan Bergengsi

Hidupgaya – Melalui inovasinya Tupperware kembali berhasil menorehkan prestasi internasional. Tupperware telah terpilih sebagai penerima penghargaan dari Fast Company oleh Design Awards.

Penghargaan bergengsi untuk dua kategori, Perusahaan Desain Terbaik dan Desain Terbaik untuk projek @TechShotInc dan @NASA untuk pengembangan dari PONDS (Passive Orbital Nutrient Delivery System).

Fast Company adalah salah satu media terbesar dan kredibel di Amerika yang terkenal secara global dalam meliput inovasi teknologi, kepemimpinan, dan desain.

Persaingan untuk mendapatkan penghargaan ini bisa dibilang menantang karena terdapat sekitar 4.300 pendaftar. Sejumlah nama finalis dari merek global yang mendapatkan penghargaan inovasi Fast Company dari Design Award antara lain Nike, Google, Logitech, Ikea, Samsung, Microsoft, IBM dan Tupperware.

Pada 2018 Tupperware membuat projek bersama NASA (National Aeronautics and Space Administration), badan Antariksa Amerika Serikat untuk penelitian luar angkasa. NASA mengajak Tupperware bekerja sama menggunakan teknologi produk Ventsmart Tupperware pada projek @TechShotInc dan @NASA untuk  pengembangan PONDS (Passive Orbital Nutrient Delivery System).

Semula para astronot yang melakukan perjalanan di luar angkasa hanya mengandalkan makanan beku atau kalengan. Dengan adanya projek ini para astronot mampu menanam tumbuhan selada dan tomat di luar angkasa dan terbukti berhasil tanaman tersebut dapat tumbuh dan dapat digunakan sebagai bahan makanan segar yang dapat dimakan.

Melalui pencapaian ini Tupperware akan terus mendorong kreativitas tanpa batas dan daya cipta untuk dapat memproduksi karya-karya melalui produk berkualitas. (HG)

Iklan

Strategi Agar Kaum Milenial Cinta Batik Tulis

Hidupgaya – Batik tak lagi lekat dengan ‘kekunoan’ namun bisa tampil kekinian dan bisa dipakai kalangan milenial.

Sayangnya, tak semua milenial bisa memakai batik tulis karena alasan harga yang masih tidak terjangkau. Ini masuk akal mengingat untuk menghasilkan selembar batik tulis butuh proses panjang.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengakui, harga batik tulis masih tergolong tinggi sehingga tak.jarang kaum muda memilih kain printing motif batik dengan harga jauh lebih murah. “Namun batik tulis harus dilindungi dengan membanjirnya kain printing motif batik di pasaran dengan harga murah,” ujar Triawan Munaf di sela-sela temu media menjelang Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, Selasa (17/9).

Triawan menambahkan, batik mencakup batik tulis dan batik cetak. “Kalau printing itu bukan batik. Membanjirnya kain batik motif printing ini memukul industri batik nasional,” ujarnya.

Triawan menyebut subsektor fashion menyumbang lebih dari Rp20 triliun pendapatan negara. Maka jika sektor fashion terganggu oleh kain impor motif batik murah, tentu memukul para perajin batik. Untuk mengatasi hal ini, Bekraf bekerja sama dengan para perajin dan desainer untuk membuat batik Streetwear atau Daily Wear yang lebih bisa terjangkau oleh milenial. “Kami juga usahakan juga mempersingkat rantai penjualan kain batik agar harga yang dijual bisa terjangkau,” imbuhnya.

Triawan menilai kaum milenial memiliki daya beli yang baik untuk baju impor. “Mestinya mereka juga sanggup membeli produk batik dalam negeri, menghargai perajin,” ujarnya.

Yang tak boleh dilupakan tentu terus mengenalkan batik sebagai bentuk salah satu upaya pelestarian budaya. Mendukung hal ini, menyambut Hari Batik Nasional 2019 bertema ‘Membatik untuk Negeri’ Yayasan Batik Indonesia pun terus menggaungkan semangat membatik.

Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Jultin Ginandjar Kartasasmita mengatakan untuk mempertahankan pengakuan UNESCO terhadap Batik Indonesia sebagai warisan budaya diperlukan tindakan nyata, yaitu lewat preservasi, edukasi dan inspirasi kepada masyarakat terhadap aset yang dimiliki.

Di kesempatan yang sama, Direktur IKM (Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka) Kementerian Perindustrian RI, E. Ratna Utarianingrum menegaskan perlunya edukasi kepada masyarakat bahwa batik printing bukanlah kain batik.

hal yang sama. Ia juga terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk memahami bahwa motif batik print tidak bisa disebut kain batik. (HG)

Menpar Arief Yahya Pasang Strategi Tarik Wisatawan Mancanegara

Hidupgaya – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para pengusaha pariwisata untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) agar turut serta memajukan wisata kuliner dan wisata belanja di Indonesia.

Arief Yahya kembali menegaskan strategi pengembangan wisata kuliner untuk menjadikan Indonesia destinasi unggulan. Pertama, menetapkan National Foods yang sudah populer di media massa dunia seperti CNN Survey yaitu Soto, Rendang, Nasi Goreng, Sate, dan Gado-Gado.

Kedua, menetapkan destinasi wisata kuliner. Saat ini Bali, Joglosemar, dan Bandung sedang didorong untuk menjadi destinasi gastronomi standar UNWTO. “Wisata kuliner mempunyai portofolio produk sempurna. Pertama size besar, sustainability tinggi, dan spread juga luas. Untuk itu para pengusaha harus jeli mengambil hal itu,” kata Arief saat temu media menandai peluncuran Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival di Kemenpar Jakarta, Selasa (17/9).

Arief menekankan, untuk menarik wisman agar berwisata kuliner dan belanja di Indonesia, ada beberapa hal yang harus diperbaiki. “Wisata kuliner dan belanja untuk wisatawan nusantara tidak ada isu, sedangkan bagi wisman banyak isu yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Arief menyebut, jika mengikuti cara Thailand yang memberikan  pinjaman lunak sekira Rp1,5 miliar per restoran, kementerian tidak mempunyai anggaran. “Sebagai solusinya, kami menggandeng 10 restoran diaspora di mancanegara untuk melakukan co-branding Wonderful Indonesia. Mereka menyajikan national food seperti soto, rendang, nasi goreng, sate, dan gado-gado,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alexander Stefanus Ridwan menjelaskan, WICSF sudah masuk tahun ke 4 dan ditetapkan menjadi Top 100 Calender Event Nasional. “Kami berharap WICSF 2019 dapat menjadi daya tarik baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga ke depannya pusat perbelanjaan juga dapat berperan sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia,” ujarnya.

Acara pembukaan WICSF 2019 akan diadakan di main atrium, Pluit Village, Jakarta, Jumat (27/9). Acara tersebut akan dihadiri komunitas food blogger serta sejumlah pesohor. Akan hadir juga Indonesian Heritage Cultural Exhibition yang menampilkan berbagai karya seni, fashion hingga kerajinan budaya Indonesia. Untuk memanjakan lidah pengunjung, terdapat area kuliner khas Nusantara yang tersedia di area Festival Walk, Pluit Village. (HG)

Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival 2019 Targetkan Transaksi Rp2,5 Triliun

Hidupgaya – Indonesia masih menjadi surga belanja, juga makanan yang menggugah selera. Potensi kuliner dan belanja di Tanah Air luar biasa besarnya, alias tidak ada matinya. Hal ini pulalah yang mendorong Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) didukung Kementerian Pariwisata menggelar Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival (WICSF) 2019, yang berlangsung 27 September – 27 Oktober 2019. WICSF 2019 diharapkan menjadi wisata kuliner dan belanja terbesar yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan mengatakan tahun ini merupakan tahun keempat dilaksanakannya WICSF dan berhasil menarik minat wisatawan asing untuk datang ke Indonesia dan menjadi festival yang paling ditunggu setiap tahunnya. Stefanus menyebut, untuk gelaran WICSF 2019 telah disiapkan berbagai program kuliner dan belanja menarik seperti lesehan malam, kuliner kampung halaman, kelas membatik, gebyar batik nusantara hingga pertunjukan musik.

“Sebanyak 300 anggota APPBI akan berpatisipasi dalam WICSF 2019 dan akan ada diskon 70% untuk beberapa produk ternama,” kata Stefanus dalam temu media di Kemenpar Jakarta, Selasa (17/9).

Di kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan setiap tahun peserta yang ikut dalam WICSF meningkat. “Setiap tahun, mal yang ikut terus bertambah. Pada 2016 ada 85 mal, naik jadi 104 mal di 2017 dan 150 mal di 2018. Transaksinya juga meningkat. Selama satu bulan bisa melakukan transaksi Rp1,3 triliun. Diharapkan transaksi tahun ini naik 80 persen, atau tercapai Rp2,5 triliun,” ujar Arief.

Arief menyebut, kuliner memberikan kontribusi tertinggi bagi PDB Ekonomi Kreatif, yaitu sebesar 42 persen. Di urutan kedua ada fashion 18 persen dan ketiga, kriya atau craft sebesar 15 persen, yang masuk dalam kategori Belanja. “Rata-rata wisatawan mengeluarkan 30 hingga 40 persen dari total pengeluaran mereka untuk kuliner dan belanja,” ujarnya.

WICSF 2019 akan menghadirkan beragam kuliner terkenal seperti Nasi Gudeg, Nasi Pedas Bali hingga roti srikaya, dan masih banyak lainnya, kehadiran beragam kuliner bertujuan untuk menarik animo pengunjung. Tak ketinggalan ditampilkan jajanan tradisional Indonesia yang akan dikelola oleh usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKM).

WISCF 2019 juga diadakan bersamaan dengan perayaan 10 tahun penetapan batik Indonesia secara resmi oleh UNESCO.

Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Vita Datau mengatakan Indonesia mempunyai destinasi-destinasi yang mempunyai produk kuliner dan belanja unggulan. “Melalui WISCF diharapkan akan mendorong destinasi lain yang berpotensi dan kegiatan ini akan menjadi aksi nyata Indonesia untuk mendorong pariwisata,” ujarnya.

Iklan WISCF sudah ditayangkan di beberapa televisi luar negeri seperti AXN dan Fox untuk menarik jumlah kunjungan wisman. WISCF sudah dimasukkan ke dalam Calender of Event Kementerian Pariwisata dan termasuk acara penting. (HG)

Keren, Unicharm Bukukan Kenaikan Transaksi 20 Kali Lipat di Shopee 9.9 Super Shopping Day 2019

Hidupgaya – Penjualan online dalam beberapa tahun terakhir menjadi opsi yang menarik bagi sejumlah pemilik merek, salah satunya Unicharm. Perusahaan Jepang yang memproduksi produk higienitas sekali pakai, menjadi salah satu Brand Populer untuk kategori Mom & Baby pada puncak kampanye Shopee 9.9 Super Shopping Day yang dihelat pada 9 September 2019.

Lebih dari 3.500 produk terjual melalui Unicharm Official Shop yang hadir di Shopee.Pencapaian ini diinisiasi Unicharm sebagai langkah nyata dari keberhasilan penjualan, tidak hanya melalui kanal offline, tetapi juga online (daring).

Vice Sales Director Unicharm Koushi Tamari mengatakan, Unicharm berupaya
untuk menjangkau cakupan yang lebih luas dengan membuka gerai online di Shopee untuk kanal penjualan hingga ke seluruh Indonesia. “Ini akan menjadi langkah kesuksesan berikutnya bahwa Unicharm dapat menjadi brand higienitas terdepan di Indonesia bersama Shopee,” ujar Koushi.

Menanggapi pencapaian ini, Christin Djuarto, Director Shopee Indonesia menambahkan, suksesnya kampanye Shopee 9.9 Super Shopping Day tentu tidak akan terjadi tanpa kerja sama dengan para mitra brand, termasuk Unicharm.

Pada puncak kampanye 9.9, kategori Mom & Baby merupakan salah satu kategori dengan peningkatan tertinggi. Pencapaian tersebut diakui Christin terealisasi berkat dukungan dari pilihan produk dan promo yang diberikan oleh Unicharm selama Shopee 9.9 Super Shopping Day. Unicharm berhasil menjadi Top Brand untuk kategori tersebut selama masa kampanye berlangsung.

“Kami berharap Unicharm akan terus bergabung dan memberikan penawaran menarik pada kampanye-kampanye belanja kami berikutnya,” harap Christin.

Kesuksesan 9.9 Super Shopping Day membukukan pencapaian melampaui
ekspektasi dengan peningkatan transaksi sebesar 3 kali lipat dibandingkan 2018. Pada puncak kampanye, 187.606 produk dari bermacam kategori terjual dalam satu menit. Selain itu, Shopee menawarkan lebih dari 113 juta promo yang menarik bagi para konsumen.

Pencapaian lain dari Unicharm sebagai salah satu Brand Popular di Shopee 9.9 Shopping Day yaitu jumlah kunjungan dari pengguna Shopee ke Unicharm Official Shop melejit hingga 10 kali lipat dibandingkan hari biasanya.

Pada puncak kampanye Shopee 9.9 Super Shopping Day 9 September 2019, produk-produk Unicharm juga mengalami peningkatan transaksi hingga 20 kali lipat dibandingkan hari biasa. Popok Bayi dan Tisu Basah MamyPoko sebagai produk terfavorit yang paling sering dibeli oleh konsumen.

Setelah sukses di Shopee 9.9 Super Shopping Day, produk-produk Unicharm di Shopee masih akan terus memberikan penawaran terbaik bagi para pengguna di
seluruh Indonesia pada musim belanja akhir tahun Shopee, mulai dari Shopee 10.10 Brands Festival, 11.11 Big Sale dan 12.12. (HG)

DSSC Godok Keterampilan Siswa SMK Agar Tak Dipandang Sebelah Mata

Hidupgaya – Lulusan SMK selama ini masih dipandang sebelah mata. Bahkan ada yang bilang SMK itu semacam ‘anak buangan’ yang ‘tak laku’  dibandingkan SMA yang dipandang lebih bergengsi. Padahal, faktanya SMK merupakan institusi formal untuk menggodok dan melahirkan siswa yang siap kerja.

Nah, untuk mengasah keterampilan para siswa SMK, PT Fajar Lestari Sejati yang menaungi merek Dekkson, menghelat kompetisi Dekkson SMK Sales Championship (DSSC) 2019, sebuah program yang dirancang bagi para peserta, khususnya siswa-siswi SMK jurusan pemasaran untuk dapat mengasah dan meningkatkan keterampilan dan kemampuannya sehingga dapat langsung terjun dalam dunia industri dan siap berkompetisi.

Pada setiap tahapan kompetisi, panitia mengombinasikan antara penjualan dengan target, kegiatan event off air, serta aktivitas branding lewat media sosial.

Setelah melalui serangkaian proses panjang, dewan juri memutuskan tim Hang Tuah dari SMK N 1 Pekanbaru sebagai pemenang utama DSSC 2019, mengalahkan 11 tim  finalis lainnya. Sedangkan juara 2 dan 3 diraih Team Kite Sales dari SMK Kristen Immanuel Pontianak dan Team Mojale45 dari SMK 45 Lembang Bandung.

Atas prestasi yang diraihnya tersebut, Team Hang Tuah berhak meraih hadiah wisata ke Italia dan Swiss. Tim pemenang beserta mentor dan guru pembimbing akan diajak berkunjung ke pabrikan pembuat kunci dan pintu otomatis di Italia dan Swiss

Menurut Direktur Program sekaligus Ketua Dewan Juri DSSC, Dedy Budiman, untuk menjadi jawara butuh upaya ekstra. “Para peserta digodok dan dibekali pengetahuan dan keterampilan teknik menjual dan memasarkan produk. Mereka dibekali teori dan diharuskan praktik di lapangan. Bagaimana cara membuat proposal, melakukan event offline, mendatangkan audiens dan sebagainya,” kata Dedy dalam temu media di Jakarta, Minggu (15/9).

Sebelum 11 tim finalis memasuki tahap final di Jakarta, mereka diwajibkan untuk mengadakan local event dengan target dan ketentuan, mengundang minimal 30 tamu dari profesi arsitektur/kontraktor & mandor, melakukan presentasi produk Dekkson sekaligus aktivitas penjualan. “Peserta harus mengadakan, mengordinasikan dan menjalankan event gathering, serta mencapai target penjualan minimal Rp3 juta pada event tersebut,” imbuh Dedy.

Pada babak final yang digelar 14-15 September 2019 di Jakarta, ditampilkan Stand Up selling Project sebagai salah satu penilaian akhir peserta DSSC 2019. “Dalam babak ini, setiap kelompok sudah ditentukan untuk mempresentasikan salah satu dari tema proyek, yakni hotel, office, cinema bioskop, rumah sakit dan sebagainya untuk mengaplikasikan produk Dekkson,” urai Dedy.

Tidak hanya mempresentasikan, tim juga ditantang untuk beradu argumen dan debat dengan tim rival yang susunannya telah ditentukan oleh panitia. “Pada tahap ini, panitia ingin mengeluarkan potensi setiap anggota untuk lebih fierce, lebih kritis dan memiliki percaya diri dan mempertahankan argumentasinya dengan baik di hadapan dewan juri,” tandas Dedy.

Event DSSC 2019 didukung sepenuhnya oleh PT Fajar Lestari Sejati selaku prinsipal dari merek architectural hardware, khususnya aksesoris pengunci pintu dan jendela yang sudah berdiri 25 tahun dengan merek Dekkson. Selama ini Dekkson mendominasi dan menguasai market share di kategori kunci pintu dan jendela, dan dikenal sebagai salah satu merek berkualitas dengan komitmen “Quality is The Key.”

Marketing Director PT Fajar Lestari Sejati, Lucky Nugroho menekankan, melalui Dekkson SMK Sales Champhionship, pihaknya ingin menunjukkan perhatian dan kontribusi yang nyata bahwa para pelaku bisnis semakin peduli dalam memberikan kesempatan bagi para siswa/siswi terutama lulusan SMK untuk mengembangkan potensinya. “Kami berharap melalui DSSC ipara peserta dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan mentalitas diri mereka, yang sangat bermanfaat dalam dunia bekerja. Lulusan SMK bisa keluar sebagai pemenang dan mendapatkan penghasilan besar. Sky is the limit,” tandas Lucky. (HG)

Ace X1, Speaker Mini dengan Suara Nendang dari SoundCore

Hidupgaya – Memenuhi kehidupan kaum urban yang dinamis, produsen speaker premium SoundCore merilis produk speaker portable – penyempurnaan dari generasi sebelumnya yaitu SoundCore Ace X0. Di produk teranyar ini SoundCore lebih menyempurnakan kualitas suara dan durasi dari energi baterainya. Sekilas speaker in terlihat seperti speaker mini yang ada di pasaran. Namun apabila di lihat lebih jeli lagi, speaker besutan SoundCore ini terlihat lebih detail dan halus dalam pabrikannya. Terbuat dari bahan plastik karbon yang dibalut dengan warna hitam dof sehingga tampak lebih elegan.

Dibuat lebih tinggi dari pendahulunya Ace X0, speaker Ace X1 masih serupa dengan bentuk menyerupai tabung berukuran mini. Ace X1 mempunyai tinggi sekitar 8 cm dan berdiameter 7 cm, dilengkapi lubang kecil untuk mengaitkan tali yang berfungsi sebagai penggantung. Speaker mini dengan koneksi nirkabel melalui Bluetooth ini mempunyai kualitas suara yang boleh dibilang spektakuler. SoundCore Ace X1 dibekali suara bass yang mumpuni dengan keseimbangan treble pada speaker sehingga jangan heran apabila suara dari speaker ini benar-benar tidak mengecewakan.

Selain suaranya yang andal, speaker mini ini juga dilengkapi daya baterai yang mumpuni sehingga mampu memutar musik hingga 6 jam. Dengan dibubuhi microphone pada salah satu sudutnya menjadi salah satu kelengkapan bagi pengguna Ace X1 untuk dapat juga menerima panggilan telepon di saat menikmati alunan musik.

Country Manager SoundCore Indonesia Sandra Nova Tiurma mengatakan Ace X1 selain penyempurnaan dari generasi sebelumnya juga merupakan produk yang diperuntukkan bagi konsumen yang memang membutuhkan speaker yang simpel dibawa bepergian namun mempunyai suara yang andal. “Ace X1 merupakan penyempurnaan dari generasi sebelumnya. Selain kualitas suaranya yang dibuat lebih baik, Ace X1 juga ringan walau bentuknya lebih tinggi dari X0. Suaranya nendang banget karena kekuatan bass pada teknologi speakernya,” urai Sandra.

Bobotnya yang ringan membuat speaker mini ini dengan mudah diselipkan di tas. Fitur-fitur yang disediakan oleh Ace X1 masih sama dengan pendahulunya. Tombol forward/next dan reverse/back untuk memutar musik dan tombol play yang menggunakan simbol nada pada bagian tengah antara tombol memainkan kembali (reverse) dan memainkan ke depan (forward). Di sebelah kiri atau bersebelahan persis dengan tombol back terdapat tombol on dan off. Untuk memudahkan perangkat pemutar mendeteksi speaker Ace X1 pengguna dapat menekan tombol bergambar Bluetooth sebanyak sekali yang terletak pada sisi kanan atau bersebelahan persis dengan tombol memainkan ke depan atau tombol next.

Nah buat kamu yang butuh speaker portable ringan dengan suara yang andal total, Soundcore Ace X1 bisa menjadi pilihan. SoundCore membandrol Ace X1 hampir dua kali harga Ace X0, yaitu di kisaran Rp600 ribuan. (HG)