Skip to content

Didiet Maulana Rancang Seragam BCA dengan Sentuhan Tenun Ikat

Hidupgaya – Indonesia kaya dengan wastra Nusantara. Selain batik, tenun menjadi salah satu wastra yang mulai dikembangkan secara massal.

Tenun ikat sebagai salah satu kekayaan industri kreatif Indonesia kini mulai dikembangkan secara massal dan tersebar di berbagai daerah seperti Jepara, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, Timor, Toraja, hingga Sintang.

Didiet Maulana, Founder IKAT Indonesia (dok. hidupgaya)

Jika tenun dulu hanya dipakai di kalangan terbatas, namun tampaknya kini mulai merambah korporasi. Seperti halnya batik, tenun kini dikemas dalam busana kekinian. Salah satu bank terbesat di Indonesia, terpanggil untuk memperkuat identitas nasional dengan menjadikan tenun ikat sebagai bagian motif seragam karyawan bank swasta tersebut.

Berkolaborasi dengan pendiri IKAT Indonesia Didiet Maulana, PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) menjadikan tenun ikat sebagai seragam untuk 27 ribu karyawan BCA. “Tenun ikat merupakan salah satu khas wastra Nusantara yang tak hanya menjadi sarana promosi. Kita harapkan tenun ikat bisa diakui menjadi karya putra Indonesia,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam acara “Tenun Ikat, Indonesiaan Legacy into the Spotlight” di Kafe BCA, Senin (9/7).

Jahja berharap anak-anak muda akan menjadi salah satu influencer untuk promosi produk Indonesia, khususnya tenun.

Melalui inisiatif memproduki seragam BCA bermotif tenun ikat, Jahja menambahkan, pihaknya mendorong terciptanya kebutuhan massal terhadap tenun ikat sebagaimana halnya batik. Sehingga, masyarakat penenun memiliki kesempatan mengembangkan hasil karya tenun tersebut. “Ini diharapkan dapat mengguah pelaku ekonomi dalam negeri untuk memanfaatkan nilai dan warisan kekayaan budaya nasional,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Didiet menambahkan, proses menjadikan tenun ikat sebagai seragam BCA butuh waktu panjang, sekira 2 tahun. Motif tenun yang dipilih mewakili karakter BCA yakni gambar cengkeh berwarna paduan biru dan kuning yang saling mengikat, menyatukan keberagaman.

“Butuh sekitar 45 ribu meter kain untuk membuatkan seragam 27 ribu karyawan BCA yang melibatkan 2.500 orang penenun di Troso, Jepara, Jawa Tengah,” ujar Didiet yang juga belum lama didaulat oleh sebuah merek coffee shop internasional mendesain mug dan tumbler dengan sentuhan tenun ikat.

Seragam baru dengan sentuhan tenun ikat ini akan dikenakan karyawan BCA yang tersebar di 1.200 kantor cabang BCA seluruh Indonesia..

Meski membuat busana untuk sebuah korporasi, Didiet mengaku tetap bisa mengekpresikan kreativitas sesuai dengan idealismenya. Salah satu tantangan terbesarnya ialah membuat dalam jumlahnya yang tidak sedikit. “Tantangannya itu satu, kuantitasnya lebih banyak ketika menjadi seragam atau bussines to business. Kita harus melihat mana perajin yang bisa menangani order tersebut,” ujarnya.

Dipilih perajin tenun Troso karena mereka dinilai telah siap menangani order dalam jumlah besar. “Di sana memang penenun menjadi sebuah profesi. Ada ribuan orang yang menjadi penenun,” bebernya.

Seragam baru BCA dengan sentuhan tenun ikat

Didiet telah menjalani serangkaian proses kreatif dan diskusi dengan para perajin hingga final desain selama sekitar 8 bulan. Dilanjutkan dengan proses produksi yang memakan waktu 6 bulan.”Dari mulai ide hingga final butuh waktu 2 tahun. Jadi memang perjalanannya panjang untuk menjadikan tenun sebagai seragam BCA,” tandasnya. (HG)

 

Iklan

Pencarian Bakat Barista Terbaik Akan Dihelat di Hotelex Indonesia

Hidupgaya – Kopi merupakan salah satu komoditi berharga di dunia. Sebagian besar warga dunia merupakan penikmat kopi. Sebagian mereka bahkan mengandalkan kopi sebagai salah satu cara agar bersemangat di pagi hari.

Di Indonesia, kedai kopi, atau yang punya nama keren coffee shop tumbuh bak jamur di musim hujan. Hampir di tiap area urban kita dapati kedai kopi dengan segala keunikannya. Minum kopi kini sudah menjadi bagian gaya hidup kaum urban, bukan sekadar warung kopi yang dulu kita kenal di kampung-kampung.

Bicara tentang kopi, Indonesia termasuk salah satu produsen kopi yang masuk posisi lima besar, tepatnya di urutan ke empat. Posisi pertama ditempati Brazil, disusul Vietnam, Kolombia dan Ethiopia di posisi 5.

Soal posisi ini, Ketua Umum Specialty Coffee Associations of Indonesia (SCAI) Syafrudin mengatakan, mestinya Indonesia bisa berada di posisi tiga besar. “Banyak petani kopi kampung yang belum tercatat. Sedangkan pemeringkatan yang berlaku berdasarkan produksi kopi yang tercatat. Secara jumlah, di Indonesia masih banyak petani kopi lokal yang belum tercatat, Jika semua bisa didata, Indonesia seharusnya bisa di posisi 3 besar penghasil kopi dunia,” kata Syafrudin dalam temu media “Kompetisi untuk Menemukan Barista Terbaik berlangsung di Hotelex Indonesia” yang dihelat di Anomali Coffee Menteng Jakarta, baru-baru ini.

Terkait produsen kopi kelas dunia, tak bisa dimungkiri Brazil ada di urutan pertama. Di tahun 2016, negara ini menghasilkan 2.595.000 ton biji kopi. Brazil sudah menghasilkan biji kopi tertinggi sejak 150 tahun yang lalu.

Vietnam menghasilkan biji kopi sebesar 1.650.000 ton di tahun 2016, yang menempatkannya di posisi kedua. Kopi sejauh ini menjadi penggerak ekonomi terbesar di Vietnam. Mulai dari tahun 1975 ekspansi biji kopi dari Vietnam semakin bertambah besar hingga sekarang.

Kolombia menempati posisi tiga. Sama dengan Brazil, Kolombia masih menerapkan proses tradisional untuk menghasilkan 810.00 ton biji kopi berkualitas.

Indonesia di tahun 2016 menghasilkan 660.000 ton biji kopi. Perkebunan kopi di Indonesia saat ini sudah mencakup 1 juta hektar, dengan lebih dari 90% lahan pertanian kopi yang dikerjakan dengan skala kecil.

Ethiopia, penghasil kopi Arabika, memproduksi rata-rata 384.000 ton biji kopi pada 2016, menempatkan negara itu di posisi 5 produsen kopi dunia.

Kompetisi Menemukan Barista Terbaik

Kegairahan kopi menjadi salah satu pemicu dihelatnya serangkaian kompetisi yang akan berlangsung bersamaan dengan peluncuran edisi pertama Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 di JIEXPO Kemayoran.

Sejumlah kompetisi akan dilakukan untuk menemukan barista terbaik di negara ini. Indonesia Brewers Cup 2018 (IBRC 2018), Indonesia Latte Art Championship (ILAC 2018) dan Indonesia Cup Tasters Championship 2018 (ICTC), akan berlangsung di Hotelex Indonesia, dan akan menampilkan 24 peserta yang akan bersaing untuk menjadi pemenang pertama, untuk selanjutnya mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia di Brazil pada November 2018.

Indonesia Coffee Event (ICE) yang diselenggarakan oleh Barista Guild Indonesia (BGI) bagian dari SCAI merupakan acara tahunan yang ke-7 kalinya diselenggarakan. Tiga kompetisi yang akan berlangsung adalah Indonesia Brewers Cup (IBRC), yang diikuti oleh brewer-brewer potensial yang dibebaskan untuk memilih kopi single origin yang akan dipresentasikan.

Tentu tak cukup dengan rasa dan aroma kopi saja untuk menyisihkan pesaing. Dibutuhkan serangkaian riset, latihan repetitif, instrumen yang presisi untuk mendapatkan potensi maksimal kopi. Ditambah kecakapan dalam presentasi juga harus bisa meyakinkan juri bahwa kopi inilah yang terbaik.

Indonesia Latte Art Championship 2018 (ILAC 2018) menunjukkan peserta yang telah melalui serangkaian proses. Para barista harus menampilkan free pour style dan decorative style, yaitu seni menuang latte yang menampilkan desain-desain menarik baik dengan cara ‘free pour’ maupun dengan ‘etching’. Penilaiannya akan berdasarkan atribut visual, kreativitas dan pola yang identik pada tiap cupnya.

Terakhir adalah Indonesia Cup Tasters Championship 2018 (ICTC 2018). Di ajang ini para barista bertanding adu cepat dan tepat dalam mengidentifikasi kopi secara ‘blind test’. Atribut rasa dan aroma kopi memang menjadi pembeda kopi origin satu dengan lainnya, namun tentu harus didukung dengan penginderaan yang tepat untuk bisa mendiferensiasi kopi dengan cepat.

Dalam kesempatan yang sama, Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwiek Roberto, menjelaskan, hingga kini lebih dari 200 perusahaan dari 26 negara siap bergabung sebagai peserta di pameran Hotelex Indonesia.

Diharapkan pameran ini dikunjungi oleh minimal 12 ribu pelaku bisnis dan industri.

Hotelex Indonesia menjadi tuan rumah beberapa kompetisi dan workshop skala internasional, antara lain The 1st Asian Food Challenge, melibatkan delapan tim dari Indonesia dan membawa tim dari enam negara yaitu Malaysia, Thailand, Kamboja, India Selatan, Myanmar dan Brunei. (HG)

MRCC Siloam Hospitals Semanggi Berbagi Bahagia dengan Pasien

Hidupgaya – Ada yang bilang, hati yang gembira adalah obat. Hal itu benar adanya. Hati yang gembira dan optimistis penuh semangat hidup menjadi salah satu kunci kesembuhan pasien kanker, tentu didampingi dengan pengobatan modern.

Sebagai bentuk berbagi kegembiraan untuk pasien, MRCC Siloam Hospitals Semanggi berbagi hadiah ke sejumlah pasien rawat inap menandai perayaan ulang tahun ke 7, yang diperingati bulan ini.

CEO MRCC Siloam Hospitals Semanggi, dr Susilawati Arifin Bolang, MHA, memberikan hadiah kepada pasien (dok. ist)

Sebagai pusat pelayanan kesehatan kanker komprehensif, MRCC Siloam Hospitals Semanggi merupakan salah satu rumah sakit unggulan dari Siloam Hospitals Group. Sejak dibuka pada 2011, Siloam Hospitals Semanggi telah berkembang menjadi salah satu rumah sakit yang menyediakan perawatan kesehatan berkualitas, khususnya pasien kanker.

CEO MRCC Siloam Hospitals Semanggi, dr Susilawati Arifin Bolang MHA, mengatakan menandai ulang tahun ke tujuh tahun ini, RS Siloam Semanggi sengaja ingin berbagi bahagia dengan pasien. “Kami dapat tumbuh dan berdiri sampai dengan saat ini, tentu karena kepercayaan dari pasien. Oleh sebab itu, kami ingin membagikan kebahagian kepada para pasien yang sudah mempercayakan MRCC Siloam Hospitals Semanggi sebagai pemberi jasa kesehatan pilihan mereka,” kata dia di Jakarta, Sabtu (7/7).

Dalam kesempatan yang sama, Head of business development MRCC Siloam Hospitals Semanggi, Triana Tambunan, menambahkan, masih dalam rangkaian perayaan ulang tahun, juga akan digelar charity fun pada September mendatang. “Hasil charity akan kami sumbangkan kepada pasien kanker di MRCC Siloam Hospitals Semanggi. Seperti kita ketahui, pengobatan kanker sangat mahal,” ujarnya.

Sejumlah pasien terlihat tersenyum sumringah mendapatkan hadiah. Salah satunya Rachmansyah. Pasien asal Balikpapan, Kalimantan ini menerima suvenir dompet panjang warna oranye berpita yang langsung diserahkan oleh Susilawati. Tanda mata itu berupa seperangkat sendok dan garpu. Namun, kejutan kecil ini sanggup membuatnya tersenyum lebar. “Semoga Siloam Hospitals Semanggi dapat meningkatkan lagi kualitas pelayanannya,” ujarnya. (HG)

RTV Rilis 2 Program Andalan Baru yang Ramah Anak

Hidupgaya – Stasiun televisi terus memacu diri untuk memberikan tayangan terbaik untuk pemirsa setianya. Rajawali Televisi (RTV) misalnya, komit untuk menyajikan acara yang ramah anak.

Direktur Utama RTV Artine Savitri Utomo menegaskan, program anak di RTV merupakan tontonan yang bermanfaat dan ramah anak, sekaligus edukatif dan kreatif. “Program anak menjadi kekuatan bagi RTV di tengah persaingan ketat industri penyiaran Tanah Air. Kami ingin memantapkan diri sebagai televisi keluarga Indonesia,” kata Artine dalam temu media di Jakarta, Rabu (4/7).

Untuk meneguhkan posisinya, RTV merilis dua program animasi terbaru yang cocok dinikmati anak-anak beserta keluarga. Kedua program teranyar ini adalah Toy Cop dan Robocar Poli Season 4.

Toy Cop mengisahkan petualangan empat mobil polisi yang dapat berubah menjadi robot, yaitu Tipi, Seiyan, Toto dan Hamer. Toy Cop akan saling membantu jika salah satu mendapatkan kesulitan.

Tontotan anyar ini akan tayang selama 60 menit, setiap Sabtu dan Minggu, pukul 18.00-19.00 WIB, mulai Sabtu (21/7) mendatang.

Sedangkan Robocar Poli Season 4 berisi tentang petualangan Tim Penyelamat Brooms Town. Karakternya terdiri dari Poli, si mobil polisi pemberani; Roy si mobil pemadam kebakaran yang kuat; Amber si ambulans yang baik hati; dan Heli si helikopter yang tercepat.

Bekerja sama dengan Mark si truk pickup kuning yang lucu dan Bucky si truck pickup orange yang berani. Keenam kawanan ini saling membantu dan menjadi tim penyelamat yang terhebat.

Ditayangkan selama 90 menit, setiap Senin hingga Jumat, jam 16.30-18.00 WIB, mulai Senin (21/7).

Selain program Animasi, RTV juga merilis serangkaian program unggulan lain untuk pemirsa Sahabat RTV, antara lain variety show anak berjudul ‘Pesta Sahabat’ bertema Anak Indonesia. Acara ini dimeriahkan oleh artis cilik Jane Calista, Cyra Alesha, Khadijah dan Adil, juga dipandu oleh Eyang Titiek Puspa dan Amel Carla. Menarik bukan? (HG)

Konsumsi Kantong Plastik DKI Jakarta Setara dengan Berat 124 Bus TransJakarta

Hidupgaya – Kantong plastik dan styrofoam adalah produk plastik yang paling bermasalah dalam pencemaran lingkungan, demikian menurut laporan UN Environment terbaru berjudul Single-use Plastic, A Roadmap for Sustainability.

Hal ini juga dibuktikan dengan temuan-temuan lapangan ketika dilakukan “clean up” di berbagai lokasi. Ocean Conservancy menyebutkan 10 produk plastik yang ditemukan di berbagai pantai, termasuk di antaranya kantong plastik.

Kegiatan audit sampah yang dilakukan oleh Greenpeace Indonesia dalam dua tahun terakhir di Jakarta Kepulauan Seribu juga menyebut kantong plastik sebagai salah satu produk yang banyak ditemukan terdampar di pantai dan pesisir.

DKI Jakarta juga tidak luput dari permasalahan ini. Riset yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menemukan bahwa konsumsi kantong plastik mencapai 240 – 300 juta lembar per tahun, atau 1.900 – 2.400 ton per tahun, setara dengan berat 124 bus TransJakarta.

Menurut Direktur Eksekutif GIDKP Tiza Mafira, rata-rata penggunaan kantong plastik yang digunakan setiap kali berbelanja adalah 1-3 lembar kantong plastik. “Rutinitas berbelanja warga DKI Jakarta itu berbeda-beda, ada yang harian, mingguan, dan bulanan. Kebanyakan mereka memilih ritel modern ketika melakukan aktivitas belanja bulanan dan pasar atau warung untuk belanja harian dan mingguan,” jelas Tiza.

Namun demikian, Indonesia memiliki berbagai inisiatif yang dilakukan untuk mengurangi sampah plastik. Kota Banjarmasin, yang dikenal sebagai kota seribu sungai, sudah menerapkan pelarangan kantong plastik di ritel modern sejak 1 Juni 2016.

Kemudian, Balikpapan, yang merupakan kota pesisir, juga mulai menerapkan hal yang sama pada 3 Juli 2018 di sejumlah ritel modern. Tanggal 3 Juli dipilih oleh Pemerintah Kota Balikpapan karena bertepatan dengan Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia. Kota Padang dan Kota Cimahi dikabarkan akan menyusul juga dalam beberapa bulan ke depan.

Dukungan masyarakat dalam upaya pengurangan sampah plastik ini dibuktikan dengan petisi #pay4plastic yang dikampanyekan oleh GIDKP sejak tahun 2013 dan hingga kini telah mencapai lebih dari 70,000 tanda tangan.

Petisi tersebut membuahkan hasil pada tahun 2016 dengan diujicobakannya “Kantong Plastik Tidak Gratis” di 23 kota besar di Indonesia. Di mana uji coba tersebut berhasil mengurangi konsumsi kantong plastik hingga 55%.

Dukungan juga disuarakan oleh jaringan organisasi anak muda, SDSN Youth. Organisasi ini mendukung pemerintah Indonesia untuk berani melawan polusi plastik dengan mengeluarkan dan mengimplementasikan kebijakan penghentian penggunaan kantong plastik.

“Sudah saatnya Indonesia, yang baru saja diangkat sebagai Dewan Keamanan Tidak Tetap PBB , menunjukkan komitmen kuatnya terhadap pembangunan berkelanjutan, salah satunya adalah memastikan adanya pengurangan sampah plastik di darat dan laut,” ujar Rahyang Nusantara yang merupakan Koordinator Jaringan United Nations Sustainable Development Solutions Network (UNSDSN) Youth di Indonesia.

Gunakan Produk Alternatif

Produk alternatif pengganti kantong plastik pun mulai banyak berkembang. Sejak diberlakukannya penghentian penggunaan kantong plastik, Banjarmasin gencar mengenalkan tas bakul purun sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai . Begitupun di DKI Jakarta, Project Semesta gencar mengenalkan model “bulk store” untuk mengajak masyarakat mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai.

Hal ini disampaikan oleh Rinda Liem selaku pendiri Project Semesta. “Project Semesta hadir untuk memberikan pengalaman berbelanja tanpa kemasan plastik sekali pakai. Kami banyak melakukan pop-up store dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan konsep tersebut di beberapa event di Jakarta. Dengan model ini, kami mengajak masyarakat untuk membawa wadah sendiri yang bisa digunakan ulang,” ujarnya.

Melihat efek bola salju dari pengurangan sampah kantong plastik, pemerintah daerah mulai menunjukkan komitmennya untuk mulai membahas strategi pengurangan sampah kantong plastik di daerah masing-masing yang kemudian dilanjutkan dengan proses penyusunan kebijakan. Komitmen tersebut dideklarasikan oleh 24 kabupaten/kota pada lokakarya yang dilakukan di Kota Banjarmasin pada bulan April 2018 lalu .

“Kami mendorong dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada DKI Jakarta dan kabupaten/kota lainnya untuk bisa mengikuti model yang telah diterapkan di Banjarmasin dan Balikpapan dalam menerapkan kebijakan pengurangan sampah kantong plastik,” pungkas Tiza, yang juga telah menerima pengakuan dari UN Environment sebagai Ocean Hero 2018. (HG)

Honda Akan Pamerkan Beragam Inovasi Canggih di Ajang GIIAS 2018

Hidupgaya -PT Honda Prospect Motor (HPM) telah menampilkan berbagai inovasi dan teknologi terdepannya melalui Honda Gallery yang berlokasi di Ground Floor Senayan City Mall, Jakarta, selama 3 bulan.

Untuk memenuhi antusiasme para pencinta Honda, beberapa teknologi canggih di Honda Gallery akan kembali ditampilkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.

Honda Gallery yang merupakan gerai pameran teknologi Honda pertama di dunia, antara lain menampilkan dua unit Sports Car, yaitu Honda NSX dan Honda Civic Type R, serta motor Honda RCV-213V-s dan teknologi mobilitas personal canggih UNI-CUB β. Sejak dibuka pada 10 April 2018, Honda Gallery telah dikunjungi hampir 50.000 orang.

Marketing and After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy menyampaikan terima kasih atas antusiasme pengunjung terhadap Honda Gallery selama tiga bulan itu. “Melalui Honda Gallery, kami ingin menyampaikan bahwa Honda lebih dari sekedar produsen mobil, tetapi juga terus berinovasi membuat beragam teknologi mobilitas di darat, air hingga udara, sesuai dengan semangat Power of Dreams. Tentunya kami akan terus membawa inovasi dan kejutan-kejutan baru melalui berbagai aktivitas ke depan, salah satunya adalah GIIAS 2018,” ujar Jonfis.

Selama Honda Gallery digelar, para pengunjung bisa melihat dari dekat berbagai produk canggih yang ditampilkan serta mempelajari teknologi Honda melalui layar sentuh interaktif. Selain itu, aktivitas yang menjadi favorit para pengunjung Honda Gallery adalah mencoba mengendarai UNI-CUB β. Hingga kini, ribuan orang telah mencoba perangkat mobilitas canggih dari Honda tersebut.

Sebagai komitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan menyebarkan keceriaan bagi konsumen di Indonesia, Honda akan kembali menampilkan UNI-CUB β sebagai salah satu atraksi di booth Honda pada ajang GIIAS 2018. Nantinya, para pengunjung booth Honda juga dapat mencoba langsung UNI-CUB β di ajang tersebut.

Jonfis menambahkan, Honda UNI-CUB β tercipta melalui penelitian dan pengembangan terhadap robot ASIMO, dengan mengadopsi fitur pengatur keseimbangan dan sistem Honda Omni Traction Drive yang memungkinkan penggunanya untuk bergerak ke depan, belakang dan menyamping dengan memposisikan tubuh condong ke arah yang diinginkan.

Didesain dengan bodi yang ringkas, UNI-CUB β cocok digunakan untuk bermanuver di antara orang-orang di dalam ruangan tertutup seperti kantor dan fasilitas komersial.

Honda UNI- CUB β memiliki spesifikasi dimensi 510 x 315 x 620 mm dengan berat 25 kg, menggunakan baterai lithium-ion, memiliki kecepatan maksimal 6 km/jam dan jarak jangkauan 6 km yang dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam pada kecepatan 4 km/jam.

Sesuai dengan tema booth yang akan diusung pada GIIAS 2018 yakni “Accelerating Innovation”, Honda akan membawa berbagai teknologi inovatif seperti mobil listrik pintar, teknologi keselamatan terbaru, hingga sebuah model yang akan menjadi World Premiere. (HG)

Pameran Industri Kuliner Kelas Dunia Siap Dihelat di JIIEXPO Kemayoran

Hidupgaya – Buat para pengusaha katering atau yang bergerak di bisnis kuliner, cobalah sempatkan datang ke JIIEXPO Kemayoran, Jakarta pada 18-20 Juli mendatang. Di sana akan berlangsung pameran akbar yang menampilkan beragam platform lengkap seperti peralatan katering, peralatan makan untuk kebutuhan para industri profesional.

Pameran perdana yang dihelat oleh Hotelex dan Finefood Indonesia ini menempati area 10 ribu meter persegi, khusus didedikasikan untuk sektor makanan, minuman, hotel, restoran dan kafe khusus kelas atas, dengan menampilkan merek internasional.

Project Director PT Pamerindo Indonesia,  Wiwiek Roberto, menjelaskan meskipun ini pameran perdana, namun hingga kini lebih dari 200 perusahaan dari 26 negara siap bergabung sebagai peserta. “Untuk pameran pertama, responsnya sudah cukup baik, dimana peserta yang siap hadir pada pameran sudah mencapai 250 perusahaan dari 26 negara,” kata Wiwiek dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Selain Wiwiek, hadir dalam temu media adalah Chef Stefu Santoso sebagai President of Association of Culinary Professionals Indonesia, Roni Paskah sebagai Corporate Chef of PT Multi Flashindo Karisma dan Juanita Grace Adoe sebagai Chief of Marketing Officer Estika Tata Tiara, serta Ben Wong, General Manager PT Pamerindo Indonesia.

Soal target, diharapkan pameran ini dikunjungi oleh minimal 12 ribu pelaku bisnis dan industri. “Kami harapkan para peserta pameran lebih menampilkan produk-produk yang lebih efisien,” ujar Wiwiek.

Hotelex Indonesia menjadi tuan rumah beberapa kompetisi dan workshop skala internasional, antara lain The 1st Asian Food Challenge, melibatkan delapan tim dari Indonesia dan membawa tim dari enam negara yaitu Malaysia, Thailand, Kamboja, India Selatan, Myanmar dan Brunei.

Kompetisi lainnya adalah Indonesia Coffee Event (Ice), yang telah dihelat tujuh kali. Kompetisi ini didedikasikan untuk menemukan barista terbaik di Indonesia yang akan maju pada kejuaraan World Barista Championship (WBC).

Sektor makanan dan minuman harus diakui berkontribusi menjadi motor penggerak perekonomian. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mengharapkan total investasi sektor swasta di bidang makanan dan minuman akan mencapai Rp63,25 triliun tahun ini, naik 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (HG)