Hidupgaya.co – Kesha (Yasmin Napper) mahasiswi tingkat akhir sekolah film punya seorang ibu, Yuke Yolanda (Lulu Tobing), guru favorit di sekolah tempat ia mengajar dan juga sosok yang sangat dicintai oleh Suami (Ibnu Jamil) dan anak-anaknya. Kehidupannya terlihat sempurna dan bahagia.

Hingga sesuatu yang terjadi pada Yuke: sering lupa, lupa ulang tahun pernikahan, lupa jalan ke sekolah sampai hal-hal penting tentang ketiga anaknya, Kesha, Kenya dan Karlo. Rumah yang awalnya hangat penuh kebahagiaan, kini berubah semakin parah.

Kesha yang sedang fokus dengan tugas akhir kini berada dalam pilihan paling sulit: tetap bertahan mengejar impiannya atau pulang dari merantau sebelum ia benar-benar hilang dari ingatan ibunya.

Sosok Ibu yang mengalami demensia hingga melupakan orang di sekitarnya menjadi napas cerita Rapi Films dan Screenplay Films dalam film layar lebar Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan.

Film ini membawa narasi tentang perjuangan sebuah keluarga ketika sang ibu mulai lupa dengan segalanya akibat penyakit pikun/alzheimer yang membuatnya tak lagi bisa mengingat.

Melalui sudut pandang Kesha yang diperankan Yasmin Napper, penonton diajak masuk ke dalam dinamika keluarga yang penuh kasih namun menyimpan beban tersendiri.

Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, Kesha kerap berada di balik bayang-bayang kebutuhan adik-adiknya. Kanya (Sofia Shireen), anak kedua yang berprestasi dan selalu menjadi kebanggaan serta dukungan utama Ibu, serta Karlo (Jourdan Omar), bungsu yang kondisi kesehatannya mengharuskan ia rutin mengonsumsi obat-obatan, sehingga menyedot perhatian ekstra dari sang Ibu, yang diperankan Lulu Tobing.

Di tengah beban tanggung jawab keluarga tersebut, Kesha yang kini duduk di tingkat akhir sekolah film diam-diam memupuk satu keinginan sederhana: ia ingin belajar mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri. Namun, belum sempat langkah kemandirian itu mendapatkan restu dari Ibu, sebuah kenyataan pahit menghantam dengan keras: Yuke mulai kehilangan kepingan ingatan.

Kesha dihadapkan pada kenyataan bahwa sosok yang selama ini menjadi poros dunianya, bisa saja melupakannya dan menghapus semua memori berharga yang pernah mereka rajut.

Terkait perannya sebagai sosok anak sulung, Yasmin Napper mengungkap kedalaman emosi karakternya. “Memerankan Kesha membuatku sadar bahwa kehilangan yang paling nyata adalah saat kita masih ada secara fisik, tapi sudah tiada di dalam ingatan orang yang kita sayangi,” ujarnya.

Kesha harus memilih antara masa depan atau waktu yang tersisa bersama ibunya. “Ini adalah pilihan yang mustahil, tapi harus dihadapi,” imbuhnya.

Produser Rapi Films, Sunil Samtani, menjelaskan alasan kuat di balik adaptasi ini. “Kami ingin membawa kedalaman emosi sebuah keluarga yang menghadapi tantangan terberat,” tuturnya.

Dengan arahan Kuntz Agus dan naskah dari Alim Sudio, film ini akan menjadi refleksi bagi setiap anak tentang arti kehadiran orang tua.

Kuntz berharap penonton tidak hanya menonton, tapi merasakan kekalutan dan cinta yang tumpang tindih dalam keluarga, bagaimana sebuah rumah yang dulunya hangat, perlahan berubah menjadi asing karena memudarnya ingatan. (HG)