Hidupgaya.co – BTS mungkin saat ini menjadi salah satu kekuatan global dalam hal musik, namun semua itu butuh proses dan dibutuhkan kerja keras bertahun-tahun. Kim Taehyung alias V, salah satu anggota boy band BTS mengenang masa lalu ketika hanya beberapa lusin penggemar yang datang untuk melihat mereka, dan diakui hal itu sangat berarti.

Di tayangan saluran YouTube’Fairy Jaehyung’ yang diunggah pada 29 Maret, V merenungkan tahun-tahun awal grup sebelum ketenaran global direngkuh BTS. Dia mengenang  pertemuan penggemar pertama mereka hanya menarik sekitar 25 orang. “Sekitar 25 hingga 30 orang datang ke pertemuan penggemar pertama kami, tetapi itu lebih banyak daripada jumlah anggota, jadi kami senang,” kata V. “Kami tersentuh bahwa orang-orang datang sejauh itu hanya untuk melihat kami.”

BTS, beranggotakan 7 orang, debut pada tahun 2013 di bawah BigHit Entertainment, kini dianggap sebagai kekuatan Kpop global dengan basis penggemar internasional yang besar yang dikenal sebagai ARMY. 

Pengakuan V secara jujur tentang perjuangan awal mereka merebut perhatian fans menyoroti kontras yang mencolok antara awal yang sederhana dan status mereka saat ini.

Pembawa acara Jung Jae-hyung menunjukkan bahwa butuh beberapa tahun bagi BTS untuk mendapatkan momentum, mencatat bahwa terobosan grup tidak datang segera setelah debut. Jung merujuk pada lagu hit BTS tahun 2016, Fire, sebagai titik balik popularitas. “Setelah Fire, segalanya benar-benar melejit. Mereka bahkan mencapai peringkat No. 1 di tangga lagu Oricon Jepang, dan saat itulah pengaruh ARMY menjadi sangat besar,” kata Jung yang disetujui V.

Kim Taehyung alias V BTS

V sepakat bahwa BTS tidak berubah secara drastis selama periode tersebut. “Kami tidak benar-benar mengubah apa yang kami lakukan,” katanya. “Semangat dan energi para penggemarlah yang membantu menyebarkan berita tentang kami.”

Kisah ini telah bergema luas secara online, dengan para penggemar membagikan cuplikan wawancara di media sosial dan merenungkan perjalanan BTS dari tempat-tempat kecil hingga stadion, yang (tiket pertunjukan) terjual habis di seluruh dunia.

Anekdot ini menggarisbawahi narasi yang berulang dalam Kpop, bahwa komunitas penggemar memainkan peran sentral dalam kebangkitan seorang artis, terutama di era digital di mana dari mulut ke mulut dan keterlibatan online dapat mempercepat pengakuan global.

Bagi banyak penggemar, kisah V berfungsi sebagai pengingat nostalgia akan perjuangan awal BTS dan bukti seberapa jauh grup ini telah berkembang — dari tampil di hadapan beberapa lusin orang hingga memiliki jutaan penggemar di seluruh dunia, demikian Xportsnews. (HG)