Hidupgaya.co – Di usia kepala lima Yuni Shara tetap tampil memukau. Namun siapa sangka penyanyi ini baru sadar merawat kulit, termasuk memakai tabir surya di usia 50-an.
Yuni mengaku di usia 30an tak terlalu peduli dengan perawatan wajah karena kondisi kulitnya baik-baik saja. “Kondisi saya waktu itu mungkin juga kayaknya nggak kepikiran untuk mikirin kecantikan dan lain-lain,” terang Yuni di acara temu media menandai penunjukan dirinya sebagai duta Oligio X di Jakarta, Minggu (29/3).
Pelantun Pelangi ini mengaku di lingkungan pergaulan figur publik, terutama usia sebaya, banyak yang rajin merawat diri, sementara ia masih enggan karena rasa takut.
Penyanyi yang kini menapak usia 53 ternyata punya pengalaman kurang nyaman dengan terapi perawatan wajah: kulit muka gosong usai menjalani terapi laser. Hal itu membuatnya trauma dan kapok untuk mencoba perawatan wajah.
Kakak penyanyi Krisdayanti ini mengaku pernah menjalani terapi laser yang tidak cocok. Alih-alih glowing, kulit wajahnya malah mengalami iritasi parah hingga terlihat seperti gosong.

Akibat kejadian itu, Yuni pun berhenti total melakukan perawatan modern dan hanya mengandalkan salep/krim dari dokter.
Di usia kini, Yuni memberanikan diri merawat kulit wajah di klinik kecantikan. Itu pun ia batasi dan menyeleksi ketat agar kejadian trauma di masa lalu tidak terulang.
Hingga akhirnya dia bertemu dengan perangkat Oligio X yang memberikan jawaban terhadap kebutuhan perawatan wajah untuk lifting dan tightening pada wajah. “Aku nyari yang benar-benar nggak bakalan sakit, kayak Oligio X. Nggak ada bekas-bekasnya dan lain-lain,” tutur Yuni.
Setelah mencobanya pada Desember lalu, penyanyi kelahiran Batu, Malang, 3 Juni 2972, langsung merasakan hasil usai perawatan dengan Oligio X, bahkan saat bangun tidur. “Itu asli sih, bangun tidur saya lihat, ini beneran loh,” ujarnya takjub.
Yuni menyebut perawatan kulit wajah memakai Ologio X selain minim rasa sakit juga tak ada downtime sehingga bisa langsung kerja.
Kesempatan sama, dr. Almond Wibowo M. Biomed dari Privee Clinic menyatakan perawatan tanpa bedah kian diminati konsumen, khususnya wanita di atas usia 30 tahun. “Mereka datang ke klinik dengan keluhan pipinya turun. Makanya perawatan skin tightening dan lifting diminati. Di Korea perawatan ini lumayan laku, dan tren ini cukup diminati di Indonesia,” ujarnya.
Konsumen mendambakan perawatan tanpa melalui bedah sehingga kulit wajah tak perlu bersentuhan dengan pisau bedah. “Oligio X menjawab hal ini, bisa mengencangkan dan lifting kulit tanpa harus operasi,” imbuh dr. Almond.
Perawatan memakai Oligio X di Privee Clinic, sebut dr. Almond, minum rasa sakit meskipun kulit ‘dipanaskan’ hingga suhu 50-55 derajat Celsius. “Saat perawatan pasien merasa nyaman karena ada teknologi cryo cooling, kulit dibikin mati rasa,” terangnya.
Lebih lanjut dr. Almond menyampaikan, Oligio X merupakan perangkat perawatan lifting dan tightening kulit Monopolar Radiofrequency (RF) yang menggunakan teknologi contact cryo-cooling tingkat lanjut (11-level) untuk menjaga kenyamanan kulit saat energi panas merangsang kolagen, menghasilkan kulit kencang (lifting) dan V-shape tanpa rasa sakit maupun downtime.

Oligio X dilengkapi cooling system yang mampu memberikan cooling burst di setiap shot sehingga membantu mengurangi rasa panas, sambil menjaga energi tetap bekerja optimal. “Hasilnya, kulit terasa lebih kencang, hasil pengencangan lebih konsisten di seluruh area treatment, dan tetap nyaman untuk pasien,” bebernya.
Dia mengingatkan agar pasien cerdas saat memutuskan merawat kulit, misalnya untuk mengatasi melasma/flek hitam pada wajah. “Kalau alatnya kurang bagus, pakai suhu 55 derajat C itu kulitnya bisa gosong sehingga malah meninggalkan bekas hitam atau belang. Makanya ada konsumen yang treatment untuk melasma pakai laser malah makin hitam atau gosong karena kontrol alatnya tidak bagus,” ulasnya.
Last but not least dr. Almond mengingatkan bahwa setiap orang punya kondisi kulit yang berbeda, sehingga penting berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat sesuai kebutuhan. (HG)