Hidupgaya.co – Menandai momen Ramadan tahun ini, tiga ikatan alumni dari sekolah swasta bersinergi mengadakan bakti sosial di wilayah Depok, Jawa Barat. Melibatkan Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta (ISP), Perkumpulan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ) dan Perkumpulan Alumni Kolese Jesuit (PAKJ), aksi sosial tersebut menjalankan dua program utama: Tebus Murah Sembako bagi 500 keluarga pra-sejahtera dan bantuan perlengkapan pendidikan untuk 200 anak yatim/dhuafa di daerah Depok.

“Target aksi sosial ini 500 keluarga prasejahtera dan dukungan perlengkapan pendidikan bagi 200 anak dhuafa di wilayah Depok, bekerja sama dengan organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pancoran Mas, Depok, untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran melalui proses penyaringan warga yang membutuhkan,” ujar Inge Setiawati, Ketua Ikatan Alumni ISP di sela aksi sosial yang berlangsung di Gedung Majelis Ulama Indonesia Depok, Minggu (1/3).

Aksi sosial tiga alumni sekolah swasta di Depok, Jawa Barat, Minggu (1/3) – dok. Hidupgaya.co

Inge mengatakan alasan aksi sosial ini tidak diberikan gratis melainkan tebus murah. “Kami ingin penerima manfaat tetap memiliki pride, dan merasa itu bukan pemberian melainkan dibeli dari uang mereka,” ujarnya.

Setiap penerima manfaat Tebus Murah Sembako bisa membeli kupon seharga Rp15 ribu untuk ditukarkan dengan paket sembako senilai Rp150 ribu berisi beras, gula, terigu, minyak goreng, garam, kecap dan mi instan. “Uang Rp15 ribu itu kami kembalikan kepada penerima manfaat,” sebut Inge.

Adapun untuk bantuan perlengkapan sekolah diserahkan kepada 200 anak yatim/dhuafa berupa paket alat tulis senilai Rp150 ribu per anak dan uang tunai Rp50 ribu.

Inge Setiawati (dok. Hidupgaya.co)

Anak yatim/dhuafa penerima manfaat berasal dari Yayasan Pancoran Mas, Yayasan YKS, Yayasan Miftahul Jannah, Yayasan Nurul Jannah dan dari kecamatan Pancoran Mas.

“Momen bulan suci Ramadan bukan sekedar waktu untuk menjalankan ritual ibadah personal, namun juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Di tengah tantangan ekonomi saat ini, kami ingin merefleksikan semangat tersebut dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkan,” beber Inge.

ISP, sebut Inge, telah teratur melakukan aksi bakti sosial setiap tahun. Kali ini, ISP juga mengajak PAKKJ dan PAKJ untuk berkolaborasi dalam kegiatan sosial kemanusiaan ini. “Seluruh pendanaan untuk kegiatan ini berasal dari alumni lintas sekolah ditambah sumbangan dari para donatur,” ujarnya.

Kiri ke kanan: James Prakarsa, Inge Setiawati dan H. Datuk Sweida (dok. Hidupgaya.co)

Ketua PAKKJ, James Prakarsa, menyambut positif inisiatif ini. “Kami sambut baik ide kolaborasi untuk baksos Ramadan ini. Makin banyak terlibat maka dampak yang dihasilkan juga kian luas,” ujarnya.

Adapun H. Datuk Sweida, mewakili PAKJ menyampaikan melalui kegiatan baksos Ramadan diharapkan dapat memperkokoh toleransi beragama dan membangun solidaritas sosial.

“Kolaborasi baksos ini diharapkan dapat memupuk semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas alumni dan sekolah, mempererat silaturahmi antar berbagai organisasi dalam kegiatan kemanusiaan untuk masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya. (HG)