Hidupgaya.co – Puasa telah berlangsung 10 hari dan harus jaga stamina agar lulus hingga Ramadan berakhir. Agar puasa dan ibadah sepanjang Ramadan dapat dijalankan secara optimal, asupan saat sahur dan berbuka menjadi hal penting.
“Konsumsi sumber protein dan zat gizi yang cukup dapat membantu menjaga vitalitas tubuh selama bulan suci. Kuncinya cukupi nutrisi bukan kalori,” ujar dr. Gia Pratama, praktisi kesehatan yang aktif memberikan edukasi di media sosial dalam buka bersama media yang dihelat Frisian Flag Indonesia (FFI), baru-baru ini.
Puasa, sebut dr. Gia, memiliki banyak manfaat kesehatan. “Saat berpuasa, tubuh memasuki fase autofagi, proses alami di mana sel‑sel rusak dibersihkan, toksin diurai, dan tubuh membangun sel‑sel baru yang lebih sehat,” bebernya.
Dengan kata lain, puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi memberi kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri. “Saat sahur dan berbuka, penting memberikan asupan protein yang tepat untuk mendukung kembali pertumbuhan sel-sel baik dalam tubuh,” cetusnya.

Puasa juga memberikan kesempatan kepada organ hati untuk ‘beristirahat’. Dia menyebut, hati sebagai organ terbesar manusia, dengan berat lebih kurang 3 kg, memiliki hampir 500 fungsi penting. “Saat puasa, kerja hati istirahat, namun dioptimalkan untuk yang lain, misalnya detoks dan metabolisme lemak dengan lebih optimal,” urainya.
Gia mengingatkan agar puasa optimal maka nutrisi/gizi harus terpenuhi. “Puasa itu membatasi kalori bukan membatasi nutrisi,” ulasnya.
Protein perlu menjadi perhatian saat puasa. Dia menyebut, untuk orang dengan berat badan 60 kg butuh asupan protein 60 gram, dibagi saat sahur dan buka.
Selain nutrisi, agar tetap fokus selama puasa maka hidrasi harus dijaga. “Minum air jangan lupa. Kita butuh kurang lebih 40 cc cairan per kg berat badan selama 24 jam. Itu bisa dicicil dalam sehari saat buka, sahur dan sebelum tidur dengan jumlah total 2400 cc atau 2,4 liter,” ujar dr. Gia.
Untuk menjaga fungsi otot dan tulang, kalsium perlu dicukupi. Tak ketinggalan asupan vitamin D membantu penyerapan kalsium sekaligus mendukung sistem imun. “Kombinasi ini penting agar tubuh tidak mudah lemas dan tetap bertenaga menjalani aktivitas harian,” lebih lanjut dr. Gia memaparkan.
Di Indonesia, sumber vitamin D dari seinar matahari tersedia melimpah. Sayangnya, kadar vitamin D dalam darah masyarakat kebanyakan rendah. “Alasan utamanya jarang kena sinar matahari. Orang kerja pagi-pagi, seharian di kantor, baru pulang menjelang malam hari. Jadi hanya sedikit kena sinar matahari,” ulasnya.
Padahal peran vitamin D ini vital bagi penyerapan mineral kalsium. “Kalsium bisa diserap tulang atas bantuan vitamin D. Jadi perlu dicukupi,” beber dr. Gia.
Ia menambahkan, konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur membantu menjaga energi, fokus, dan daya tahan tubuh. “Berolahraga ringan tetap sangat dianjurkan selama bulan puasa agar tubuh tetap bugar, metabolisme aktif, dan stamina terjaga,” lanjutnya.
Gia mencontohkan olahraga plank untuk mengencangkan otot yang bisa dilakukan di rumah saat sahur dan buka. “Plank itu olahraga diam tapi manfaatnya banyak untuk kencangkan otot,” pungkasnya.
Inovasi FFI di bulan Ramadan
Kesempatan sama, Senior Brand Manager PT Frisian Flag Indonesia, Claudya Delliawan, menyampaikan bahwa kebaikan susu dapat menjadi salah satu pilihan praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga selama Ramadan.
“Melalui kampanye Frisian Flag Susu UHT Andalan Ramadan untuk Keluarga Kuat, FFI mengimbau masyarakat untuk melengkapi asupan sahur dengan mengonsumsi susu UHT full cream,” ujarnya.
Claudya menyebut konsumsi susu saat sahur dapat membantu meningkatkan asupan kalsium hingga empat kali lipat dan vitamin D hingga 15 kali lipat, sebagai kombinasi nutrisi yang berperan dalam menjaga tubuh tetap bertenaga selama menjalani ibadah puasa.
Selain itu, FFI juga memperkenalkan varian terbaru, Frisian Flag Creamy Kental Manis Gula Aren Spesial Ramadan, melalui kampanye ‘Tuangkan Semangat Ramadan’ yang menampilkan Inul Daratista, Adam Suseno, dan Yusuf Ivander.
Varian itu menghadirkan cita rasa gula aren yang khas untuk melengkapi momen berbuka bersama keluarga selama Ramadan.

“Inovasi ini merupakan bagian dari komitmen FFI untuk tetap relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia. Melalui rangkaian kampanye dan inovasi produk Ramadan tahun ini, kami ingin menghadirkan pilihan susu yang tidak hanya bernutrisi, tetapi juga mendukung kehangatan keluarga di setiap momen sahur dan berbuka,” tandas Claudya.
Cara Inul maknai Ramadan
Inul Daratista mengaku menemukan makna paling sederhana dari bulan suci, kebersamaan keluarga. “Kalau saya sama Mas Adam, buat kami Ramadan itu sangat spesial. Ini momen untuk me-reset (mengatur ulang) setiap tahun bagaimana menciptakan keharmonisan dalam keluarga,” bebernya.
Bagi pasangan ini, Ramadan selalu menjadi ruang untuk memperbaiki irama kehidupan keluarga. Keduanya justru berusaha menciptakan lebih banyak ruang kebersamaan, terutama saat sahur dan berbuka puasa. “Di bulan Ramadan kami bisa lebih banyak bersama,” ujar Inul.
Bagi keluarga Inul, sahur dan berbuka bukan hanya soal menyantap hidangan, melainkan menjadi titik temu emosional seluruh anggota keluarga. “Di bulan Ramadan ini aku jadi emak-emak yang doyan masak di dapur. Ada waktu luang untuk masak buat suami, anak, dan orang-orang di rumah. Momen Ramadan jadi momen luar biasa untuk mempererat hubungan keluarga,” pungkasnya. (HG)