Hidupgaya.co – Tren penggunaan wewangian di masyarakat menunjukkan tren kenaikan. Data Google Trends serta berbagai laporan industri kecantikan dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan lonjakan signifikan pada minat dan pencarian terhadap produk parfum.
Tahun 2025 menjadi salah satu momentum penting bagi industri wewangian, ditandai dengan dominasi jenama lokal, selera generasi muda yang semakin adaptif terhadap tren, serta maraknya berbagai acara yang menghadirkan ragam produk parfum.
Karina Mandala, fine fragrance perfumer, mengungkap peningkatan minat terhadap parfum mencerminkan perubahan cara masyarakat memaknai wewangian dalam keseharian. “Parfum kini bukan lagi sekadar wangi, tetapi juga simbol identitas dan ritual yang mendukung penampilan sehari-hari,” ujarnya.
Hal ini berbeda dengan kebiasaan di masa lalu, yakni sebagian besar orang hanya memakai wewangian untuk kesempatan khusus saja.

Bicara tentang wewangian, Karina menyampaikan saat ini semakin banyak orang mencari karakter wangi mewah dengan kualitas kelas dunia agar dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam beraktivitas.
Pernyataan Karina diamini Caitlin Halderman, figur publik yang dengan lantang mengakui wangi telah menjadi bagian penting dari ekspresi diri. “Aku tu nggak bisa kalau nggak wangi,” ujarnya.
Menurutnya, parfum bukan lagi sekadar pelengkap penampilan, melainkan cara mengekspresikan diri dan membangun rasa percaya diri. “Aku suka produk yang memberikan wangi parfum mewah untuk menunjang performa dan penampilanku sebagai seorang aktris,” terangnya.
Caitlin menyukai gagasan bahwa wewangian kelas dunia lebih mudah diakses, bisa dirasakan oleh siapa saja. “Wangi kelas dunia tidak hanya bisa kita dapatkan dari produk perawatan tubuh saja, tetapi sekarang juga bisa dimulai dari pakaian yang kita gunakan setiap hari,” bebernya.
Menjawab kebutuhan masyarakat untuk merasakan wangi dengan aroma parfum kelas dunia, Wings Care meluncurkan SoKlin Eau de Parfum, rangkaian produk perawatan pakaian berparfum konsentrat pertama di Indonesia.
“Diformulasikan selaras dengan parfum kelas dunia, SoKlin Eau de Parfum menghadirkan pengalaman wangi parfum mewah berkelas dunia yang dapat dirasakan sejak proses pertama mencuci, dan bertahan lama hingga pakaian dikenakan,” ujar Joanna Elizabeth Samuel, Head of Fabric Care Category Wings Group Indonesia.

Dia menyoroti preferensi konsumen saat ini semakin mengarah pada produk yang praktis namun tetap memiliki nilai tambah. “Dalam memilih detergen, misalnya, konsumen tidak lagi hanya mencari daya bersih, tetapi juga manfaat lebih seperti formula 3 in 1, wangi yang lebih tahan lama, serta harga yang tetap terjangkau,” tutur Joanna.
Melihat perkembangan pasar detergen yang positif dan tren parfum yang semakin kuat, SoKlin kemudian mengintegrasikan keduanya melalui SoKlin Eau de Parfum.
SoKlin Eau de Parfum hadir sebagai rangkaian lengkap yang mencakup detergen bubuk (concentrated perfume powder detergent), detergen cair (concentrated perfume liquid detergent), dan pelicin pakaian (concentrated perfume ironing aid).
Ketiga kategori produk SoKlin Eau de Parfum ini dilengkapi dengan teknologi Perfume Lock yang mampu menjaga keharuman parfum mewah berkelas dunia hingga 33 hari, sehingga pakaian tetap wangi tahan lama dalam berbagai aktivitas sehari-hari. (HG)