Hidupgaya.co – Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) merupakan masa krusial bagi anak. Dalam kurun waktu ini, sejak kehamilan hingga usia anak 2 tahun, setiap gerakan sederhana seperti tengkurap, berguling, atau meraih mainan menjadi bagian dari proses belajar anak untuk mengenal tubuh dan lingkungannya.
“Aktivitas-aktivitas ini membantu menguatkan otot, melatih koordinasi, dan mendukung perkembangan otak,” sebut dr. Herbowo Soetomenggolo, SpA(K), Dokter Spesialis Anak subsp. Neurologi Anak dalam temu media yang digelar Genki Moko Moko di Jakarta, baru-baru ini.
Herbowo menekankan pentingnya untuk memaksimalkan setiap kesempatan ini melalui kegiatan yang mengajak anak aktif bergerak setiap hari di masa periode emas tersebut.
Memasuki usia 1 – 2 tahun, anak perlu setidaknya melakukan 180 menit aktivitas fisik setiap hari dengan intensitas apa pun. Sementara itu, pada usia 3 – 4 tahun, anak tetap butuh minimal 180 menit aktivitas fisik per hari, dengan sedikitnya 60 menit berupa aktivitas berintensitas sedang hingga tinggi.
“Gerakan sederhana seperti tengkurap, memutar, duduk, memanjat, hingga mencoba berdiri adalah bagian dari proses belajar alami bayi,” ujar Herbowo seraya menambahkan aktivitas ini membantu memperkuat otot, melatih keseimbangan, meningkatkan koordinasi, serta merangsang perkembangan otak.

Untuk menunjang batita aktif bergerak, kini telah hadir Genki Moko Moko Ichimatsu, popok dengan teknologi Moko Ichimatsu dari Jepang yang dirancang untuk mendukung kenyamanan anak, membebaskan eksplorasinya.
Produk popok bayi itu hadir dengan struktur pola persegi berulang hingga lapisan terdalam, sebuah inovasi dari Jepang yang dirancang untuk memberikan daya serap lebih cepat sekaligus menjaga kulit bayi tetap kering dan bebas iritasi.
“Keunggulan Genki Moko Moko Ichimatsu terletak pada penggabungan pola persegi Moko Ichimatsu dengan bantalan popok berbahan virgin pulp dan maxi gel dari Jepang,” ujar Didi Rahardja, Direktur PT Oji Indo Makmur Perkasa.
Kombinasi tersebut membuat popok menyerap cairan hingga tiga kali lebih cepat, menyebarkannya secara merata, serta menghadirkan tiga kali sirkulasi udara lebih optimal. “Hasilnya, popok tetap kering lebih lama, membantu mencegah iritasi, dan menjaga kenyamanan kulit bayi sepanjang hari,” cetusnya
Herbowo mengingatkan, sebaik apa pun kualitas popok, kebiasaan mengganti popok tetap menjadi hal penting.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan popok sebaiknya diganti setiap 2–3 jam atau segera setelah basah atau kotor. “Tujuannya untuk membantu mencegah ruam, iritasi, serta menjaga kesehatan kulit bayi,” tandasnya. (HG)