Hidupgaya.co – Ramadan identik dengan menahan diri serta memperdalam makna spiritual. Namun, tantangan seperti kemacetan, tekanan pekerjaan, dan distraksi digital kerap membuat emosi mudah terpancing.

Kenyataan itu menjadikan Ramadan bukan hanya ujian fisik, tetapi juga emosional. Karena itu, menjaga diri tetap adem menjadi bagian penting dalam menjalani ibadah sebulan penuh.

Menurut Ustadz Muhammad Assad makna puasa Ramadan tidak sebatas menahan lapar dan dahaga, melainkan sebagai momentum memperkuat kendali diri. “Ramadan bukan hanya soal menahan haus dan lapar, tetapi melatih jiwa agar tetap tenang dan sabar. Ketika seseorang mampu menjaga lisan dan menahan amarah, di situlah ia memaknai puasa dengan sebenar-benarnya,” tuturnya di acara #TemanAdemRamadan yang dihelat Aqua di Jakarta, baru-baru ini.

Kampanye #TemanAdemRamadan

Dia menekankan bahwa definisi adem bukan sekadar rasa, melainkan cerminan kematangan iman. “Bahkan menahan komentar pedas di media sosial pun bisa menjadi bagian dari ibadah,” beber Ustadz.

Kesempatan sama, Direktur Pemasaran Aqua Adisti Nirmala mengakui Ramadan tahun ini harus dijalani dalam situasi yang semakin kompleks. Karenanya masyarakat butuh dukungan sederhana yang relevan dengan keseharian.

“Ramadan sekarang dijalani di tengah dinamika yang padat dan penuh tantangan. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai pengingat sederhana untuk tetap adem, baik secara fisik maupun emosional,” tutur Adisti.

hal itulah yang melandasi Aqua merilis kampanye #TemanAdemRamadan, untuk membantu masyarakat menjaga tubuh tetap segar melalui hidrasi berkualitas, sekaligus merawat ketenangan hati di setiap momen penting Ramadan.

Sebagai bagian dari kampanye, sebut Adisti, Aqua meluncurkan kemasan edisi khusus Ramadan yang menampilkan 45 kutipan ekspresif. Kutipan tersebut dirancang dekat dengan pengalaman sehari-hari masyarakat.

“Kami berharap setiap kutipan di kemasan bisa menjadi trigger kecil untuk aksi kebaikan. Hal sederhana seperti menahan emosi atau memilih diam saat situasi memanas adalah bentuk keademan yang bermakna,” pungkas Adisti. (HG)