Hidupgaya.co – Yayasan Ronald McDonald House Charities (Yayasan RMHC) menghadirkan rumah singgah keempat yang berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. Dengan kapasitas 66 kamar, ini menjadi rumah singgah terbesar yang dikelola Yayasan RMHC untuk mendukung keluarga pasien anak dengan penyakit kronis yang tengah menjalani rujukan pengobatan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais.
Ketua Yayasan RMHC Caroline Djajadiningrat menyampaikan rumah singgah itu dirancang sebagai rumah kedua bagi keluarga yang sedang berjuang mendampingi anak menjalani pengobatan jangka panjang.
“Kami berupaya untuk selalu menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari proses penyembuhan pasien anak melalui rumah singgah dengan fasilitas memadai, ada ruang bermain, ruang keluarga hingga taman untuk melakukan aktivitas,” ujar Caroline di Rumah Singgah Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu (11/2).

Kehadiran Rumah Singgah Kemanggisan terwujud berkat dukungan lebih dari 300 mitra baik itu mitra strategis, donatur perusahaan, donatur individu, komunitas/instansi serta volunteer dari seluruh Indonesia yang terus menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian.
Rumah Singgah Kemanggisan merupakan bangunan empat lantai dengan fasilitas meliputi kamar tidur, dapur bersama dan area makan, ruang bermain anak, ruang keluarga, ruang belajar, area ibadah, serta layanan dukungan psikososial dalam lingkungan yang ramah anak dan keluarga.
Setiap kamar diperuntukkan bagi satu keluarga guna menjaga privasi dan kenyamanan, dan seluruh layanan diberikan secara gratis agar keluarga dapat fokus pada proses penyembuhan. Rumah singgah ini juga dilengkapi dengan fasilitas antar jemput siaga serta berlokasi dekat dengan rumah sakit mitra untuk memudahkan akses layanan medis.
Caroline menyampaikan, melalui pengalaman mendampingi ribuan keluarga pasien anak dari berbagai daerah yang singgah di Rumah Singgah Lebak Bulus, Rumah Singgah Kiara-RSCM, dan Rumah Singgah Denpasar, Yayasan RMHC melihat besarnya kebutuhan akan fasilitas yang lebih luas, terintegrasi, dan mampu menjangkau lebih banyak keluarga, khususnya anak-anak dengan PJB.
Karenanya, sejak 2024 Yayasan RMHC menjalin kemitraan strategis bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) untuk merancang pembangunan Rumah Singgah Kemanggisan.
Kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas pendukung layanan medis, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan, sistem rujukan dan pendampingan bagi keluarga selama masa pengobatan.
PJB menjadi sorotan karena membutuhkan penanganan panjang dan biaya yang tidak sedikit, khususnya bagi pendamping/orang tua yang memiliki anak dengan kelainan jantung bawaan.
Menurut Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan, dr. Oktavia Lilyasari, Sp.JP(K), diperkirakan sekitar 45.000 bayi lahir setiap tahun dengan PJB, dan sekitar 91% di antaranya berasal dari luar Pulau Jawa.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 9.000 anak dengan penyakit jantung bawaan dirawat di RS Jantung Harapan Kita sepanjang 2022–2023, dengan 91 persen pasien berasal dari luar Pulau Jawa.
Selain menghadapi perjalanan jauh, banyak keluarga pasien tidak memiliki kerabat maupun kemampuan finansial untuk menyewa tempat tinggal selama masa pengobatan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian dari mereka terpaksa bermalam di lorong rumah sakit, musala, atau area sekitar rumah sakit.
Mengingat pengobatan untuk PJB panjang dan menelan biaya tidak sedikit, hadirnya rumah singgah yang bisa ditinggali keluarga pasien selama menjalani pengobatan di RS akan sangat membantu. “Selain itu, pasien anak yang mendapatkan dukungan emosional dari keluarga cenderung lebih tenang dan kooperatif selama proses pengobatan,” ujar dr. Oktavia.
Sayangnya, banyak keluarga dari luar daerah masih menghadapi tantangan besar terkait tempat tinggal dan biaya hidup yang tidak sedikit selama anak menjalani pengobatan di RS. “Inilah alasan peran fasilitas rumah singgah menjadi sangat penting dalam mendukung keberhasilan terapi,” imbuhnya.
Berlari untuk kemanusiaan
Kesempatan sama, pelari sekaligus pemain sinetron Daffa Wardhana berbagi pengalaman tentang pengalamannya menggalang dana bagi rumah singgah RMHC.
Upaya itu dilakukan Daffa dengan berpartisipasi dalam World Marathon Majors 2025, termasuk Sydney Marathon, yang berlangsung pada akhir Agustus 2025. Di ajang itu, anak dari desainer Marini Zumarnis berhasil mengumpulkan dana Rp140 juta yang disumbangkan untuk pembangunan Rumah Singgah Kemanggisan.
Misi Daffa ikut kegiatan kemanusiaan ini sederhana, bentuk kepeduliannya terhadap pentingnya rumah singgah bagi pasien anak. “Saya ingin menciptakan ruang yang penuh harapan dan kasih sayang bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit,” terangnya.
Pengalaman mendampingi sang nenek yang pernah menjalani pengobatan kanker payudara di RS Kanker Dharmais turut memperkuat motivasinya.
Nilai kepedulian sosial, menurut Daffa, telah ditanamkan sejak kecil oleh kedua orang tuanya, di antaranya melalui sedekah. “Dulu mungkin cuma dengan uang, tapi sekarang saya punya platform. Sayang kalau nggak saya pakai untuk bersuara,” terangnya.

Menurutnya, menyumbang itu bukan cuma soal uang. “Dengan media sosial, saya bisa bantu menyebarkan pesan dan mengajak lebih banyak orang ikut terlibat,” tandasnya.
Make It Home
Sebagai bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan dukungan yang berkelanjutan, Yayasan RMHC juga mengajak masyarakat untuk kembali berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh harapan bagi anak-anak yang sedang singgah di Rumah Singgah Kemanggisan melalui kampanye Make it Home.
Seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung operasional, perawatan fasilitas, serta peningkatan kenyamanan rumah singgah bagi keluarga pasien.
Partisipasi dapat dilakukan melalui berbagai pilihan paket kontribusi mulai dari Rp250.000 hingga Rp2.000.000 melalui tautan s.id/makeithome atau situs resmi Yayasan RMHC di http://www.rmhc.or.id. (HG)