Hidupgaya.co – Yura Yunita berbagi cerita mengenai makna skincare dan makeup. Bagi pelantun Tutur Batin, aplikasi skincare dan makeup menjadi bagian dari perawatan diri yang dia nikmati, semacam me time, rehat sejenak dari aktivitas padat.

Bahkan, Yura menyebut rutinitas mengaplikasikan skincare bukan sebagai beban, melainkan healing. “Skincare sama makeup bagian dari self-care. Dibilang healing juga bisa,” ujarnya di acara peringatan 40 tahun Oriflame Indonesia sekaligus menandai bergabungnya Yura sebagai duta untuk kategori Skincare and Makeup Oriflame.

Mengaku sejak lama memakai perawatan tubuh dan kulit dari Swedia, Yura mengaku menikmati proses dalam memakai skincare: melakukannya secara perlahan, dengan tempo yang tenang disertai pengaturan napas.

Pemilik nama asli Yunita Rachman ini meyakini kecantikan bukan tentang standar tertentu atau menjadi orang lain. “Kecantikan adalah tentang kenyamanan dan penerimaan diri. Beauty itu bukan soal jadi orang lain, tapi merasa cukup dan berharga apa adanya,” tuturnya.

Yura Yunita (dok. Hidupgaya.co)

Tak hanya fokus pada perawatan dari luar, pelantun Cinta dan Rahasia itu juga memperhatikan yang dia konsumsi, misalnya banyak minum air putih untuk menjaga kondisi tubuh dan kulit. “Air mineral yang banyak itu udah kayak kuncian juga setiap hari,” ujarnya.

Selain itu, penyanyi yang piawai memainkan beberapa alat musik itu juga menjaga pola makan dengan mengutamakan asupan sayur dan bahan alami, termasuk membuat jus sayur dan buah yang disebutnya green juice setiap pagi.

Jus hijau itu berisi campuran sayur dan buah yang dia racik sendiri, seperti timun, seledri, kunyit serta buah pir untuk menghadirkan rasa manis.

Dia percaya, kebiasaan baik itu membuatnya tubuhnya lebih nyaman dan siap untuk memulai hari. Dia juga melakukan afirmasi saat mengonsumsi makanan dan minuman. Dengan demikian, apa yang dia konsumsi membawa pengaruh baik pada energi dan perasaan yang ia rasakan.

Di bulan Ramadan, Yura membiasakan diri untuk mencukupi kebutuhan cairan 1,5 liter hingga 2 liter per hari. Tak mengandalkan karbo untuk sahur, dia lebih memilih buah-uahan dengan kandungan air tinggi, seperti semangka dan pepaya, berikut sayur dan telur rebus.

Yura mengaku suka dengan sayur bayam ditambah dua telur rebus saat sahur. “Itu aku bisa kuat seharian (berpuasa),” ujarnya.

Mengonsumsi makanan sehat tampaknya menjadi hal yang sejak lama diterapkan pelantun Berawal dari Tatap. Ia tak mudah goyah oleh gorengan untuk buka puasa, melainkan memilih makanan berkuah, protein, sayur, dan buah. “Jarang banget makan gorengan. Aku cukup buah-buahan yang manis,” tuturnya.

Kebiasaan itu dia tanamkan agar merasa baik dengan diri sendiri. “Aku percaya bahwa saat kita feel good about ourself, you will look good,” tandasnya.

40 tahun: Years of Stars

Perayaan empat dekade Oriflame Indonesia dirayakan melalui rangkaian inisiatif bertajuk Years of Stars, yang merepresentasikan perjalanan perusahaan kosmetik asal Swedia di Tanah Air dalam membangun relevansi bisnis dan kedekatan dengan konsumennya di berbagai segmen.

Fredrik Nilsson, VP dan GM Oriflame Indonesia menekankan bahwa 40 tahun perjalanan ini adalah tentang menjaga relevansi sekaligus konsisten mendukung perempuan Indonesia melalui komunitas yang kuat.

Years of Stars, perayaan 40 tahun Oriflame Indonesia (dok. ist)

Kesempatan sama, Direktur Pemasaran Oriflame Indonesia, Patricia menyampaikan Years of Stars diwujudkan melalui tiga pilar utama, yakni Product, Experience, Lifestyle & Pop Culture.

Product berfokus pada inovasi dan pengembangan produk hero yang relevan dengan kebutuhan pasar. Experience dirancang melalui berbagai momen dan aktivasi yang dirancang agar audiens dapat merasakan langsung cerita dan nilai yang dibawa brand. Sedangkan Lifestyle & Pop Culture diwujudkan lewat kolaborasi serta pendekatan cultural storytelling yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Years of Stars kami hidupkan melalui tiga hal, yakni produk yang relevan, experience yang bisa dirasakan, dan lifestyle-pop culture khususnya melalui film dan musik yang dekat dengan masyarakat. Sebab, brand yang kuat bukan cuma terlihat, tetapi terasa,” tandas Patricia. (HG)