Hidupgaya.co – Kisah Kugy dan Keenan, dua tokoh ikonis dari novel legendaris Perahu Kertas karya Dee Lestari akan segera hadir dalam format pertunjukan musikal.
Musikal Perahu Kertas siap menampilkan 21 lagu yang memperkuat narasi, termasuk dua lagu yang telah dirilis di berbagai platform digital, Miliaran Manusia dan Agency, dengan video lirik yang tersedia di YouTube.
Untuk menjaga stamina dan kualitas penampilan selama rangkaian pertunjukan, tim produksi menerapkan sistem alternate cast pada empat jadwal pertunjukan, yaitu 3, 4, 10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari Swargaloka.
Sebagai salah satu momen istimewa, ada penampilan spesial dari Dee Lestari pada pertunjukan 30 dan 31 Januari 2026.
Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), Musikal Perahu Kertas akan pentas pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Gelaran ini diharapkan akan menyedot animo 23 ribu penonton.

Musikal Perahu Kertas akan membawa penonton kembali pada kisah Kugy dan Keenan, dua jiwa muda yang sama-sama lahir dengan darah seni. Kugy, yang sadar bahwa realita tak seindah itu, memilih untuk menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya.
Sementara Keenan, pelukis muda jenius, hidup di bawah bayang ekspektasi ayahnya, mencari jalan untuk bebas mengekspresikan diri meskipun dunia menuntutnya menjadi orang lain. Ketika keduanya bertemu di antara miliaran manusia, seolah semesta memberi jeda.
Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan. Tapi jauh di dalam hati, mereka percaya bahwa suatu hari nanti cerita dan karya mereka akan saling menemukan, seperti hati dan mimpi yang ditakdirkan untuk bertemu.
Mengangkat tema Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi, musikal ini menjadi debut Trinity Entertainment Network di panggung musikal, sekaligus wujud komitmen jangka panjang Indonesia Kaya dalam menumbuhkan seni pertunjukan Indonesia.
Adaptasi ini menghadirkan pengalaman panggung yang memadukan musik, sastra, dan teater, dalam satu perjalanan emosional yang hangat dan relevan bagi banyak orang.

Dewara Zaqqi berperan sebagai Keenan, sedangkan Alya Syahrani memerankan Kugy. Dewara mengungkap, ketertarikannya mengikuti audisi Musikal Perahu Kertas berangkat dari kecintaan pada film dan novel dengan judul yang sama.
“Cerita ini terasa begitu dekat dengan keseharianku dan aku bisa melihat banyak pengalaman hidupku tercermin dalam karakter Keenan. Aku berharap ini bisa membawaku selangkah lebih dekat menuju mimpiku untuk menjadi seorang aktor,” ujar Dewara.
Selain dua tokoh utama, Musikal Perahu Kertas juga melibatkan 38 orang pemeran dan 20 orang tim kreatif yang ikut menyemarakkan panggung dan menguatkan kisah dan pesan yang disampaikan oleh cerita ini.
Keseluruhan proses produksi hingga kelancaran hari pertunjukan ini tak lepas dari tangan para produser pementasan ini, yaitu Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta dan Chriskevin Adefrid.

Dari sisi artistik, Musikal Perahu Kertas menghadirkan konsep panggung berputar dengan permainan layer dan transisi visual yang dinamis. Eunike mengatakan, proses adaptasi cerita ke panggung musikal dilakukan dengan eksplorasi kreatif yang mendalam.
“Kami mempersiapkan seluruh pemain dan tim kreatif melalui proses latihan yang panjang dan terstruktur dengan konsep panggung yang dirancang agar penonton tetap terlibat dan mengikuti alur cerita dari awal hingga akhir,” ujarnya.
Adapun Chriskevin Adefrid menyoroti berbagai elemen artistik yang menjadi kekuatan pertunjukan, menggabungkan elemen kreatif dan visual, mulai dari set panggung yang dinamis, permainan tekstur dan warna melalui proyeksi visual, hingga karakter yang dihidupkan lewat puppetry, serta berbagai elemen kejutan lain yang memperkaya pengalaman menonton dan memperdalam makna cerita.
Tiket pertunjukan masih tersedia dan dapat dibeli melalui loket.com/musikalperahukertas. (HG)