Hidupgaya.co – Di tengah isu boikot yang diserukan oleh netizen Korea Selatan, penggemar K-drama tetap antusias menantikan penayangan perdana Can This Love Be Translated? yang tayang serentak pada 16 Januari di Netflix.
Komedi romantis ini menandai kolaborasi layar pertama dari bintang Hallyu papan atas Kim Seon Ho dan Go Youn Jung, dan menjadi comeback Kim Seon Ho ke genre ini setelah lima tahun (When Life Gives You Tangerines tak masuk hitungan).
Meskipun penonton antusias dengan comeback si Lesung Pipi, ada juga reaksi negatif yang signifikan mengenai pilihan pemeran lainnya dalam drama ini.
Can This Love Be Translated? menggambarkan kisah cinta tak terduga antara bintang layar global Cha Mu-hee (Youn Jung) dan penerjemahnya Ju Ho-jin (Seon Ho).
Keduanya memulai hubungan yang murni profesional hingga perasaan muncul, yang menyebabkan beberapa komplikasi yang bahkan seorang poliglot pun tidak dapat menafsirkannya.
Yang terlibat dalam segitiga cinta antara kedua pemeran utama adalah aktor Jepang Fukushi Sota, yang memerankan salah satu calon kekasih Mu-hee. Ini adalah kali pertama Fukushi berakting dalam drama Korea setelah memantapkan dirinya melalui judul-judul seperti Bleach, My Tomorrow Your Yesterday, dan I’m Taking the Day Off.

Keputusan untuk memilih Fukushi memicu kemarahan dari netizen Korea Selatan, yang kembali mengangkat beberapa pernyataannya mengenai taktik Kamikaze yang digunakan oleh tentara Jepang. Selama siaran Fuji TV dari Please Teach Us About War pada 15 Agustus 2015, dia bertemu dengan para penyintas perang, berbagi bagaimana kakeknya ikut serta dalam Perang Pasifik tahun 1941.
“Kakek saya juga menghadapi akhir perang sambil berlatih untuk menjadi kamikaze,” narasi Fukushi. “Saya menghormati kakek saya. Kita berada di posisi kita sekarang berkat mereka.”
Anekdotnya disambut positif oleh pemirsa Jepang, yang memuji kejujuran dan rasa hormatnya kepada para prajurit seperti kakeknya. Namun, program tersebut dikritik karena dianggap mengagungkan perang dan mengabaikan kebrutalan pasukan Jepang.
Partisipasi Fukushi terus menimbulkan pertanyaan hingga saat ini, terutama mengingat sejarah invasi dan pembantaian Jepang di Korea Selatan.
Karena itu, sejumlah netizen Korea Selatan menyerukan boikot terhadap drama Korea yang ditayangkan sekaligus dalam 12 episode mulai 16 Januari.
Beberapa netizen menyebut Fukushi sebagai ‘aktor sayap kanan’ terkait komentarnya atas perang tersebut.
Dalam wawancara terpisah, Fukushi menyatakan dia antusias bisa bekerja di serial Korea untuk pertama kalinya. “Saya telah menyelesaikan pembacaan naskah, dan baik aktor maupun staf merasakan suasana yang luar biasa di lokasi syuting, yang membuat proses syuting semakin menyenangkan,” ujarnya dikutip Preview.
Hingga saat ini, Can This Love Be Translated? menuai peringkat 8,2 versi IMDb, menunjukkan antusiasme dan respons positif penggemar terhadap rom com yang syuting di empat negara: Korea Selatan, Jepang, Italy dan Kanada. (HG)