Hidupgaya.co – Wellington College Independent School Jakarta (WCIJ) mendaulat Tommy Suryopratomo sebagai Pembina Yayasan Wellington College Independent School Jakarta.

Penunjukan ini sejalan dengan aspirasi jangka panjang Indonesia dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan, seiring dengan rencana WCIJ membuka sekolah di Indonesia, berlokasi di Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong.

Sebagai Pembina Yayasan WCIJ, Tommy Suryopratomo akan berperan penting dalam mengarahkan tata kelola, memastikan akuntabilitas, dan mendukung pengembangan jangka panjang sekolah dengan tetap
menjaga integritas dan kepercayaan.

Peran ini memberikan fungsi pengawasan, sekaligus memperkuat kepercayaan dan kredibilitas WCIJ dalam memulai perjalanan di Indonesia.

Kiri ke kanan: Tommy Suryopratomo, Melissa Meyers, Tan Wee Han

Sebelum menerima amanat ini, Tommy mengaku berpikir panjang. Dia memutuskan menerima tawaran ini setelah mempelajari nilai-nilai inti Wellington College, yaitu Kindness (welas asih), Courage (keberanian), Respect (saling menghormati), Integrity (integritas), dan Responsibility (tanggung jawab), yang dipegang sebagai prinsip utama dalam membina generasi masa depan.

“Pendidikan selalu menjadi hal yang personal bagi saya. Melalui WCIJ, saya memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam membentuk cara generasi muda berpikir, bertindak, dan mengambil tanggung jawab di masyarakat,” kata Tommy Suryopratomo, jurnalis senior yang pernah berkarya di Kompas dan MetroTV dalam temu media di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Melalui penunjukan ini, WCIJ siap berkontribusi pada penguatan lanskap pendidikan Indonesia dengan menempatkan tata kelola, nilai-nilai, dan kualitas pendidikan sebagai fondasi pengembangan institusi.

Tommy menyebut, kehadiran Wellington dengan sistem yang dibangun sangat panjang, lebih dari 165 tahun, telah terbukti memberikan kontribusi di Cina dan Bangkok. “Giliran Indonesia yang akan turut merasakan pendidikan Wellington College. Harapannya, anak-anak dalam 15-20 tahun mendatang siap bersaing dalam menghadapi tantangan global. Hasilnya memang tidak instan, itu butuh proses, tapi anak-anak akan mendapatkan nilai-nilai baik yang diusung Wellington College dengan pengalaman panjang hampir 170 tahun,” bebernya.

Dia menyoroti tantangan di masa depan, antara lain adanya AI (kecerdasan buatan) yang diprediksi akan mendestruksi lini kehidupan. “Ini butuh kesiapan, bagaimana anak-anak Indonesia siap dengan ini. Sejak dini harus ditanamkan integritas kuat, juga rasa tanggung jawab, sejak usia prasekolah. Sekolah harus bisa mentransfer nilai-nilai baik agar anak-anak punya critical thinking,” ujar Tommy,

Tak kalah penting, sekolah diharapkan mampu menanamkan pola pikir global tapi pelaksanaan tetap dengan pemahaman lokal. “Bukan berpikir di awang-awang, tapi anak punya tonggak dan berpijak di bumi Indonesia,” lanjut Tommy.

WCIJ merupakan bagian dari jaringan pendidikan global Wellington College, yang didirikan di Inggris lebih dari 165 tahun yang lalu. Di Indonesia, sekolah ini dikembangkan di BSD City dengan fokus pada penyelenggaraan pendidikan berstandar internasional, kepemimpinan yang berorientasi pada nilai-nilai, serta tata kelola yang bertanggung jawab.

Kiri ke kanan: Tommy Suryopratomo, Melissa Meyers, Tan Wee Han (dok. Hidupgaya.co)

“Tata kelola yang kuat dan kepemimpinan yang tegas sangat penting dalam membangun institusi pendidikan yang kredibel. Penunjukan ini memperkuat komitmen kami untuk mendirikan Wellington College Independent School Jakarta dengan keterbukaan, integritas, dan tanggung jawab jangka panjang,” ujar Tan Wee Han, Governor and Chief Executive Officer Wellington College Education Singapore Group (WCESG), kesempatan sama.

Sementara itu, Melissa Meyers, Founding Head of School WCIJ, menyampaikan sari sisi akademik, WCIJ akan mengadopsi filosofi pendidikan holistik Wellington College, yang menyeimbangkan keunggulan akademik dengan pengembangan karakter dan kesejahteraan siswa. “Pendekatan ini diterapkan di seluruh sekolah Wellington College secara global dan akan disesuaikan secara kontekstual untuk Indonesia,” ujarnya.

Meyers menegaskan pentingnya keselarasan kepemimpinan dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Wellington College hendak memastikan setiap anak merasa diperhatikan, dihargai, dan diuji secara proporsional, didukung oleh para pendidik yang menumbuhkan rasa ingin tahu serta perkembangan diri. (HG)