Hidupgaya.co – PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung perempuan, terutama para ibu bekerja untuk berkembang dan meraih potensi terbaiknya.

Terkait hal itu, Unicharm menjalankan rangkaian program pengembangan kompetensi dan kepemimpinan dalam rangka mendorong lebih banyak karyawati untuk memasuki jajaran eksekutif di masa depan.

“Visi Unicharm adalah menjadi perusahaan nomor satu yang selalu dicintai seluruh wanita di Indonesia. Visi ini diwujudkan tidak hanya melalui produk inovatif, tetapi juga melalui kepedulian khususnya terhadap para karyawati,” ujar Sri Haryani, Direktur Unicharm.

Untuk mendukung pengembangan karir, Unicharm menyiapkan berbagai program pelatihan untuk mengembangkan talenta unggulan yang akan memimpin perusahaan di masa depan. Program pelatihan ini tidak hanya berfokus pada soft skill dan hard skill, tetapi juga jiwa kepemimpinan yang dibutuhkan sebagai seorang pemimpin di masa depan.

Program pengembangan ini meliputi program pelatihan untuk memberikan pengetahuan, melatih kemampuan dan keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin di masa mendatang yang berbasis pada filosofi Unicharm maupun secara umum.

Ilustrasi ibu bekerja (dok. Pexels)

Selain itu ada beberapa program pelatihan yang dikhususkan untuk menunjang kemajuan karyawati agar dapat menjadi kandidat jajaran eksekutif.

Sri Haryani menambahkan, upaya-upaya ini juga merupakan komitmen nyata Unicharm dalam mendukung realisasi corporate brand essence Unicharm, yaitu Love Your Possibilities.

”Unicharm percaya bahwa semua orang memiliki keunikan masing-masing dan potensi yang tak terbatas. Oleh karena itu, kami secara proaktif memberikan berbagai kesempatan dan edukasi, termasuk kepada karyawati perempuan, agar mereka dapat mengembangkan potensi tak terbatas yang dimiliki,” tandasnya.

Manajer lokal pertama di R&D Unicharm

Komitmen Unicharm untuk menyediakan ruang tumbuh bagi perempuan tercermin dari berbagai kisah nyata karyawati. Salah satunya datang dari Yulia Kristina yang bergabung sejak 2013 di Divisi Research & Development (R&D) untuk produk pembalut wanita Charm.

Berkat kerja keras dan kontribusinya selama lebih dari 12 tahun, Yulia kini menjadi karyawati lokal pertama yang menduduki posisi manajer di R&D Unicharm, yang selama ini sebagian besar diisi oleh orang Jepang.

Di Unicharm Indonesia, kehadiran karyawati lokal yang secara mandiri mengemban peran sebagai manajer di bidang R&D merupakan langkah besar dan sekaligus menjadi motivasi bagi generasi mendatang. 

Divisi R&D Unicharm di Indonesia sendiri memegang peran strategis sebagai hub R&D Unicharm Group di Asia Tenggara, yang didedikasikan untuk melahirkan terobosan produk terbaru dan menjadi yang pertama di dunia.

Lebih dari sekadar pusat pengembangan teknis, R&D Unicharm Indonesia juga menjadi pionir dalam pemberdayaan talenta lokal dengan memberikan kepercayaan penuh pada karyawati untuk menduduki posisi manajerial serta memimpin pengembangan produk-produk unggulan secara mandiri.

Menurut Yulia, pertumbuhan karirnya tidak terlepas dari dukungan perusahaan. Sejak awal bergabung, Unicharm menyediakan program training dan mentoring yang sangat terstruktur. “Saya juga beberapa kali mendapat kesempatan belajar ke kantor pusat di Jepang,” ujarnya.

Selama pelatihan di Jepang, Yulia tidak hanya mempelajari standar kualitas global Unicharm, tetapi juga terlibat dalam diskusi intensif serta pertukaran best practice dengan sesama anggota R&D dari berbagai negara.

Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya menghasilan inovasi, teknologi dan proses manufaktur yang efisien, tetapi juga etos kerja ‘Monozukuri’ Jepang yang mengutamakan kesempurnaan detail dan dedikasi tinggi dalam menciptakan produk yang mampu menjawab kebutuhan dan mendukung kehidupan konsumen.

Menanggapi peran gandanya sebagai seorang ibu dan pekerja, Yulia mengakui bahwa kunci utama terletak pada sistem pendukung yang solid baik di rumah dan pekerjaan. “Tantangan pasti ada, namun saya beruntung memiliki pasangan yang sangat mengerti kesibukan pekerjaan saya dan selalu siap berbagi tugas di rumah,” tuturnya.

Selain itu, dukungan dari rekan satu tim di kantor yang kooperatif dan solid, sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar.

Yulia Kristina bergabung sejak 2013 di Divisi Research & Development (R&D) untuk produk pembalut wanita Charm

“Tak kalah penting adalah atasan yang selalu memberi saya motivasi dan kesempatan untuk terus berkembang. Saya percaya bahwa memberikan kesempatan tanpa memandang jenis kelamin dan kewarganegaraan dapat menciptakan nilai untuk menghadapi tantangan baru pada akhirnya akan menghasilkan produk terbaik dan nilai sosial yang lebih baik,” pungkas Yulia.

Tips seimbangkan hidup bagi ibu bekerja

Menjadi ibu bekerja tidaklah mudah. Tantangan utama dari seorang ibu bekerja adalah menyeimbangkan pekerjaan dan waktu bersama keluarga.

Studi dari University of Pennsylvania menyatakan bahwa dibandingkan dengan para ayah, para ibu merasakan adanya tekanan yang jauh lebih besar saat bekerja karena ibu harus berusaha lebih keras untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan urusan rumah, termasuk pengasuhan anak.

Menurut psikolog Cecilia Helmina, ada tiga strategi praktis yang bisa dilakukan bagi ibu bekerja. Pertama, untuk urusan rumah, mintalah bantuan ke orang lain atau tenaga profesional jika dibutuhkan.

Kedua, diskusikan secara terbuka dengan pasangan dan keluarga di rumah untuk berbagi tugas sehingga pekerjaan rumah tidak terbengkalai. Terakhir, untuk urusan merawat anak, menjaga kualitas interaksi dan relasi adalah hal yang penting.

“Kualitas interaksi tidak ditentukan oleh seberapa sering dan banyaknya waktu bersama ibu, tetapi kehadiran ibu yang seutuhnya saat bersama anak. Usahakan untuk tidak melakukan pekerjaan kantor di rumah, dan biasakan untuk ngobrol sebentar saat makan bersama atau sebelum anak tidur. Kebiasaan ini akan membuat anak merasakan kehadiran kita sebagai ibu,” tandasnya. (HG)