Hidupgaya.co – INDEF mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 melambat dibanding periode sebelumnya, dengan pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga yang stagnan dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan daya beli masyarakat masih tertekan.
Tahun 2026 diperkirakan masih akan menantang dalam situasi ekonomi, termasuk fluktuasi biaya hidup. Di tengah kondisi ekonomi yang berfluktuasi, kebutuhan akan financial wellness menjadi semakin krusial.
“Mengelola keuangan bukan hanya soal menabung atau menekan pengeluaran, tetapi bagaimana kita membangun financial wellness yang utuh. Mulai dari proteksi, pengelolaan risiko, hingga kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan,” kata Fabiola Noralita, Direktur Bisnis Individu IFG Life.
Untuk mulai membangun kebiasaan dan perencanaan keuangan yang lebih sehat, berikut lima langkah financial wellness yang bisa kalian jalankan sepanjang 2026 di tengah situasi ekonomi yang masih tak pasti:
Evaluasi kondisi keuangan selama 2025
Sebelum melangkah ke 2026, sangat penting untuk melihat ke belakang kondisi dan aktivitas keuangan mu selama 2025. Periksa dengan jujur pengeluaran, pendapatan, utang, tabungan, dan pola konsumsi.

Salah satu caranya adalah dengan membuat tabel sederhana: catat rata-rata pengeluaran per bulan, dikelompokkan menurut kategori seperti kebutuhan pokok, tempat tinggal, keuangan dan proteksi, komunikasi dan hiburan, dana sosial, dan kebutuhan lainnya, lalu bandingkan dengan pendapatan dan aset yang dimiliki.
Dari tabel sederhana seperti ini, kamu dapat memahami pengeluaran yang mana yang bisa ditekan atau pola pengeluaran kamu. Evaluasi rutin seperti ini memudahkan kamu menyeimbangkan penghasilan dan pengeluaran, menemukan ruang untuk menabung atau berinvestasi, serta memastikan alokasi untuk kebutuhan penting sudah ideal.
Buat skala prioritas dan target untuk 2026
Setelah memahami posisi keuangan saat ini, langkah berikutnya adalah menetapkan target finansial yang jelas dan realistis sesuai kebutuhan dan rencana hidup kamu di 2026. Coba proyeksikan apa saja milestone atau hal yang kemungkinan membutuhkan biaya besar tahun depan. Misalnya, anak akan masuk sekolah, ada rencana renovasi rumah, ingin mulai membangun dana darurat, atau sudah menargetkan liburan panjang yang selama ini tertunda.
Semua rencana ini perlu dimasukkan ke dalam perencanaan agar anggaranmu lebih terarah dan tidak membebani keuangan di tengah jalan.
Dengan target yang spesifik, lebih mudah untuk membuat anggaran bulanan dan melihat prioritas pengeluaran.
Pahami dan kenali potensi risiko tahun depan
Memasuki 2026, selain menetapkan prioritas dan target, penting untuk memahami risiko yang dapat memengaruhi rencana keuangan kamu. Kejadian tak terduga selalu mungkin terjadi, baik bersifat eksternal seperti inflasi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, maupun internal seperti perubahan penghasilan atau kebutuhan mendadak dalam keluarga.
Kamu dapat mempersiapkan strategi mitigasi yang tepat menjadi salah satu bagian penting untuk mencapai financial wellness. Misalnya menyiapkan cadangan dana darurat, menyesuaikan rencana pengeluaran, atau meninjau ulang alokasi investasi.
Memahami risiko membantu kamu lebih realistis dalam membuat keputusan keuangan dan menjaga rencana jangka panjang tetap aman.
Lengkapi dengan proteksi yang tepat
Ketika situasi ekonomi dan biaya hidup fluktuatif, risiko tak terduga relatif tinggi. Sakit, kecelakaan, kehilangan pekerjaan, hingga kebutuhan mendadak menjadi semakin fatal. Dalam kondisi seperti ini, memiliki proteksi asuransi menjadi bagian krusial dari financial wellness.
Bahkan proteksi harus dijadikan prioritas sebelum mulai mengejar investasi agresif, karena asuransi memberikan ‘sabuk pengaman’ agar risiko besar tidak menjebol perencanaan keuangan kamu.
Catat keuangan di tahun 2026 secara konsisten
Konsistensi sering menjadi tantangan terbesar dalam perencanaan keuangan, sehingga membangun kebiasaan rutin lebih penting daripada sekadar membuat rencana. Mulailah dengan langkah praktis, seperti mencatat pengeluaran harian menggunakan aplikasi atau buku catatan, serta membuat kalender keuangan untuk mengingat tanggal penting seperti tagihan bulanan atau jatuh tempo premi.
Luangkan waktu sekali seminggu untuk merekap pengeluaran, dengan cara yang paling nyaman bagi kamu, baik melalui aplikasi maupun buku catatan. Yang terpenting adalah menjadikan kebiasaan ini sebagai rutinitas.
Dengan melakukannya secara konsisten, alokasi dana untuk proteksi, tabungan, dan kebutuhan penting bisa tetap terjaga. (HG)