Hidupgaya.co – Talenta muda Indonesia yang ingin mengenyam pendidikan di sekolah internasional namun terkendala biaya, The Independent School of Jakarta (ISJ) membuka peluang pendaftaran Beasiswa Ki Hajar Dewantara.

Eileen Fisher, Academic Director The Independent School of Jakarta menyampaikan beasiswa ini terbuka bagi siswa-siswi Indonesia yang memiliki potensi luar biasa namun membutuhkan dukungan finansial untuk mendapatkan kesempatan belajar di sekolah internasional kelas dunia.

Dinamai Ki Hajar Dewantara (1889–1959), pahlawan nasional Indonesia di bidang pendidikan dan pendiri sistem sekolah Taman Siswa, beasiswa ini menghormati keyakinannya bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh semua orang tanpa memandang latar belakang.

Siswa The Independent School of Jakarta (ISJ bermain di halaman sekolah (dok. Hidupgaya.co)

Beasiswa yang diberikan ISJ menjiwai nilai-nilai tersebut dengan mendorong lahirnya generasi pemimpin Indonesia masa depan yang belajar dalam lingkungan internasional namun tetap berakar pada budaya dan tanggung jawab sosial mereka.

“Beasiswa itu berlaku untuk tingkat masuk Year 1, 2, atau 3, terbuka bagi Warna Negara Indonesia. Dalam setahun akan ada dua siswa penerima Beasiswa Ki Hajar Dewantara. Beasiswa yang kami berikan bisa mencapai 100% pembebasan biaya sekolah, didasarkan pada hasil asesmen akademik dan peninjauan potensi, serta ditentukan oleh kondisi keuangan keluarga,” ujar Eileen Fisher dalam temu media di ISJ, Rabu (5/11).

Dia menambahkan, batas waktu pendaftaran untuk mendapatkan Beasiswa Ki Hajar Dewantara hingga 30 Januari 2026. “Peserta yang memenuhi syarat adalah siswa-siswi Indonesia dengan potensi akademik tinggi, namun berasal dari keluarga yang tidak mampu menanggung biaya pendidikan internasional,” terang Fisher.

Siswa The Independent School of Jakarta belajar di kelas (dok. Hidupgaya.co)

Lebih lanjut ia menyampaikan, potensi akademik diukur bukan hanya dari prestasi sebelumnya, tetapi juga dari kemampuan berpikir, bernalar, dan belajar secara mendalam. “Untuk peserta muda di Year 1 dan Year 2, ISJ menggunakan observasi berbasis permainan yang umum digunakan di sekolah persiapan di Inggris,” urainya.

Pendekatan ini, sebut Fisher, menilai rasa ingin tahu, kemampuan memecahkan masalah, dan interaksi sosial anak melalui aktivitas yang menyenangkan, tanpa bergantung pada kemampuan membaca atau bahasa yang telah berkembang.

Sedangkan untuk peserta mulai Year 3 ke atas, ISJ menggunakan Cognitive Abilities Test (CAT4), yakni asesmen standar internasional yang mengukur kemampuan bernalar verbal, non-verbal, kuantitatif, dan spasial. CAT4 diyakini memberikan gambaran objektif dan netral terhadap kemampuan belajar anak, melengkapi observasi kelas dan penilaian guru.

“Pendekatan seimbang ini memastikan semua peserta diperlakukan secara adil, terlepas dari latar belakang bahasa atau pengalaman pendidikan sebelumnya, selaras dengan komitmen ISJ terhadap keadilan, inklusi, dan keunggulan akademik,” beber Fisher.

Eileen Fisher, Academic Director The Independent School of Jakarta mendampingi siswa bermain di halaman sekolah (dok. Hidupgaya.co)

The Independent School of Jakarta (ISJ) adalah sekolah internasional bergaya Inggris di Jakarta untuk anak usia 2–13 tahun, yang menerapkan Kurikulum Nasional Inggris dengan standar emas. Dengan pengajar berkualifikasi tinggi yang direkrut langsung dari sekolah-sekolah independen terbaik di Inggris, para siswa ISJ secara konsisten meraih hasil akademik sangat tinggi.

Terkait isu penindasan sesama siswa di sekolah yang belakangan mengemuka di Tanah Air, Eileen Fisher menyampaikan The Independent School of Jakarta menerapkan pendidikan yang mengajarkan anak-anak menghormati satu sama lain dan menenggang rasa. “Kami dan pengajar akan memastikan anak-anak yang belajar di ISJ dan berasal dari latar belakang berbeda dari berbagai negara memahami hal itu,” ujarnya.

Namun demikian, dia tidak bisa menggaransi sepenuhnya bahwa penindasan antarsiswa tidak bakal terjadi. “Mungkin mereka tidak paham apa yang mereka lakukan itu masuk bullying. Jika hal itu terjadi, kami akan pastikan kasusnya dicek dan ada sistem agar hal itu tidak terulang. Hal ini juga akan kami sampaikan ke anak dan orang tua,” tandas Eileen Fisher. (HG)