Hidupgaya.co – Dian Sastrowardoyo, Eva Celia dan Agnes Jennifer melenggok anggun di panggung Miracle Runway Jakarta Fashion Week (JFW) membawakan karya busana dari tiga label: Studio Jeje, Christie Basil dan Jan Sober.

Selain ketiga muse itu, tampil juga sembilan perempuan ‘Miracle Models’ yang telah melewati seleksi ketat untuk tampil di panggung pergelaran busana merayakan kampanye ‘Cheat Your Age’ yang digagas Pond’s Age Miracle sebagai bentuk gerakan perlawanan terhadap ageism, alias tidak tunduk pada batasan usia.

Dian Sastrowardoyo, suara utama gerakan ini, berbagi pandangan mengenai semangat berkarya tanpa dibatasi usia. Menurutnya, ageism akan berhenti saat perempuan percaya bahwa tak ada usia yang terlalu tua untuk memulai hal baru.

“Tak ada usia yang terlalu tua untuk mencoba hal baru. Aku baru membuka perusahaan film dan juga Parama Talents di usia 40 tahun. Usia yang lebih matang justru bikin kita lebih tahu apa yang ingin kita tekuni,” ujar pelaku seni yang sibuk menjalani berbagai aktivitas dan tak ragu mencoba hal baru saat menapak usia 40 dalam temu media JFW 2026 yang dihelat di Pondok Indah Mall 3 Jakarta, baru-baru ini.

Menurut ibu dua anak ini, usia 40 justru menjadi titik paling siap menapak hal baru, baik dalam hidup maupun meniti karier. Aktor yang melejit berkat karakter Cinta di film ikonis Ada Apa Dengan Cinta? ini megatakan bahwa kedewasaan membuat kita lebih siap berkomitmen terhadap apa pun yang kita mulai.

Dian Sastrowardoyo, Eva Celia dan Agnes Jennifer melenggok anggun di panggung Miracle Runway Jakarta Fashion Week (JFW) bersama 9 Miracle Models (dok. Ist)

“Banyak perempuan justru menemukan jati diri dan kepercayaan diri sejati di usia yang lebih dewasa. Kadang justru di usia yang lebih dewasa, perempuan baru merasa cukup matang dan berpengetahuan. Itu seharusnya jadi sumber kepercayaan diri, bukan penghalang,” bebernya.

Tidak tunduk pada batasan usia, menurut Dian harus dimulai dari diri sendiri, dengan terus belajar, berani mencoba hal baru, serta merawat diri. “Saat kita menghargai dan merawat diri dengan baik, daya tarik dan kepercayaan diri tidak akan pernah punya batas usia,” tandasnya.

Terkait perlawanan terhadap ageism, Esa Mahira Arman, Senior Brand Manager Pond’s menyampaikan bahwa stereotip ini membuat perempuan seolah-olah dituntut untuk berpacu dengan waktu, karena mereka dipandang akan semakin ‘memudar’ seiring bertambahnya usia.

“Padahal tidak begitu. Perempuan bisa tetap berkarya di usia berapa saja. Inilah semangat yang digaungkan Pond’s Age Miracle, bahwa miracles can shine at any age. Kami ingin mendampingi seluruh perempuan bergerak bersama melawan ageism melalui kampanye ‘Cheat Your Age’ untuk tidak tunduk pada batasan usia,” beber Esa.

Dian Sastrowardoyo, perwakilan Pond’s dan desainer kolaborator Miracle Runway JFW 2026 (dok. ist)

Menurutnya, kampanye itu bukan soal berpura-pura muda atau menolak usia, tetapi bagaimana jenama skincare yang bernaung di bawah Unilever Indonesia mengajak setiap perempuan untuk merayakan tiap fase hidup dengan bangga dan melampaui ekspektasi diri sendiri maupun orang lain terhadap usia mereka.

Ageism merupakan diskriminasi/stereotip berbasis usia adalah fenomena yang kian marak terjadi, terutama di antara perempuan. Dalam hal penampilan, kecantikan yang dipandang ideal masih identik dengan usia muda, kulit kencang, dan lainnya. Saat tanda-tanda penuaan muncul, seperti kulit yang mulai keriput atau kusam, lantas timbul stereotip bahwa mereka menjadi kurang menarik.

Demikian pula saat ingin mengaktualisasikan diri, perempuan di atas usia 30 tahun cenderung dianggap konservatif, tidak seproduktif generasi muda, atau terlambat untuk bermimpi.

Miracle Runway JFW 2026

Semangat kampanye ‘Cheat Your Age’ diwujudkan melalui serangkaian aktivitas untuk menemukan sembilan perempuan hebat yang berkesempatan tampil di panggung JFW 2026. Tahun ini, audisi Miracle Runway untuk pertama kalinya diadakan di dua kota yaitu Jakarta dan Surabaya. Antusiasme peserta melimpah, tercatat 500 perempuan dari berbagai latar belakang telah mendaftar secara online untuk berbagi keseharian mereka melawan ageism.

Miracle Models tampil di panggung Miracle Runway JFW 2026 (dok. Ist)

Melalui tahap penyaringan dan audisi di dua kota, akhirnya terpilih sembilan perempuan berusia 31-48 tahun sebagai pemenang. Mereka kemudian mengikuti sesi ‘A Miracle Day of Transformation’ yang memberikan berbagai pembekalan seperti: sharing session tentang cara mengenal dan memaksimalkan potensi diri, kelas pembuatan konten, dan sesi catwalk.

Seluruh pembekalan ini telah mentransformasi mereka menjadi Miracle Models yang siap menginspirasi perempuan lainnya di panggung pergelaran busana, satu panggung bersama Dian Sastrowardoyo, Eva Celia dan Agnes Jennifer.

Inspirasi koleksi Miracle Runway 2026

Sebagai puncak perayaan melawan ageism, Pond’s Age Miracle menjalin kolaborasi bersama tiga desainer, yakni Angelita Nurhadi dengan label Studio Jeje, Christie Basil, dan Jan Angga dari label Jan Sober, menampilkan koleksi di JFW 2026. Ketiganya menginterpretasikan semangat kampanye ‘Cheat Your Age’ ke dalam koleksi kolaborasi.

Angelita Nurhadi menampilkan koleksi Tapak Dara yang memadukan feminitas effortless dengan keahlian kriya yang halus. Terinspirasi dari puisi sunyi wildflowers (bunga-bunga liar) yang tumbuh di tepi jalan dan trotoar Jakarta, koleksi itu menangkap semangat kebebasan, kemampuan beradaptasi, kepercayaan diri, dan kekuatan dalam kelembutan sebagai cerminan perempuan yang tumbuh, berevolusi, dan mekar seiring waktu.

Miracle Models tampil di panggung Miracle Runway JFW 2026 (dok. Ist)

Koleksi ini menegaskan keyakinan bahwa kecantikan sejati tidak memudar, melainkan bertransformasi. Seperti bunga-bunga liar yang selalu memperbarui diri di setiap musim, perempuan membawa keanggunan abadi yang semakin dalam di setiap babak kehidupan.

Sementara itu desainer Christie Basil menampilkan koleksi Glass Onion, terinspirasi dari keunikan bawang yang terlihat sederhana, tetapi penuh makna. Layaknya mengupas onion lapis demi lapis, proses membuka lapisan diri bukanlah proses yang nyaman. “Saat kita berani menanggalkan topeng sosial, peran, dan ekspektasi yang melekat, sering kali ada air mata yang harus jatuh,” ujarnya.

Koleksi ini menyimbolkan bahwa cantik bukan tentang lapisan luar yang menutupi, tapi keberanian menanggalkan lapisan itu karena kecantikan sejati lahir ketika kita jujur pada diri sendiri. Inilah makna ‘Cheat Your Age’ bagi Christie, bagaimana jiwa muda akan muncul ketika kita kembali ke diri yang otentik. Menurutnya usia boleh bertambah, tapi inti diri kita sejatinya tidak pernah menua.

Miracle Models tampil di panggung Miracle Runway JFW 2026 (dok. Ist)

Jan Angga memiliki perspektif yang tak kalah unik dalam koleksi bertajuk Time, Unveiled: Gilded Reverie. Melalui koleksi itu Jan menentang anggapan bahwa usia menentukan kecantikan, menghadirkan eksplorasi tentang keanggunan radikal dalam kematangan melalui permainan minimalisme, tailoring yang lembut, dan pengendalian detail yang penuh rasa. 

Koleksi ini menyingkap kekuatan lembut dari keindahan yang tak lekang oleh waktu – menjaga keanggunan yang datang bersama usia. Tiap potongan mencerminkan keaslian yang begitu jujur, sekaligus berani dan halus.

Di koleksi ini Jan menyuarakan semangat ‘Cheat Your Age’ dengan merangkul keindahan usia di setiap lipatan, garis, dan tekstur yang membentuk sebuah perjalanan. Diciptakan untuk mereka yang telah melalui banyak hal dan terus bertumbuh, koleksi ini menemukan keseimbangan antara struktur dan jiwa, tanpa meromantisasi atau menolak tanda-tanda waktu. (HG)