Hidupgaya.co – Kanker payudara maish menjadi mimpi buruk bagi wanita, menduduki peringkat teratas kasus kanker pada wanita di Indonesia. Data Globocan 2022 menyebut, ditemukan lebih dari 408.661 kasus baru dan 242.099 kematian akibat kanker payudara di seluruh Indonesia.
Kanker payudara menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia, diikuti kanker serviks, paru, dan kanker kolorektal (usus besar).
Tingginya kematian akibat kanker payudara di antaranya karena pasien kanker payudara berobat dalam stadium lanjut sehingga menurunkan peluang sembuh. Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), sekitar 70 persen pasien kanker payudara datang ke rumah sakit pada stadium lanjut/akhir, kanker sudah menyebar ke orhan lain (metastasis).
Padahal, jika ditemukan dalam stadium dini, peluang harapan hidup pasien kanker payudara mencapai 90 persen.

Untuk itulah, wanita didorong melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) dan SADANIS (periksa payudara klinis) sebagai upaya deteksi kanker nomor wahid di Tanah Air.
Spesialis bedah RS Atma Jaya, dr. Daniel Ardian Soeselo, Sp.B, Msi.Med menekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa pasian kanker payudara. “Makin cepat ditemukan kemungkinan sembuhnya semakin besar. Dengan deteksi dini, makin banyak nyawa yang bisa kita selamatkan,” ujarnya dalam diskusi tentang kanker payudara ‘Every You, Aware and Care’ yang dihelat Sorella, Lovepink dan Unika Atma Jaya Jakarta, Rabu (8/10)
Setiap wanita, sebut dr. Daniel, perlu mewaspadai hal yang tak biasa di kedua payudara, antara lain benjolan teraba terasa jasar dan tumbuh cepat dalam waktu, puting tertarik ke dalam atau permukaan kulit yang berubah seperti kulit jeruk. “Jika menemukan tanda ini di payudara, segera periksa ke dokter,” tuturnya.
Dalam diskusi itu juga hadir penyintas yang berbagi pengalaman dalam mengelola kanker payudara. Fertina Tarasari, anggota komunitas Lovepink dan penyintas memiliki pesan penting bahwa didiagnosis kanker payudara bukan akhir dari segalanya. “Ini titik awal untuk berani melawan dan tetap percaya diri,” ujarnya.
Dia mendorong deteksi dini kanker tak harus menunggu usia matang, melainkan dimulai dari sekarang. “Melalui Every You, Aware and Care, kami ingin menanamkan kesadaran kepada generasi muda untuk peduli pada kesehatan payudara sejak dini, tidak menunggu usia matang. Deteksi dini bisa dimulai dari sekarang,” bebernya.
Tahun ini, Sorella juga menghadirkan kembali koleksi spesial bertajuk ‘Every You’ untuk mendukung program 10.000 USG Gratis yang diinisiasi Lovepink.

Program itu bertujuan membantu deteksi dini kanker payudara bagi perempuan kurang mampu yang kesulitan mengakses layanan pemeriksaan medis karena biaya yang tinggi.
Kolaborasi Sorella dan Lovepink bukan hal baru. Selama lebih dari satu dekade, keduanya konsisten mengadakan berbagai kegiatan sosial dan kampanye edukatif demi meningkatkan kesadaran kanker payudara di Indonesia.
Mengusung semangat ‘Be Brave, Be Aware, Be You’, diharapkan kian banyak perempuan Indonesia yang berani memeriksakan payudara dan mempunyai pengetahuan tentang bagaimana menjaga organ penting ini, serta terlibat dalam dukungan terhadap sesama. (HG)