Hidupgaya.co – Sebanyak 450 personel Pemuda Panca Marga (PPM) dan Yudha Putra dari berbagai wilayah dilibatkan dalam prosesi upacara HUT TNI tahun ini.

“Sebanyak 450 anggota kami telah mengikuti persiapan dan gladi sejak 26 September. Kami melibatkan gabungan anggota Banten, Jakarta, dan Jawa Barat serta Batam dan Lampung untuk merepresentasikan PPM seluruh provinsi. Untuk HUT TNI, kami menunjuk Rifiansyah Joesdiputra sebagai komandan brigade,” ujar Ketua Umum Pemuda Panca Marga sekaligus Komandan Korps Yudha Putra, Patriani Paramita Mulia, dalam keterangannya, Minggu (5/10).

“Kami mengucapkan dirgahayu ke-80 TNI, semoga jaya selalu bersama rakyat dalam mensukseskan program pemerintah Presiden Prabowo Subianto,” imbuh Patriani Paramita.

Partisipasi Pemuda Panca Marga dan Yudha Putra di HUT TNI 2025

Tak lupa ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah melibatkan Pemuda Panca Marga dan Yudha Putra dalam berbagai acara kenegaraan resmi maupun sebagai komponen sishankamrata. Salah satunya adalah dalam upacara HUT Kemerdekaan 17 Agustus silam di Istana Negara dan juga pengamanan bersama jajaran TNI.

Ketua Umum Pemuda Panca Marga sekaligus Komandan Korps Yudha Putra, Patriani Paramita Mulia

Menurut dia, hal itu meningkatkan moral anggota dan menunjukkan bahwa PPM dan Yudha Putra selalu siap dalam mendukung dan mensukseskan program pemerintah serta berperan aktif dalam memberikan kontribusi positif untuk masyarakat.

Ketua Umum Pemuda Panca Marga sekaligus Komandan Korps Yudha Putra, Patriani Paramita Mulia (ketiga dari kiri)

Pemuda Panca Marga adalah organisasi KBTNI – POLRI yang berada dalam binaan resmi Legiun Veteran Republik Indonesia dan juga Panglima TNI, KASAD, KSAU, KSAL, serta Kapolri. Dengan demikian seluruh kegiatan PPM dan Yudha Putra adalah resmi dalam binaan dan juga kerja sama dan laporan dengan Kementerian Pertahanan.

“Begitu pula adanya Yudha Putra sebagai cadangan nasional sudah eksis sejak tahun 1980an. Jadi baik PPM maupun Yudha Putra bukanlah hal baru,” terang Paramita.

Dia menambahkan, anggota Yudha Putra dapat memakai loreng dan baret setelah melakukan latsarmil (latihan dasar kemiliteran) oleh TNI. “Jadi tidak sembarangan. Nilai yang kami jalankan adalah nilai luhur perjuangan demi mempertahankan dan mensukseskan kemerdekaan dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (HG)