Hidupgaya.co – Desainer mode Brilianto menggelar pergelaran tunggal di panggung JF3 Fashion Festival 2025, mengusung tema ‘Mahakirti’ yang dituangkan dalam 40 look busana dengan desain memikat.

Menurut desainer asal Palembang, Sumatra Selatan, fashion show kali ini terasa istimewa karena menandai kiprahnya di dunia mode Indonesia dalam rentang 15 tahun.

Show kali ini istimewa buat saya sebagai selebrasi menandai pencapaian selama 15 tahun menjadi fashion designer,” ujar Brillianto dalam temu media sebelum pergelaran busana di Re-Crafted Hall Summarecon Mall Serpong, Kamis (31/7/2025).

Brilianto hadirkan koleksi Mahakirti di JF3 Fashion Festival 2025 (dok. JF3)

‘Mahakirti’ sengaja diusung sebagai tema besar pergelaran kali ini. Diambil dari bahasa Sanskerta, Mahakirti memiliki makna ‘mahakarya’ atau ‘karya agung’.

Untuk koleksi ini, Brilianto mengambil inspirasi dari keagungan Candi Borobudur, yang dia terjemahkan melalui kreasi patchwork dari kain perca.

“Tumpukan batu candi, juga relief saya buat dalam kreasi patchwork. Ini juga mengusung semangat sustainable fashion, menggunakan kembali potongan kain diolah menjadi materi pakaian. Jadi sebisa mungkin meminimalkan limbah, zero waste, sebagai pertanggungjawaban saya sebagai pelaku bisnis fashion, ” tuturnya.

Brillianto menyampaikan, perca yang menjadi materi koleksi ‘Mahakirti’merupakan potongan sisa kain yang dia kumpulkan dalam dua tahun terakhir.

Brilianto hadirkan koleksi Mahakirti di JF3 Fashion Festival 2025 (dok. JF3)

Untuk diketahui, patchwork adalah teknik menjahit yang digunakan untuk membuat suatu karya dengan menggabungkan potongan-potongan kecil kain menjadi satu
kesatuan yang lebih besar.

Potongan-potongan kain tersebut biasanya memiliki warna, pola, dan tekstur yang berbeda-beda, sehingga menciptakan suatu karya yang unik dan menarik.

Kerap digunakan dalam pembuatan quilt, selimut, atau dekorasi lainnya, patchwork membutuhkan ketelatenan dan kreativitas dalam memilih dan menggabungkan potongan-potongan kain untuk menciptakan suatu karya yang indah dan harmonis.

Brilianto menyebut, Mahakirti adalah bentuk penyempurnaan patchwork karyanya yang menggabungkan budaya tradisional dan modernitas dalam satuan konsep glam streetwear. “Setiap baju akan memiliki potongan unik, disesuaikan dengan sisa bahan. Jadi nggak ada baju yang persis sama,” terangnya.

Sebanyak 40 koleksi baju pria dan wanita itu melenggang cantik memeluk model. Selain menggunakan patchwork, Brillianto juga menyematkan sulam sashiko dan feston dari perajin jumputan di Palembang.

Brilianto hadirkan koleksi Mahakirti di JF3 Fashion Festival 2025 (dok. JF3)

“Ada sejumlah perajin yang bisa mengerjakan motif jelujur, ikat dan celup serta sulam sashiko dan feston. Untuk koleksi ini, saya bekerja sama dengan mereka,” beber Brilianto.

Menurutnya, sustainable fashion bukan sakadar soal sampah tekstil, melainkan juga memberdayakan lingkungan sekitar untuk mengangkat derajat hidup dan menghidupi perajin dari karyanya.

Sebagai desainer, Brilianto memiliki tekad tak sekadar menciptakan tren namun juga harus bermanfaat bagi libgkungan sekitar. “Jadi ada bisnis sosialnya,” tandasnya. (HG)