Hidupgaya.co – Pernah dengar tentang roti sourdough? Disebut sourdough karena roti itu mendapatkan rasa khasnya yang sedikit tajam dari proses fermentasi alami menggunakan starter sourdough, yang mengandung ragi liar dan bakteri. Mikroorganisme ini menghasilkan asam laktat selama fermentasi, yang berkontribusi pada rasa asam dan juga meningkatkan kualitas penyimpanan roti.
Istilah ‘sourdough’ berasal dari kata Inggris Kuno yakni ‘sūr’ (asam) dan ‘dōh’ (adonan), yang mencerminkan rasa khas ini.
Dalam bentuknya yang paling dasar, bahan-bahan sourdough adalah tepung, garam, dan air yang dicampur dengan starter sourdough (biasanya campuran bakteri dan ragi) – yang bertindak sebagai agen pengembang alami.
Sejumlah orang menyukai sourdough karena rasa uniknya, tetapi yang lebih baik lagi adalah manfaat kesehatannya.
Manfaat kesehatan sourdough
Dikutip dari laman BBC, sourdough lebih mudah dicerna daripada roti lainnya karena proses fermentasi yang lambat memecah protein dan membuat vitamin dan mineral lebih mudah diserap tubuh.
Saat sourdough berfermentasi, bakteri asam laktat alaminya memecah karbohidrat dalam tepung. Proses ini secara signifikan mengurangi jumlah gula yang sulit dicerna yang dikenal sebagai oligosakarida, disakarida, monosakarida, dan poliol yang dapat difermentasi (fodmap).
Pada saat yang sama, serat dan senyawa sehat yang disebut polifenol menyediakan bahan bakar penting bagi mikroba usus.
Sementara proses fermentasi yang lambat membuatnya bermanfaat bagi orang-orang yang perlu mengelola kadar gula darah. Namun, roti berbahan dasar ragi yang tersedia secara komersial (biasanya) memiliki beberapa manfaat, termasuk diperkaya dengan vitamin dan mineral tertentu.
Sourdough juga dapat membuat kita kenyang lebih lama. Beberapa penelitian menemukan bahwa orang merasa kurang lapar setelah makan makanan panggang sourdough dibandingkan dengan roti lainnya.
Proses fermentasi pada roti sourdough memecah gluten dan mengurangi fodmap, sehingga lebih mudah dicerna oleh sebagian orang dan berpotensi bermanfaat bagi penderita gangguan usus.
Selain itu, roti sourdough mengandung prebiotik dan serat, yang dapat memberi makan bakteri baik di usus, sehingga meningkatkan mikrobioma usus yang sehat.
Roti sourdough memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan roti lainnya, yang berarti dapat memperlambat kenaikan kadar gula darah, yang bermanfaat untuk manajemen gula darah.
Sementara proses fermentasi sourdough dapat meningkatkan bioavailabilitas mineral tertentu seperti zat besi, seng, dan magnesium, sehingga lebih mudah diserap tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kandungan serat pada roti sourdough dapat mengurangi risiko kanker tertentu.
Roti sourdough gandum utuh dapat menjadi makanan padat nutrisi, menawarkan sumber serat, vitamin, dan mineral yang baik. (HG)
