Hidupgaya.co – Gelaran pesta diskon tahunan Festival Jakarta Great Sale (FJSG) ke-18 yang melibatkan 100 pusat belanja di area Jakarta resmi dibuka Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ajang ini sekaligus menyambut ulang tahun DKI Jakarta ke-498 tahun ini.

Ajang tahunan kolaborasi Pemprov DKI Jakarya bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta tahun ini berlangsung sebulan penuh, 10 Juni hingga 10 Juli 2025 dengan mematok target transaksi Rp15,5 triliun, naik dari tahun lalu yang tercapai sebesar Rp14 triliun.

Gubernur Pramono mengatakan apabila target itu tercapai akan membuktikan bahwa ekonomi Jakarta ‘baik-baik saja’.

“Saya lihat antusiasme berbelanja di Jakarta ini sudah naik. Jadi, saya yakin orang ke mau ke Jakarta untuk belanja, apalagi diskonnya sampai 70 persen,” ujar Pramono dalam sambutannya saat membuka FJGS 2025 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Orang nomor satu di DKI Jakarta itu optimistis minat belanja masyarakat akan naik, didorong oleh promo diskon hingga 70 persen serta akses yang lebih mudah.

Gerai UMKM di Lippo Mall Nusantara Jakarta (dok. Hidupgaya.co)

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini Jakarta tengah berbenah agar menjadi lebih menarik dan semakin mudah diakses – di antaranya dengan dibukanya sejumlah rute Transjabodetabek yang jumlah penumpangnya melebihi target.

Pramono mencontohkan rute Blok M-PIK 2, awalnya rata-rata target penumpangnya per hari 2.000, kini ternyata pernah mencapai 6.000 penumpang per hari.

Adapun rute Blok M-Bogor ternyata diminati masyarakat yang tinggal di luar Jakarta. “Antreannya panjang sekali yang mau naik di Bogor. Banyak yang tidak percaya hanya dengan Rp3.500 sudah sampai Jakarta busnya bagus dan melewati tol,” tuturnya.

Fasilitas dan akses transportasi yang lebih baik diharapkan meningkatkan kunjungan masyarakat di luar Jakarta untuk berkunjung ke ibukota sekaligus belanja.

Abang None Jakarta 2025 diharapkan turut mendorong minat generasi muda menggerakkan perekonomian dengan berbelanja (dok. Hidupgaya.co)

Sementara itu, Ketua APPBI DKI Jakarta Mualim Wijoyo menyampaikan, mengusung tema The Ultimate Destination For Shopping, FJGS 2025 diharapkan Jakarta bukan hanya sebagai ibukota negara, namun juga kota belanja dan tempat wisata yang menarik.

“Di FJGS tahun ini ada 100 mal berpartisipasi dengan menawarkan berbagai produk dengan harga diskon, juga tersedia hadiah menarik, di antaranya tabungan Bank Mandiri senilai total Rp300 juta yang bisa dipakai belanja lagi,” ujar Mualim dalam temu media sebelum pembukaan FJGS 2025 di lokasi yang sama.

Menurut Mualim yang bertindak sebagai Ketua Pelaksana FJGS 2025, ajang tahunan ini bukan sekadar pesta diskon namun juga stimulus kepada masyarakat untuk kembali belanja di tengah perekonomian yang lesu dan daya beli masyarakat menurun.

“Jakarta itu kota tangguh, tidak pernah tidur. Kita yakin pusat belanja akan menjadi penggerak perekonomian, juga menyerap tenaga kerja yang banyak. Rata-rata mal itu memiliki 2000 pekerja. Dengan adanya 100 mal, maka sudah ada 200 ribu yang bekerja di pusat belanja,” tutur Mualim.

Dia berharap FJGS 2025 disambut meriah oleh masyarakat luas. “Kita percaya Jakarta tetap jadi daya tarik masyarakat Indonesia dan mancanegara,” tandasnya.

Dorong daya beli terhadap produk lokal

Kesempatan sama, Elisabeth Ratu Rante Allo, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas kiprah APPBI DKI dalam menggelar FJGS secara konsisten.

Penyelenggara FJGS 2025 (dok. Hidupgaya.co)

“Kami sampaikan terima kasih APPBI DKI Jakarta tidak pernah absen mendukung perekonomian Pemprov DKI. Dengan adanya FJGS memberikan panggung bagi UMKM, terutama tenant Dekranasda dan Jakarta Entrepreneur. Semoga FJGS bisa meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk lokal,” ujarnya.

Ratu mengakui festival belanja ini berdampak terhadap penyediaan lapangan kerja di sektor ritel, properti dan jasa pendukungnya. “Dengan memberikan dukungan kepada FJGS sama dengan kita memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta,” bebernya.

Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Sherly Yuliana menekankan, Jakarta sebagai kota utama destinasi belanja memiliki fasilitas mumpuni.

“Jadi sebagai pusat belanja sangat diminati bukan hanya warga Jakarta tapi juga wisatawan nusantara dan mancanegara,” ujarnya.

Menurut Sherly, Abang None Jakarta bukan hanya visual namun juga sebagai duta gaya hidup yang mencerminkan Jakarta yang dinamis dan bersemangat, serta mengajak anak muda menggerakkan perekonomian dengan berbelanja. (HG)