Hidupgaya.co – Generasi Alpha dan Beta sebagai generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, memiliki potensi luar biasa menjadi  anak hebat yang digerakkan oleh tujuan jelas untuk membuat perubahan dan dampak positif bagi dunia.

Seiring ilmu pengetahuan yang makin berkembang dan dunia yang terus berubah, multi-learning penting dilakukan generasi Alpha dan Beta agar mampu mengeksplorasi beragam pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang.

Dengan cara ini anak diharapkan bisa saling menghubungkan semua pembelajaran yang didapatkan untuk memecahkan masalah secara holistik, terus mengembangkan diri, serta memberikan dampak positif ke sekitarnya, menurut psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener.

“Peran orang tua adalah memberikan stimulasi yang tepat sangat penting sehingga anak dapat memiliki berbagai karakter hebat seperti rasa ingin tahu yang tinggi, kreatif, kolaboratif, berdaya juang, dan mampu menyelesaikan masalah,” ujar Samanta di acara S-26 Exceptional League di atrium utama Mal Kota Kasablanka Jakarta, baru-baru ini.

Tujuannya tak lain menjadikan gen Alpha dan Beta sebagai generasi yang future-ready di tengah perubahan pesat masa depan.

Salah satu aktivitas di acara S-26 Exceptional League (dok. Wyeth)

Untuk menunjang pembelajaran multi-learning, diperlukan mielinasi yang optimal, yaitu proses di mana sel-sel saraf di otak dilapisi oleh lapisan lemak yang disebut mielin.

“Layaknya jalan tol, lapisan ini memungkinkan ‘kendaraan’ yaitu sel saraf bergerak cepat dan lancar,” ujar dr. Ian Suteja Sp.A, dokter spesialis anak.

Ian menambahkan, sel saraf yang tidak termielinasi dengan baik ibarat jalanan biasa yang membuat ‘kendaraan’ berjalan lambat karena banyak hambatan.

Untuk menunjang proses ini, orang tua perlu memberikan gizi yang tepat, yaitu kombinasi formulasi gizi yang telah teruji klinis seperti spingomielin, fosfolipid dan alfa-laktalbumin, dengan kadar atau jumlah yang tepat, serta diberikan sesuai usia anak di periode emasnya.

Kesempatan sama, Vera Niki Gozali, Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, menyampaikan bahwa perjalanan anak menjadi hebat dimulai dari dukungan hebat seorang ibu.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi  ibu membimbing generasi Alpha dan Beta yang siap dan sukses menghadapi tantangan masa depan. Ibu memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran seumur hidup yang mereka jalani bersama si Kecil, yaitu dalam hal pemberian gizi dan stimulasi yang tepat,” tutur Vera.

Untuk itu, kampanye ini menekankan pentingnya proses ‘multilearn connect’ yang terdiri dari dua pilar, yakni  multi-learning (ragam pembelajaran) yang didapatkan anak melalui berbagai bentuk stimulasi yang tepat, dan brain connection, berupa gizi tepat yang dibutuhkan anak agar perkembangan di area-area penting otaknya bisa optimal dan saling terkoneksi dengan baik.

Vera menekankan, Wyeth Nutrition S-26 melalui kampanye #SemuaBisaJadiHebat menegaskan keyakinan bahwa semua anak bisa jadi hebat dengan dukungan gizi dan stimulasi yang tepat.

“Sebagai wujud nyata, kami persembahkan S-26 Exceptional League, yakni event pembelajaran imersif pertama di Indonesia dengan konsep ‘Futuristic City’, terdiri dari rangkaian aktivitas yang membantu proses belajar generasi Alpha melalui beragam stimulasi untuk mengeksplorasi potensi hebat mereka sekaligus mendukung berbagai aspek perkembangan otak,” terangnya.

Menyusul kesuksesan di Medan, Jakarta menjadi kota pelaksanaan kedua yaitu di Main Atrium Mall Kota Kasablanka, pada 30 Mei-1 Juni 2025.

Event tersebut menghadirkan kecanggihan teknologi ‘S-26 Exceptional Brain Visualizer’ yang membantu ibu memonitor aktivitas pada area-area penting di otak anak secara real-time.

Event pembelajaran imersif pertama di Indonesia ini menghadirkan berbagai aktivitas seru yang menginspirasi generasi Alpha mengeksplorasi minat dan potensinya.

Salah satu aktivitas di acara S-26 Exceptional League (dok. Wyeth)

Aktivitas ini terdiri dari Exceptional Maestro yang bertujuan melatih motorik sekaligus mengasah daya ingat; Exceptional Architect untuk melatih kemampuan memecahkan masalah; Exceptional Astronaut yang mengasah sensorik sekaligus melatih fokus dan ketelitian; hingga Exceptional Zoologist yang menguji keterampilan berbahasa sekaligus mengasah kemampuan kinestetik dengan menirukan gerakan hewan.

Istimewanya, event ini menghadirkan kecanggihan ‘S-26 Exceptional Brain Visualizer’ dengan teknologi EEG (electroencephalogram) yang dikembangkan oleh tim ahli neurocognitive asal Inggris yaitu MyndPlay.

Alat berbentuk headband ini berfungsi seperti smartwatch, yang secara real-time memvisualisasikan lima area penting di otak anak  yang teraktivasi saat ia beraktivitas, yaitu: fokus, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, daya ingat, dan bahasa.

Diharapkan alat ini menginspirasi orang tua mengeksplorasi berbagai peluang dalam mempersiapkan anakmenjadi future-ready. (HG)