Hidupgaya.co – Inkontinensia urin (sulit menahan hasrat berkemih) menjadi tantangan lansia dalam mobilitas, atau saat melakukan perjalanan panjang.
Untuk memudahkan mobilitas, salah satu solusinya adalah dengan memakai popok dewasa. Namun masalah tidak selesai dengan popok, karena sejumlah orang mengalami masalah kulit di area yang tertutup popok.
Bukan hanya bayi yang mengalami ruam popok akibat kontak lama dengan urin dan feses. Lansia juga bisa terkena, bahkan dampaknya bisa lebih berat ketimbang pada bayi.
Menurut dr. Rinadewi Astriningrum, Sp.D.V.E, Subsp.D.A, FINSDV, perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), paparan urin dan feses pada kulit terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan kulit yang cukup serius. “Terutama pada lansia, karena kemampuan regenerasi sel kulitnya sudah menurun,” jelas dr. Rinadewi dalam temu media ‘Good Skin, Good Sleep with Lifree 100% breathable material” yang dihelat PT Uni-Charm Indonesia Tbk di Jakarta, baru-baru ini.
Pemakaian popok dalam jangka panjang bisa memicu iritasi dari derajat ringan hingga berat, kulit kering di area yang tertutup popok, kemerahan, muncul bintil hingga risiko infeksi oleh bakteri atau jamur. Risiko itu meningkat, khususnya bila kulit terlalu lama terpapar kelembapan.

Kondisi ini disebut Incontinence-Associated Dermatitis (IAD). Pada bayi, istilahnya adalah dermatitis popok, tetapi pada orang dewasa ini bisa menjadi masalah yang jauh lebih kompleks. Karenanya, pencegahan menjadi langkah penting.
Salah satu solusinya adalah memilih popok yang breathable. “Popok yang menggunakan bahan yang dapat dilewati udara akan mengurangi risiko iritasi dan menjaga kulit tetap sehat,” ujar dr. Rinadewi.
Bukti ilmiah popok breathable
Departemen Dermatologi Geriatri FKUI bekerja sama dengan Departemen Geriatri serta difasilitasi oleh CRSU FKUI telah melakukan studi uji pendahuluan terhadap penggunaan popok dewasa dengan bahan breathable dibandingkan popok konvensional.
Studi dijalankan tahun 2017 hingga 2019 terhadap 235 pasien lansia di RSCM. Dari jumlah tersebut, 8% kasus yang di konsultan adalah ulkus dekubitus (luka baring/luka tekan).
Sedangkan untuk lokasi anatomi yang terbanyak berada di area sakrum, yaitu di daerah tertutup sebesar 36% serta area punggung sebesar 22%.
Penelitian dilakukan terhadap 24 subjek lansia berusia di atas 50 tahun, dengan kondisi ketergantungan sedang hingga berat. Para subjek dirawat di salah satu panti sosial di Jakarta.
Riset berlangsung selama 4 minggu dan dilakukan pengamatan terhadap kesehatan kulit (kering, kemerahan, papul, erosi), erat popok sebagai indikator volume urin, infeksi jamur dan bakteri, serta kualitas tidur.
Menurut dr. Runadewi, berdasar hasil riset, kelompok yang menggunakan popok dengan bahan breathable memiliki skor lesi kulit yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan kelompok popok biasa. Penurunan skor ini mencerminkan kondisi kulit yang membaik, yakni lebih sedikit kemerahan, lebih sedikit luka, dan lebih sedikit iritasi.
Studi juga mengamati bahwa berat popok pada kelompok breathable lebih tinggi, yang berarti urin lebih terserap optimal. Selain itu, tidak ditemukan peningkatan infeksi jamur atau bakteri.
Menurut dr. Rinadewi, tim riset dari Clinical Research Supporting Unit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (CRSU-FKUI), Divisi Dermatologi Geriatri, Departemen Dermatologi dan Venereologi FKUI, pemakaian popok dengan bahan breathable pun terbukti aman dan bahkan membantu menjaga kulit lansia tetap sehat. “Ini menjadi langkah preventif yang penting untuk mencegah komplikasi seperti dekubitus atau luka tekan,” ujarnya.

Selain pemilihan popok breathable, perawatan kulit lansia perlu dilengkapi dengan pemakaian krim pelindung kulit yang mengandung zinc. Serta, ganti popok secara rutin dan tepat waktu agar urin tidak kontak terlalu lama dengan kulit.
Kesempatan sama, Presiden Direktur Unicharm Indonesia, Takumi Terakawa, menyampaikan bahwa temuan riset ini semakin memperkuat komitmen Lifree dalam menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi para lansia.
“Kulit yang sehat dan kualitas tidur yang baik merupakan fondasi utama bagi kehidupan lansia yang lebih bermakna. Karena itu, setiap produk kami dirancang untuk mendukung hal tersebut,” terang Terakawa.
Dia menambahkan Lifree akan terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah guna menekan angka luka dekubitus dan mendorong peningkatan kualitas hidup lansia. (HG)