Hidupgaya.co – Meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air dan sanitasi yang aman di Indonesia menjadi hal krusial untuk dilakukan. Tak hanya mengandalkan pemerintah, sektor swasta memiliki peran untuk menunjang pemerataan layanan air bersih di wilayah yang membutuhkan.

Salah satunya adalah kolaborasi antara Wings dan Unicef yang berlangsung sejak 2020, dalam berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan ke-6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak. 

Program ini berfokus pada penyediaan layanan dasar air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) yang inklusif di sekolah, guna membentuk #GenerasiBersihSehat serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Hingga saat ini, lebih dari 4.100 penerima manfaat di Aceh dan Sulawesi Selatan telah merasakan dampak nyata dari program tersebut.

Melalui dukungan ini, Unicef melaksanakan berbagai kegiatan untuk memperkuat layanan WASH berkelanjutan dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah. Upaya ini mencakup penguatan kebijakan di tingkat nasional dan daerah, edukasi PHBS untuk siswa, serta pembangunan sarana WASH yang inklusif. 

Penyediaan air bersih dan sanitasi inklusif di sekolah dalam program Wings for Unicef (dok. ist)

Salah satu inisiatif utama program Wings for Unicef adalah edukasi penerapan Langkah B3ST (Bersih tangan, Bersih tubuh, Bersih pakaian, Sehat Terlindungi) yang dirancang sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, di sekolah maupun di rumah.

Selain itu, program ini juga mendorong penguatan kapasitas pemerintah daerah, sekolah, dan Puskesmas dalam mengelola layanan WASH dan mempromosikan perilaku hidup bersih di lingkungan sekolah, termasuk penggunaan air yang aman, mencuci tangan dengan sabun, berpakaian bersih, serta pengelolaan sampah yang baik.

Pada 2024, program Wings for Unicef  membangun fasilitas toilet inklusif yang berketahanan iklim di dua sekolah, yaitu SDN 228 Inpres Salu di Kabupaten Maros dan SD Inpres Teamate di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Fasilitas tersebut dibangun sesuai jumlah siswa, dilengkapi ruang terpisah untuk laki-laki dan perempuan, bilik khusus penyandang disabilitas, serta ruang yang ramah bagi anak perempuan saat menstruasi.

Penggunaan panel surya menjadi pilihan menarik untuk memastikan ketersediaan air dan pencahayaan meski terjadi pemadaman listrik.

Pada 2025, program ini akan terus berlanjut dengan rencana mendukung tiga sekolah tambahan di Sulawesi Selatan agar memiliki fasilitas sanitasi yang inklusif dan berketahanan iklim. (HG)