Hidupgaya.co – Lima penyanyi lintas generasi Amira Karin, Pepita Salim, Sita Nursanti, Ubiet Raseuki dan Louise Monique tampil bersama iringan Ivan Tangkulung Ensemble di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, baru-baru ini.

Pertunjukan ‘Suara Wanita: Karya & Cerita’ lebih dari sekadar pertunjukan musik ini adalah ruang di mana para perempuan menyampaikan kisah hidupnya, menyalurkan emosi, dan mengekspresikan identitas melalui harmoni yang mewakili lintas generasi serta akar budaya yang kaya.

Ivan Tangkulung, penggubah musik sekaligus pengarah artistik pertunjukan Suara Wanita, sengaja mengajak penyanyi lintas generasi untuk pertunjukan ini. Dia berharap penonton dapat merasakan kekuatan narasi yang dibawa oleh para seniman yang dia ajak berkolaborasi. “Setiap lagu bukan sekadar nyanyian, melainkan potongan kisah hidup, potret identitas, dan gema dari mimpi yang pernah, sedang, atau akan diperjuangkan oleh banyak perempuan,” ujarnya.

Penampilan lima penyanyi wanita lintas generasi di Auditorium Indonesia Kaya bersama Ivan Tangkulung Ensemble (dok. Hidupgaya.co)

Ketika suara-suara ini disatukan dalam sebuah panggung, bukan hanya seni yang dihadirkan, tetapi juga cermin dari keberagaman dan kekuatan perempuan Indonesia.

Penikmat seni diajak menyelami ragam narasi musikal yang ditata secara apik oleh Ivan Tangkulung melalui aransemen ulang yang menyatukan berbagai gaya dan generasi. Lima penyanyi perempuan lintas generasi tampil dengan karakter dan cerita yang khas.

Amira Karin, penyanyi muda ini menyuarakan keresahan dan harapan generasi muda lewat karya orisinalnya berjudul Berlalu dan Pelan Pelan.

Selanjutnya penyanyi dan pelatih vokal Ubiet Raseuki mengeksplorasi bunyi etnik yang menyambungkan akar tradisi dengan semangat kontemporer yang menggugah melalui lagu orisinalnya yang berjudul Mata Timur.

Setelah Ubiet, penyanyi Sita Nursanti membangkitkan nuansa dekade 80–90-an dengan kekuatan vokal dan ekspresi teatrikalnya melalui lagu Maafkan (ciptaan Cecep AS yang dipopulerkan penyanyi Atiek CB). Mantan personel trio RSD ini juga melantunkan hits Antara Kita yang sempat mewarnai blantika musik Indonesia bersama dua penyanyi lain, Rida Farida dan Dewi Lestari.

Penampilan berikutnya Pepita Salim menerjemahkan musikal Broadway ke dalam sentuhan puitis dan akrab khas Indonesia.

Penyanyi Louise Monique menutup perjalanan musikal dengan mengajak penonton bernostalgia ke era romantisme Indonesia tahun 1950-an dengan lagu Tukang Solder (karya Amin Usman). Dia bahkan membawa panci saat bernyanyi dan melantunkannya dengan jenaka, mengajak penonton bernyanyi bersama.

Penyanyi dan pelatih vokal Ubiet Raseuki membawakan lagu Akar Timur di Suara Wanita: Karya & Cerita bersama Ivan Tangkulung Ensemble (dok. Hidupgaya.co)

Untuk diketahui, Ivan Tangkulung adalah seorang komponis, direktur musik, dan pianis serba bisa yang dikenal melalui pendekatan lintas genre dalam setiap karyanya.

Musik yang diciptakan Ivan merupakan perpaduan beragam tradisi, mulai dari musik kontemporer, klasik, jazz, hingga elemen musik tradisional Indonesia, sehingga menciptakan identitas musikal yang khas dan kaya nuansa.

Sejumlah karya Ivan yang telah dikenal luas antara lain Musikal Keluarga Cemara (2024), Serial Musikal Payung Fantasi (2022), dan Serial Musikal Siti Nurbaya (2021), seluruhnya merupakan hasil kolaborasi bersama Indonesia Kaya dalam menghadirkan pertunjukan musikal yang mengangkat cerita-cerita Indonesia dengan pendekatan segar dan relevan bagi penonton masa kini. (HG)