Hidupgaya.co – Kerap mengalami haid yang menyiksa setiap bulannya? Bisa jadi itu endometriosis, kondisi peradangan kronis yang terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim.

Endometriosis dapat menyebabkan nyeri kronis, kembung, disfungsi usus dan kandung kemih, nyeri saat berhubungan seks, dan infertilitas. Gejala-gejala ini dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan tantangan kesehatan mental.

Meskipun nyeri endometriosis dapat diobati dengan obat-obatan atau pembedahan, pilihan ini tidak cocok untuk semua orang, dan sejumlah besar wanita mengalami gejala berulang bahkan setelah operasi.

Banyak wanita dengan endometriosis mencari terapi tambahan/alternatif untuk mengelola gejala yang menyiksa itu, mencakup perubahan pola makan dan mengonsumsi suplemen.

Sebuah studi baru-baru ini berusaha memahami berbagai strategi diet yang digunakan wanita dengan endometriosis dan bagaimana hal ini memengaruhi tingkat nyeri. Para peneliti menemukan bahwa mengurangi sejumlah hal-hal seperti susu, gluten, kafein, dan alkohol dapat mengurangi nyeri endometriosis.

Penelitian yang dipimpin oleh para peneliti dari Universitas Edinburgh ini melibatkan survei daring. Survei ini menanyakan kepada para wanita yang menderita endometriosis tentang perubahan pola makan yang mereka lakukan dan suplemen apa yang mereka gunakan, dan apakah mereka merasa hal ini bermanfaat untuk mengelola rasa sakit.

Temuan survei

Sebanyak 2.388 wanita dengan diagnosis endometriosis yang dikonfirmasi menyelesaikan survei tersebut. Sekitar 84% responden telah melakukan setidaknya satu perubahan pola makan, 67% di antaranya melaporkan perubahan itu mengurangi rasa sakit yang mereka alami.

Sementara itu, 59% telah menggunakan suplemen, 43% di antaranya menganggap perubahan ini mengurangi rasa sakit yang menyiksa.

Berikut ini adalah beberapa perubahan pola makan paling populer yang telah dicoba oleh para wanita, dan bagaimana menurut mereka perubahan ini memengaruhi rasa sakit: mengurangi konsumsi alkohol (memperbaiki rasa sakit pada 53% wanita); kurangi konsumsi gluten (45%); mengurangi konsumsi susu (45%); menurunkan konsumsi kafein (43%); mengurangi konsumsi gula olahan, yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman seperti permen lolipop, kue, biskuit, dan minuman ringan (41%); mengurangi konsumsi makanan olahan, yang meliputi daging olahan, camilan gurih seperti keripik dan gulungan sosis, dan cokelat (38%).

Sedangkan mengikuti diet rendah FODMAP, yang melibatkan menghindari karbohidrat rantai pendek (jenis gula tertentu) untuk mengurangi gas, kembung, nyeri, dan ketidaknyamanan (32%).

Bagi responden yang menerapkan diet Mediterania – diet tinggi makanan nabati (termasuk buah dan sayuran berdaun hijau), minyak zaitun extra virgin, roti, ikan, susu fermentasi, dan sereal dan rendah daging merah, dan daging olahan serta makanan (29%).

Sedangkan untuk suplemen, studi menemukan bahwa konsumsi kunyit atau kurkumin, bahan aktif dalam kunyit (mengurangi rasa sakit pada 48% wanita); magnesium (32%); pepermin (26%); jahe (22%).

Ada beberapa kelemahan dalam penelitian ini yang perlu dipertimbangkan saat menginterpretasikan hasilnya. Pertama, ini adalah penelitian observasional, yang berarti kita tidak dapat mengatakan perubahan pola makan dan suplemen ini menyebabkan berkurangnya rasa sakit, hanya saja tampaknya ada kaitannya.

Selain itu, para peserta melaporkan sendiri perubahan pola makan yang telah mereka lakukan di masa lalu dan tingkat rasa sakit di masa lalu. Ini bergantung pada ingatan, yang bisa jadi tidak dapat diandalkan.

Meskipun demikian, penelitian semacam ini memberi kita petunjuk tentang apa yang mungkin berhasil, terutama saat kita menggabungkannya dengan pengetahuan kita tentang tindakan makanan dan suplemen ini dalam tubuh.

Jadi, bagaimana cara kerjanya?

Mengingat komponen inflamasi/peradangan dalam endometriosis, temuan studi ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Banyak perubahan pola makan dan suplemen yang diteliti dalam studi ini memiliki sifat antiradang. Misalnya, mengurangi konsumsi alkohol, mengurangi makanan olahan, menerapkan pola makan Mediterania, dan menggunakan kunyit atau kurkumin dapat mengurangi peradangan.

Beberapa temuan studi ini tampaknya sejalan dengan bukti lain, sementara yang lain tidak. Misalnya, tinjauan terkini menunjukkan bahwa pola makan Mediterania dapat menyebabkan pengurangan rasa sakit, namun studi yang relevan tidak memiliki kelompok kontrol. Tinjauan yang sama ini menunjukkan bahwa pola makan rendah FODMAP mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup pada orang dengan endometriosis, demikian laporan The Conversation. (HG)