Hidupgaya.co – Lia Soraya menghelat gelaran tunggal bertema Timeless Grace untuk menandai kiprah selama dua dekade di industri fashion tanah air.
Berlangsung di The Langham, Jakarta, rangkaian koleksi ini menggambarkan kiprahnya di industri modest fashion Indonesia sejak 2002.
“Setelah perjalanan dua dekade, ini waktunya fashion show tunggal. Timeless Grace ini menonjolkan keanggunan dan kecantikan yang memberi sentuhan keindahan,” kata Lia dalam temu media sebelum pertunjukan tunggal di The Langham Jakarta, baru-baru ini.
Peragaan busana ini menampilkan karya terbaru Lia Soraya yang konsisten menciptakan busana yang timeless dengan detail khusus.
Terdiri dari enam seri, koleksi Timeless Grace memperlihatkan keragaman gaya busana, mulai dari kasual elegan, feminin romantis yang chic dengan siluet dan potongan unik dan atraktif sehingga memberikan kesan dramatis.
Koleksi Timeless Grace tetap mempertahankan signature desain Lia Soraya seperti penggunaan hand lettering, bordir manual wastra Indonesia, dan metal tag dengan embos motif signature Lia Soraya.

“Melalui koleksi ini, aku ingin menunjukan bahwa keanggunan wanita modern yang mempunyai keberanian atau mimpi untuk selalu berinovasi dapat berjalan beriringan,” terang Lia.
Koleksi Timeless Grace terbagi menjadi enam seri. Simak pada uraian berikut:
Jawhar
Dalam bahasa Arab, Jawhara berarti perhiasan dan melambangkan keindahan dan kemewahan. Koleksi ini memadukan keindahan mutiara, salah satu sumber kekayaan alam di Indonesia, dengan beads dan kristal Swarovski.
Setiap mutiara dari Raja Ampat yang memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda, dirangkai menjadi kesatuan motif yang indah dan memiliki makna dan filosofi tersendiri.
Seri Jawhar menampilkan perpaduan siluet A-line dan princess dress yang terinspirasi gelombang air laut dengan potongan yang unik dan modern.
Menggunakan bahan berupa organdi, chantily, lace, baby corduroy, scuba, knit, satin silk, meena, dan sifon dalam palet warna nude, hitam, etoupe, dan emas, koleksi ini mengekspos motif cetak dengan detail seperti taburan mutiara dan kristal Swarovski, ruffle, bordir, dan lace yang memperkuat kesan mewah, elegan, dan anggun bagi pemakainya.
Sumayyah
Sumayyah dalam bahasa Arab memiliki makna memperindah atau mengesankan. Karya ini memadukan inspirasi dari keindahan flora Indonesia yang beraneka ragam dan elemen etnik dari bentuk geometrik sehingga menciptakan harmoni yang memikat antara unsur alam dan budaya.
Bordir bunga menjadi sorotan dari ornamen seri Sumayyah yang melambangkan keanggunan alam yang abadi, seperti kelopak bunga yang mekar penuh harapan.

Setiap detail bordir dirancang secara presisi dan menciptakan visual yang halus. Motif printing sulur dan dedaunan yang mencerminkan hutan tropis, menambah dimensi yang dinamis namun tetap elegan.
Selain motif cetak dan bordir bunga, seri ini dihiasi dengan detail plisket, ruffle, dan tentunya taburan kristal Swarovski yang secara keseluruhan menyatu secara harmonis.
Seri Sumayyah mencerminkan keberanian yang terlihat dari motif geometrik yang terkesan tegas dan tangguh, namun tetap memiliki sisi feminin dan elegan melalui siluet busananya.
Bahan yang digunakan mencakup organdi, chantily, lace, baby corduroy, scuba, knit, most crepe, dan satin silk dalam pilihan warna nude, denim, hitam, etoupe, dan emas yang diaplikasikan dalam siluet A-line dan trumpet.
Aisyah
Aisyah bahasa Arab memiliki makna hidup atau penuh kehidupan. Terinspirasi dari istri Rasulullah, Siti Aisyah yang merupakan wanita muda, energik, dan cerdas, koleksi ini turut menyampaikan pesan-pesan sederhana untuk muslimah melalui tulisan dalam bentuk bordir yang terdapat pada setiap busananya.
Koleksi Aisyah memberikan kesan simpel dan energik, namun tetap feminin dan elegan yang ditampilkan melalui siluet A-line.
Bahan yang digunakan berupa organdi, katun poplin, knitt, scuba, dan lacoste dalam warna hitam, mocha, biru, abu, dan monokrom hitam dan putih.
Pemilihan material tersebut dengan mempertimbangkan agar muslimah yang ingin beraktivitas di luar ruangan seperti berolahraga dapat melakukannya dengan nyaman dan tetap elegan dan stylish.
Ornamen tak luput disematkan pada koleksi ini, yaitu metal tag, stopper, dan hand lettering embroidery.
Yasmin
Dalam bahasa Arab yasmin memiliki arti bunga melati dan simbol keindahan, keharuman, dan kelembutan.
Terinspirasi dari bunga melati yang tumbuh di halaman rumah yang indah, koleksi ini menampilkan keanggunan wanita bangsawan yang elegan.
Bunga melati yang memiliki aroma dan warna yang khas memberikan kesan anggun untuk setiap penikmatnya. Bunga melati diaplikasikan menjadi motif bordir dan printing yang dipadukan dengan bordir tulisan yang indah. Setiap detail bordir dibuat secara presisi dan halus.
Bordir dikombinasikan pula dengan detail ruffle dan taburan beads dan kristal Swarovski. Material yang digunakan yaitu organdi, chantily, lace, dan satin silk dengan warna nude, hitam, etoupe, dan biru.
Siluet A-line dan potongan yang unik kembali diaplikasikan dalam koleksi seri ini.
Fatimah
Seri ini terinspirasi dari putri bungsu Rasulullah yang bernama Fatimah. Dalam bahasa Arab, nama Fatimah memilki arti menyenangkan, menawan, dan kelembutan hati. Arti tersebut sesuai dengan sifat Fatimah Az-Zahra.
Seri ini menerapkan konsep busana muslim syar’i modern sesuai dengan kaidah Islam, namun tidak menghilangkan nilai fungsi dan estetika serta mengadaptasi perkembangan tren fashion.
Koleksi Fatimah memberikan kesan anggun dan elegan dengan potongan yang relatif simpel dan unik. Material berupa lace, most crepe, satin silk, sifon, meena, dan jersey dengan permainan warna nude, beige, broken white, dan hitam diaplikasikan dalam siluet H-line dan A-line.
Koleksi syar’i ini menggunakan ornamen hand lettering yang menjadi signature Lia Soraya yang dirangkai dengan kristal Swarovski.
Selain itu, ornamen yang digunakan adalah bordir, metal tag, dan kancing signature Lia Soraya.
Mumtazzah
Mumtazzah dalam bahasa Arab memiliki arti istimewa, hebat dan terhormat. Melalui koleksi ini, Lia Soraya berharap wanita muslimah menjadi istimewa dengan kehebatan yang dimiliki.

Terinspirasi dari gelombang air laut yang memiliki irama yang indah dan dinamis serta menciptakan memori yang istimewa, seri ini menerapkan desain modern dan chic namun tetap memberikan kesan elegan.
Ornamen 3D menjadi sorotan dari seri Mumtazzah dengan bordir tempel bentuk daun yang melambangkan keindahan alam, serta dilengkapi ornamen lain seperti plisket dan kristal Swarovski.
Dengan desain yang simple dan cenderung minimalis, koleksi Mumtazzah lebih menekankan pada kreasi pola unik yang memberikan tampilan yang dinamis.
Koleksi Mumtazzah menonjolkan potongan asimetris yang unik dengan pengerjaan yang rumit, sehingga menciptakan tampilan semi avant grade.
Penggunaan material berupa katun poplin, linen, meena, dan satin silk dalam pilihan warna krem, mocca, monokrom hitam dan putih, diaplikasikan dalam siluet A-line dan mermaide. (HG)