Berandasehat.id – Seorang wanita berusia 50 tahun yang menghabiskan sebagian besar masa dewasanya dengan berat sekitar 120 kg, kini merasa seperti ‘berjalan di udara’ setelah berhasil menurunkan berat badan 37,5 kg.

Alih-alih memilih operasi bariatrik yang ditakutkannya karena efek samping yang mungkin terjadi, ia memilih diet sederhana. Itu keputusan yang disebutnya sebagai ‘terbaik’ yang mengubah hidup sepenuhnya.

Donna McCaulsky, seorang pegawai negeri dari London Tenggara, Inggris, disarankan untuk menjalani operasi selongsong lambung ketika indeks massa tubuh (BMI) mencapai 60,1 (kategori sangat gemuk) pada 2020.

Pada tahun 2022, berat badannya telah mencapai 158 kg karena konsumsi makanan ringan terus-menerus.

McCaulsky mengaitkan kenaikan berat badan tersebut dengan insomnia kronis, penyakit autoimun, dan peningkatan nafsu makan yang disebabkan oleh steroid yang diresepkan.

Pada titik kritis inilah McCaulsky tahu bahwa ia harus mengendalikan kesehatannya. Ia beralih ke Diet 1:1, yang juga dikenal sebagai Diet Cambridge, yakni strategi penggantian makanan terstruktur yang dirancang untuk membantu orang-orang mendapatkan kembali kendali atas berat badan mereka.

Diet ini merupakan rencana pola makan yang sangat rendah kalori, menawarkan asupan kalori harian berkisar antara 415 hingga 1.500 kalori melalui campuran pengganti makanan batangan, smoothie, shake, dan sup.

Yang menarik, diet ini menawarkan menu yang lezat dan bervariasi, mulai dari shake dan sup hingga hidangan nasi dan pasta yang gurih, semuanya dibuat dengan cermat dan diuji oleh para ahli gizi untuk memastikan bahwa makanan/minuman itu mengandung vitamin dan mineral penting untuk diet seimbang sekaligus efektif untuk menurunkan berat badan.

McCaulsky kini yakin bahwa transformasinya yang luar biasa hingga mencapai 82,5 kg hanya dalam waktu lebih dari 18 bulan membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengambil kendali dan mengubah hidup. Dengan BMI 31,1, ia kini menggambarkan perasaan seperti ‘berjalan di udara’ alias terasa ringan.

“Ini benar-benar tidak nyata – saya membeli gaun ukuran 12 (ukuran AS 8) pada bulan Desember, dan itu adalah perasaan yang luar biasa. Saya sudah bertahun-tahun tidak membeli gaun mini, dan sekarang merasa punya lebih banyak pilihan. Saya tidak perlu lagi berbelanja di toko ukuran besar, dan merasa bisa mengenakan apa pun yang saya suka. Rasanya seperti saya punya kebebasan sekarang,” ungkapnya kepada PA Real Life.

“Saya tidak menyesal menolak operasi, saya sekarang telah membuat perubahan dalam hidup dan itu adalah keputusan terbaik,” imbuhnya. (HG)