Hidupgaya.co – Setelah cukup lama vakum, kelompok Teater Populer kembali berpentas dengan menampilkan naskah karya Putu Wijaya, berjudul Dag Dig Dug, di Teater Salihara, 25 dan 26 Januari silam. Pementasan ini disutradarai aktor kawakan dan salah seorang pendiri Teater Populer, Slamet Rahardjo Djarot.

Sejumlah aktor ternama ikut terlibat di lakon Dag Dig Dug. Di pementasan ini Slamet Rahardjo tampil bersama Niniek L. Karim membawakan peran utama pasangan lanjut usia.

Keduanya pernah terlibat pada lakon yang sama, juga yang dimainkan oleh Teater Populer, pada 1977 di Taman Ismail Marzuki, dan disutradarai juga oleh Slamet Rahardjo. Pada waktu itu keduanya masih berusia 28 tahun. Artinya, mereka kembali di pentas dan lakon yang sama, setelah 48 tahun berselang.

“Saya menerima tantangan akting ini, bukan saja karena naskahnya menarik, tetapi juga penghormatan saya atas Teguh Karya, selaku pendiri Teater Populer. Kalau tidak karena beliau, saya tidak akan menjadi seperti sekarang,” ujar Niniek L. Karim, peraih berbagai penghargaan aktris terbaik di ajang FFI dan pengajar di Fakultas Psikologi UI.

Donny Damara, Slamet Rahardjo, Niniek L. Karim dan Reza Rahadian di pementasan lakon Dag Dig Dug (dok. ist)

Sedangkan Slamet mengakui teater adalah rumah. “Pementasan ini membawanya kembali ke rumah saya, teater. Usia adalah anugerah dan saya tidak ingin usia menjadi kendala, karena sebagai pemain teater, saya menghafal 47 halaman,” ujarnya.

Dag Dig Dug menampilkan berbagai situasi yang membuat penikmatnya merenung, tertawa getir, menghadapi semacam kekacauan yang terjadi dalam diri manusia dan sekitarnya. Dialog terkadang tanpa ujung pangkal dan sebagian terasa dituturkan bukan kepada lawan main, melainkan kepada penonton, lebih tepatnya kepada situasi sekarang.

“Lakon ini sangat relevan dengan situasi mutakhir, bukankah belakangan ini kita sering dibuat deg-degan?” lanjut Slamet, sutradara Dag Dig Dug yang juga berperan sebagai Bapak dalam pementasan ini.

Pementasan yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation juga menampilkan aktor berbakat Reza Rahadian yang berperan sebagai Giarto, pembawa berita.

Meskipun telah berulangkali tampil di layar lebar, untuk pementasan Dag Dig Dug Reza mengaku tegang saat disutradarai langsung oleh aktor senior Slamet Rahardjo di panggung teater ini.

Dia bahkan mengaku tak mudah memenuhi keinginan Slamet sebagai sutradara. “Disutradarai Bapak, pertama menegangkan. Tidak mudah memahami juga satu hal yang lain. Tapi ini sangat menyenangkan,” ujar Reza.

Namun demikian, Reza merasa beruntung dilibatkan dan tak sabar menunggu karya-karya Slamet yang akan dipentaskan lagi di Teater Populer.

Lakon Dag Dig Dug bercerita tentang sepasang suami-istri berusia lanjut dan mengelola indekos di rumah besar mereka. Persoalan muncul saat diperoleh telegram bahwa salah satu mahasiswa yang pernah tinggal di rumah itu, Chaerul Umam, mati kecelakaan di jalan.

Slamet Rahardjo dan Niniek L. Karim dalam pementasan lakon Dag Dig Dug (dok. ist)

Persoalan muncul ketika datang dua utusan yang membawa uang santunan, tetapi jumlahnya tidak sama dengan yang tertera pada tanda terima.

Keributan-keributan kecil di antara mereka berdua dan orang di sekelilingnya, menjadi dinamika yang manis. Ditambah, adanya tokoh pembantu rumah tangga yang selalu menjadi pihak yang ditindas oleh majikannya, yaitu Cokro.

Selain Slamet Rahardjo, Niniek L. Karim dan Reza Rahadian, pementasan ini juga menampilkan Donny Damara, Jose Rizal Manua, Kiki Narendra, dan Onkar Sadawira. (HG)