Hidupgaya.co – Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Indonesia Arena, Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2024) sore.
Prabowo tiba di Indonesia Arena menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine buatan PT Pindad sekitar pukul 15.28 WIB.
Titiek Soeharto, mantan istri Presiden Prabowo dan Didit Prabowo, putra semata wayangnya, tampak hadir di acara deklarasi GSN.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan jajaran Kabinet Merah Putih beserta sejumlah pejabat negara juga memadati Indonesia Arena.
Sekira dua puluh ribu masyarakat rela antre dari siang untuk menyaksikan langsung deklarasi GSN.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo meminta para menterinya di Kabinet Merah Putih tidak banyak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bepergian ke luar negeri maupun studi banding.
Sebab, menurut Prabowo, para menteri sebenarnya sudah mengetahui permasalahan tanpa perlu studi banding yang hanya menghabiskan anggaran.
“Jadi kurangi yang seminar-seminar, yang apalagi itu kunjungan kerja, studi banding. Mau studi apa gitu loh. Kalian sudah tahu masalahnya apa, jangan terlalu banyak studi-studi,” ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan riuh puluhan ribu undangan yang hadir di Indonesia Arena, Kompleks GBK, Sabtu sore.
GSN untuk kesejahteraan dan kemandirian bangsa
Kesempatan sama, Ketua Umum GSN Rosan Perkasa Roeslani mengatakan kehadiran GSN adalah untuk membantu pemerintah menjadi bangsa yang sejahtera dan mandiri.
Menteri Investasi dan Hilirisasi di Kabinet Merah Putih itu menyampaikan program yang ada di GSN akan dijalankan sesuai dengan implementasi yang ada.
“GSN hadir di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi dan akan menjadikannya suatu program. Dan yang paling penting kita bisa contohkan makan bergizi gratis,” kata Rosan dalam pidatonya.

GSN adalah gerakan untuk memerangi kemiskinan, korupsi, ketidakadilan, dan kesenjangan, sebut Rosan.
Menurutnya, saat ini tidak ada lagi Tim Kampanye Nasional (TKN) maupun tim sukses Pilpres 2024. “Saat ini TKN sudah melebur ke dalam Gerakan Solidaritas Nasional,” bebernya.
GSN usung gagasan penting
GSN memiliki gagasan penting, di antaranya membebaskan jutaan petani dan nelayan dari utang yang sudah membebani selama bertahun-tahun.
“Misi GSN adalah menghasilkan resolusi-resolusi serupa untuk direalisasikan secara nyata oleh pemerintah, dengan dukungan pemerintah, atau melalui sumber daya GSN sendiri. Supaya dapat dirasakan manfaatnya secara langsung dan cepat oleh masyarakat,” terang Rosan.
Rosan menekankan ada tiga keunikan dan keunggulan GSN yang akan membuatnya tumbuh dan berkembang pesat, serta berdampak nyata dan positif bagi masyarakat dan negara.
Pertama, GSN disusun sedemikian rupa untuk punya kemampuan dan kekuatan besar untuk mewujudkan gagasan-gagasan besar dari putra putri terbaik bangsa. Melalui GSN, kekuasan menjadi kekuatan baik dan besar bagi kehidupan masyarakat dan kemajuan bangsa.
Kedua, kekuatan utama GSN ada pada kekuatan gagasan. Karenanya membutuhkan lingkungan yang mengedepankan kebebasan berpikir dan bersuara.
“Prinsip utama GSN adalah kekuatan gagasan dan jaringan, kami berharap GSN dengan sendirinya menjadi organisasi yang bersifat otonom dalam menyuarakan dan memperjuangkan kebutuhan dan harapan masyarakat,” terang Rosan.
Ketiga, GSN akan tumbuh mengakar dan tersebar. Artinya GSN akan memperjuangkan gagasan yang mengakar kepada kearifan budaya, sejarah dan tradisi lokal yang notabene sangat beragam dan tersebar di seluruh Indonesia.

“Hal ini penting untuk memastikan gagasan dan inisiatif GSN ke depan akan didukung partisipasi masyarakat dan dampaknya berkesinambungan,” beber Rosan.
Rosan menyebut, Solidaritas Nasional adalah saling memaafkan segala kesalahan di masa lalu dan permusuhan, demi masa depan bangsa. “Kita harus saling menghormati perbedaan, mendukung kepentingan yang beragam, serta mengangkat satu sama lain demi kehormatan, pertumbuhan, dan kemajuan Indonesia,” tuturnya.
Kesempatan sama, Rosan mengutip Muhammad Hatta yang menyatakan kekhawatirannya bahwa pada saat zaman besar datang, Bangsa Indonesia tidak siap dan bisa menjadi bangsa kerdil.
“Tetapi dengan keberadaan kita bersama, dengan keberadaan GSM, Insya Allah kekhawatiran Bung Hatta itu bisa kita hilangkan,” tandasnya. (HG)