Hidupgaya.co – Gelaran Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2025 yang dihelat di arena Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 berhasil melahirkan banyak desainer muda bertalenta melalui kegiatan Textile Design Competition.

“Dari tangan dingin mereka, kreativitas dan
inovasi desain serta industri modest fashion Indonesia diharapkan semakin berkembang dan dapat bersaing di kancah global,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Mardyana Listyowati di acara JMFW 2025 yang berlangsung di Convention Exhibiton (ICE) BSD Tangerang, Banten.

“Melalui kompetisi ini, kami yakin para desainer tekstil dalam negeri semakin inovatif menggali kekayaan budaya lokal Indonesia. Mereka juga harus mengombinasikannya dengan material yang inovatif dan ramah lingkungan,” tutur Mardyana.

Penyelenggaraan Textile Design Competition juga bertujuan memberikan platform bagi para desainer tekstil Indonesia.

Koleksi Adrie Basuki di JMFW 2025 (dok. ist)

“Dengan kompetisi ini, para desainer
tekstil diharapkan dapat mengekspresikan kreativitas mereka dan menciptakan desain yang unik sekaligus memikat pasar domestik maupun global,” terang Mardyana.

Dalam proses seleksinya, Textile Design Competition memiliki enam orang dewan juri
untuk memberikan penilaian, yakni  Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Merry Maryati, Dewan Penasihat Indonesian Fashion Chamber (IFC) Taruna
K Kusmayadi, Ketua Nasional IFC Lenny Agustin, Lektor Kepala Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) Kahfiati Kahdar, Wakil Ketua IFC Lisa Fitria, dan pengajar Islamic Fashion Institute (IFI) Irmasari Joedawinata.

Setelah melalui proses seleksi yang ketat, para dewan juri memilih empat pemenang dari berbagai wilayah di Indonesia. Berdasarkan hasil seleksi, juara favorit diraih Primas Gigih sedangkan juara ketiga Nur’aida. Untuk juara kedua, penghargaan diberikan kepada Ulqiya Millati Hanifa, juara pertama diperoleh Juniliany Navista, Florenza Sundjojo, Fadia Salsabila, dan Maulida Arina.

Dorong Ekspor Produk Fashion

Lebih lanjut Mardyana mengungkap, pemerintah terus berupaya untuk mendorong peningkatan ekspor produk modest fashion
Indonesia.

Upaya ini dilakukan melalui strategi pengembangan SDM, penguatan penjenamaan
produk, serta perluasan akses pasar melalui kegiatan pameran dan peragaan busana.

“Kemendag juga mendorong transaksi perdagangan dan kerja sama bisnis jenama dan industri pendukung lainnya yang tampil di JMFW dengan pembeli dalam dan luar negeri,” beber Mardyana.

Upaya mendorong peningkatan ekspor
produk busana santun Indonesia dilakukan melalui beberapa strategi yang meliputi
pengembangan sumber daya manusia (SDM), penguatan merek produk busana santun dalam dan luar negeri, serta perluasan akses pasar melalui kegiatan pameran dan peragaan busana.

Koleksi Benang Jarum di JMFW 2025 (dok. ist)

Salah satu langkah untuk mendorong transaksi perdagangan dan kerja bisnis tersebut adalah dengan mengoptimalisasi peran perwakilan perdagangan di luar negeri. Hal ini dilakukan untuk mendatangkan pembeli khususnya pada ajang JMFW.

Daya beli produk modest fashion, sebut Mardyana, meningkat sebesar 6,1 persen selama lima tahun terakhir dengan
nilai ekspor yang diperkirakan mencapai US$375 miliar pada 2025.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Ditjen PEN Merry Maryati mengatakan, pengembangan SDM yang berkualitas menjadi faktor kunci untuk memperkuat industri mode di Indonesia melalui sinergi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan lembaga pendidikan, seperti IFI. (HG)