Hidupgaya.co – Beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau sehingga membutuhkan kesiagaan, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Salah satu lokasi terdampak adalah Desa Sukamukti, Cikarang, Jawa Barat. Sebanyak 1.395 KK dengan jumlah penduduk 3.921 jiwa di desa tersebut terdampak kekeringan.
Untuk membantu masyarakat setempat mengatasi hal tersebut, PT Yili Indonesia Dairy memberikan bantuan air bersih sebanyak 80.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Sukamukti.
“Desa Sukamukti merupakan desa yang keberadaannya dekat dengan kami. Kondisi kekeringan yang terjadi tentunya berdampak terhadap masyarakat yang juga merupakan karyawan pabrik,” kata Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao.
Untuk itu, sebut Yu Miao, Yili menyalurkan air bersih untuk keperluan sehari-hari guna memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan mendorong kehidupan yang lebih sehat. Penyaluran ini dibantu oleh perangkat desa dan dilakukan secara kolektif di balai desa.

Kepala Desa Sukamukti Cikarang, Samid mengakui wilayahnya memang rentan terhadap kekeringan karena kondisi geografis. “Dengan adanya bantuan 10 tangki air PT Yili Indonesia Dairy dapat membantu kegiatan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan CSR ini rutin diakukan Yili setiap tahun dan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan di sekitar area produksi.
Sebelumnya Yili juga telah mengambil bagian dalam penanaman 1.000 pohon di kawasan industri Delta Mas, Cikarang. Perusahaan es krim itu juga telah berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti BPOM dan GAPMMI untuk terlibat dalam penanaman mangrove di kawasan Angke, Jakarta Utara.

Yili juga membantu pemulihan korban terdampak bencana tanah longsor di wilayah Bojongmangu, Sukamukti, Cikarang.
Dalam pelaksanaan operasional bisnis, PT Yili Indonesia Dairy memiliki kepedulian dalam menerapkan standar keberlanjutan, termasuk dalam pembangunan dan pengoperasian pabriknya.
Pada Maret 2023 Yili mendapatkan sertifikasi water footprint internasional berkat upaya perusahaan dalam mengurangi penggunaan air, baik untuk produksi maupun operasional.
Perusahaan itu juga menjadi perusahaan pertama di Tiongkok yang bergabung dengan UN Water Action Agenda. (HG)