Hidugaya.co – Bagi pemilik bisnis kuliner/restoran atau apapun yang terkait dengan makanan dan minuman, sebaiknya jangan melewatkan pameran bahan pangan akbar Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 yang digelar di Jakarta International Expo Kemayoran pada 4-6 September 2024.

Di ajang ini seluruh pemangku kepentingan di bidang makanan dan minuman dapat belajar, berjejaring, dan berbisnis melalui rangkaian acara yang disajikan. Tak kurang dari 700 merek dari 38 negara ikut serta, menyajikan inovasi terbaru dalam bahan baku makanan dan minuman.

Selain menghadirkan tren dan inovasi terbaru di bidang makanan dan minuman, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 juga sarana untuk membina hubungan bisnis dengan berbagai perusahaan dan pakar industri. Bahkan ini ajang pas untuk mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan bisnis.

Staf Ahli Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri, Ignatius Warsito, di acara pembukaan Food Ingredients Asia Indonesia 2024 di JIExpo, Rabu (4/9/2024) mengatakan, ajang ini dapat menghubungkan industri makanan dan minuman dengan industri bahan baku yang memproduksi berbagai macam ingredients.

Hal itu diharapkan dapat mendorong inovasi dan ide baru, pemasok bahan baku potensial baru, dan solusi baru untuk pengembangan dan peningkatan industri makanan dan minuman.

Salah satu booth peserta Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 di JIExpo Kemayoran (dok. Hidupgaya.co)

Bukan cuma rasa, konsumen menuntut lebih

Tak dimungkiri, konsumen kini kian kritis dan pintar dalam memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Aspek rasa enak saja kini bukan menjadi pertimbangan utama pembelian, namun ada nilai fungsional dan unsur kepraktisan yang menjadi pertimbangan konsumen dalam dalam menyantap makanan atau minuman.

Karenanya, tantangan untuk mendapatkan bahan pangan yang tepat dengan kualitas yang baik tentunya menjadi kebutuhan para pelaku usaha di bidang makanan dan minuman.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri food ingredients Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa, didorong oleh meningkatnya permintaan domestik, meningkatnya minat global terhadap produk alami dan berkelanjutan.

Peluang emas untuk Indonesia

Regional Portfolio Director ASEAN Informa Markets, Rose Chitanuwat mengakui Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam industri makanan dan minuman dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lain.

Salah satu booth peserta Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 di JIExpo Kemayoran (dok. Hidupgaya.co)

“Salah satu alasannya adalah jumlah penduduk yang besar yang ditopang oleh generasi muda dengan kemampuan membeli tinggi,” ujar Rose.

Hal ini menjadi peluang bagi pelaku industri makanan dan minuman dapat memanfaatkan peluang dengan menghadirkan beragam inovasi makanan dan minuman menyesuaikan kebutuhan pasar.

Selain menyajikan inovasi dan tren terbaru, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 juga menggelar konferensi dan seminar dengan hadirkan narasumber yang kapabel di bidangnya. Para pelaku industri juga dapat langsung melakukan diskusi dengan berbagai ahli melalui seminar teknis yang telah disediakan di gelaran ini.

Ajang ini juga menjadi tempat yang pas bagi para tastemaker untuk mendapatkan bahan baku, menemukan inovasi, dan membangun jaringan yang akan meningkatkan peluang bisnis.

Peluang berharga membuka jaringan lintas negara

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman menekankan, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 menjadi ajang penting yang harus dimanfaatkan oleh para pelaku industri.

Salah satu booth peserta Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 di JIExpo Kemayoran (dok. Hidupgaya.co)

“Ini kesempatan membuka jaringan, berkomunikasi, serta menjalin relasi dengan para pelaku bisnis di kawasan Asia. Akses ke berbagai produk food ingredients terkini dapat dengan mudah didapat dari 700 eksibitor, mulai dari Asia, Amerika hingga Eropa,” ujar Adhi.

Inovasi teknologi untuk gali potensi lokal Indonesia

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan (PATPI), Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si, menyampaikan, pendorong utama dalam transformasi di industri makanan dan minuman adalah inovasi teknologi.

Dengan perkembangan teknologi, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sehingga dapat memberikan harga yang bersaing. Hal ini akan menjadi poin positif yang dapat mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman.

Menurutnya, pameran Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 dapat menjadi platform penting bagi industri, pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk berkolaborasi menggali potensi lokal Indonesia. “Dengan demikian, diharapkan dapat mendorong inovasi, meningkatkan daya saing industri pangan nasional secara global yang dapat memperkuat ketahanan pangan,” kata Prof Giyatmi.

Mahasiswa Universitas Bina Nusantara melakukan presentasi di hadapan para juri dalam menciptakan produk martabak yang lebih rendah kalori di ajang Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 di JIExpo Kemayoran (dok. Hidupgaya.co)

Tak kalah menarik, di ajang ini juga digelar kompetisi pengembangan produk pangan yang melibatkan mahasiswa adu ide dalam menciptakan produk pangan bernilai tambah.

Peserta dari Universitas Bina Nusantara misalnya, menyajikan presentasi membuat martabak ‘Manise’ yang tidak lagi padat kalori dengan mengganti sejumlah ingredients, di antaranya tepung dan sumber gula.

Produk martabak yang semula dianggap sebagai camilan manis padat kalori kini bisa menjadi makanan yang lebih sehat dengan penambahan/substitusi sejumlah ingredients di dalamnya.

Tidak hanya menciptakan makanan bernilai tambah, mereka juga memetakan target pasar dan model bisnis serta harga untuk produk martabak itu agar menguntungkan dan bisa bersaing di pasaran.

Nah, mumpung masih ada waktu, segera kunjungi ajang pameran akbar ini. Tiket gratis dan bisa diperoleh dengan melakukan pemindaian QR di lokasi atau melakukan pendaftaran online di http://www.fiasia.com. (HG)