Hidupgaya.co – Selain kopi, teh menjadi minuman populer di Indonesia. Bukan hanya Jepang, Inggris atau Cina yang menyukai tradisi minum teh, masyarakat Indonesia juga menyukai minuman yang kaya antioksidan ini.
Awalnya teh disajikan di lingkungan bangsawan, namun seiring perkembangan zaman, kalangan rakyat jelata juga makin banyak yang mengandalkan teh sebagai minuman, baik dinikmati panas atau dingin – dengan menambahkan es.
Teh menjadi minuman kesukaan anak muda, apalagi teh rasa-rasa yang ditambahkan perisa melon, madu dan sebagainya. Tampaknya kegemaran akan minum teh ini menginspirasi PT Nojorono Tobacco International (Nojorono Kudus) untuk menciptakan produk yang menyasar anak muda di atas 21 tahun dengan menambahkan varian teh pada Djinggo Tea.
Disampaikan Arief Goenadibrata, Direktur PT Nojorono Tobacco International, peluncuran produk Djinggo Tea sejalan dengan komitmen Nojorono Kudus dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. “Produk Djinggo Tea itu dibuat dengan tangan, berdampak pada penciptaan lapangan kerja karena ini industri padat karya. Dengan demikian banyak menyerap tenaga kerja,” ujar Arief dalam temu media di Jakarta, Rabu (14/8/2024).

Menurut Arief, SKT (sigaret kretek tangan) cukainya lebih bersahabat dibandingkan yang dibuat dengan mesin. Mengingat hal itu, Nojorono mampu menawarkan Djinggo Tea dengan harga terjangkau bagi kalangan muda.
“Kita ingin menciptakan produk yang relevan dengan konsumen. Bukan hanya soal rasa tapi juga soal kantong. Kita bikin produk yang bagus dan enak tapi harganya mahal, itu nggak relevan. Atau bikin produk yang murah tapi nggak enak, itu juga nggak relevan,” ujar Arief.
Untuk mengombinasikan itu butuh upaya panjang agar produk bisa masuk dan diterima konsumen. “Kami pakai momen ini, jika ada kenaikan cukai tahun depan, kami masih bisa menyesuaikan karena harga perdana saat ini terjangkau. Jadi kalau pun cukai naik masih bisa menyesuaikan,” lanjut Arief.

Lebih lanjut dia menyampaikan, Djinggo Tea dirancang dengan perhatian khusus pada kualitas bahan baku tembakau dan cengkeh terbaik yang sudah menjadi komitmen Nojorono Kudus pada setiap produk yang diciptakan. “Produk ini diracik dengan tangan pekerja linting berpengalaman dengan mengedepankan cita rasa khas kretek warisan tanah air dan jaminan mutu kualitas,” bebernya.
Kesempatan sama, Christina E. Mirgaya, Brand Manager PT Nojorono Tobacco International mengatakan Djinggo Tea merupakan pilihan yang pas, bagi mereka yang mencari keseimbangan antara tradisi dan modernitas. “Djinggo Tea dirancang relevan dengan kehidupan sosial bagi mereka yang aktif dan berusia di atas 21 tahun,” ujarnya.
Saat ditanya kenapa memilih teh sebagai varian rasa yang disematkan pada Djinggo Tea, Christina mengatakan teh merupakan minuman yang sudah lekat dengan masyarakat Indonesia. “Indonesia punya bermacam-macam teh. Sedangkan Minak Djinggo itu asli Indonesia. Kekuatan itu yang kita manfaatkan. Kandungan Djinggo Tea ada ekstrak teh yang memberikan keunikan sekaligus keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis di pasaran,” tandasnya. (HG)