Hidupgaya.co – Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2024 telah resmi ditutup pada 10 Juli dan sukses mencapai target transaksi Rp12 triliun. Kalkulasi masih berlangsung dan diprediksi angka transaksi bisa mencapai Rp14 triliun.

“Alhamdulillah FJGS tahun ini melampaui dari target tahun ini yaitu Rp12 triliun. Tadi saya dibisikin Pak Mualim (Ketua Pelaksana FJGS) karena masih proses rekapitulasi kayaknya mendekati Rp14 triliun,” kata Sekretaris Umum Asosiasi Pusat Pengelola Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta Yudi Rakhmat Raharja di acara Closing Ceremony FJGS 2024 di Gajah Mada Plaza Jakarta, Rabu (10/7/2024).

FJGS merupakan buah kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Tahun ini FJGS hanya berlangsung 1,5 bulan (5 Juni hingga 10 Juli) – lebih singkat – dibanding tahun sebelumnya yang digelar selama dua bulan penuh.

Yudi menyampaikan tahun 2023 FJGS membukukan transaksi Rp11,5 triliun dalam waktu 2 bulan.

Closing ceremony FJGS 2024 di Gajah Mada Plaza Jakarta (dok. Hidupgaya.co)

Capaian transaksi FJGS yang tembus target tahun ini tak lepas dari sebanyak 94 mal yang sudah ikut berpartisipasi dalam menawarkan diskon hingga 70% selama gelaran berlangsung.

Kesempatan sama, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan FJGS merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka memeriahkan ulang tahun Jakarta, berkolaborasi dengan APPBI DPD DKI Jakarta.

Pusat perbelanjaan, sebut Ratu, memiliki peran penting dalam mendukung Jakarta sebagai kota global dan kota belanja kelas dunia. “Hal ini sejalan dengan Jakarta yang sedang bertransformasi menjadi kota global yang kompetitif,” tuturnya.

Ratu menyampaikan, DKI Jakarta memiliki kontribusi terhadap perrkonomian nasional sebesar 16 persen. “Ekonomi Jakarta tetap kuat di tengah berbagai dinamika dan ketidakpastian ekonomi global,” ujarnya.

Closing ceremony FJGS 2024 di Gajah Mada Plaza Jakarta (dok. Hidupgaya.co)

Ratu menambahkan saat ini Jakarta sedang bertransformasi menjadi kota global usai penetapan UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Jakarta sudah menduduki peringkat ke-74 dari 156 kota global di seluruh dunia.

Global Power City Index tahun 2023 menobatkan Jakarta urutan ke 45 dari 48 kota di dunia.

Ratu menekankan, kuatnya ekonomi di Jakarta karena daya beli masyarakat cukup tinggi. Selain itu, event seperti FJGS  juga membantu menguatkan ekonomi di Jakarta. “Kami harapkan berbagai event ke depan terus tumbuh di Jakarta,” ucapnya.

Gelaran tahunan FJGS diharapkan dapat mendorong  perekonomian Jakarta bertumbuh sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. “Dengan begitu, Jakarta dapat disiapkan menjadi kota yang berstandar kompetitif guna menarik investasi ke depan,” tandas Ratu. (HG)