Hidupgaya.co – Prime Video bakal hadirkan serial Original Indonesia terbaru LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah pada 11 Juli mendatang. Acara reality show komedi yang membawa total enam episode ini dipandu oleh Pandji Pragiwaksono dan mempertemukan sepuluh komedian terbaik Indonesia, yaitu Cak Lontong, Andre Taulany, Denny Cagur, Rina Nose, Indra Jegel, Gilang Dirga, Ivan Gunawan, Asri Welas, Marshel Widianto, dan Dicky Difie, dalam sebuah persaingan yang sengit dan unik.
Ada banyak alasan masyarakat perlu menonton LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah di Prime Video:
Ini tentang pertarungan komedi dan ketahanan diri
Dalam persaingan sengit nan unik yang bertabur bintang ini, komedian yang tidak pernah tersenyum dan bertahan lebih lama dari pesaingnya akan keluar sebagai pemenang. LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah pun menggunakan 32 kamera untuk menangkap semua kehebohan dan keseruan selama kompetisi penuh kejutan ini berlangsung, seiring para pemain menampilkan berbagai kemampuan mereka, termasuk stand-up, improvisasi, komedi fisik, dan lain-lain.
Sutradara Alcy Desrandy berbagi tantangan terbesarnya ketika menggarap acara komedi ini. “Acara ini bukan hanya menghadirkan 10 komedian, tetapi juga perpaduan luar biasa dari berbagai genre dan generasi,” ujarnya.

Dari maestro stand-up seperti Cak Lontong hingga komedian muda seperti Indra Jegel, semua genre komedi terwakili di sini. Perpaduan komedian ini menjanjikan ledakan tawa yang tak terduga.
Adaptasi dari acara komedi global yang populer
Format unik LOL: Last One Laughing menjadikannya acara yang paling banyak ditonton sepanjang masa di Prime Video di Italia, Prancis, dan Jerman. Kesuksesan tersebut berlanjut dengan hadirnya berbagai versi lokal yang sukses di Meksiko, Australia, India, Spanyol, Kanada, Belanda, Kolombia, Argentina, Brazil, dan Swedia.
Produser eksekutif dan showrunner Indra Yudhistira pun menjelaskan konsep yang dapat dinantikan untuk versi Indonesianya. LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah dapat dipastikan menjadi suatu suguhan serial komedi yang berbeda dari yang pernah ada. Dengan menghadirkan 10 komedian ternama tanpa saling mengetahui identitas mereka sebelumnya.
Didukung dengan skala produksi yang besar, selama 6 jam penuh dengan 32 kamera tersembunyi, mereka harus meramu strategi untuk membuat satu sama lain tertawa hingga pada akhirnya harus ada satu pemenang saja yang berhasil menahan tawa.
Pengalaman komedi yang tidak biasa
Dengan format yang unik, tentunya para pemain menyimpan berbagai pengalaman seru yang juga dapat dinikmati oleh penonton. “Ini program tergila dan teredan yang pernah saya alami,” kata Ivan Gunawan.
Gilang Dirga mengaku awalnya ‘takut’ dengan Rina Nose. “Awalnya, peserta yang paling saya takuti adalah sama Rina Nose, karena kita punya core yang sama, impersonate. Dia tahu apa yang ada di kepala saya, dan saya pun tahu apa yang ada di kepalanya. Tapi setelah proses shooting dimulai, ternyata semua peserta berbahaya,” ujarnya.
Kelihaian adu strategi
Berada di satu ruangan dengan para komedian lain tentunya dapat memicu banyakan ledakan komedi – yang justru akan menjadi tantangan terberat karena tidak ada satu pun yang boleh tertawa. Para pemain mengaku memiliki strategi tersendiri agar bisa menahan tawa.
Denny Cagur mengakui tantangan acara ini adalah disuruh melawak di depan pelawak. “Bayangin kita melawak di depan orang-orang yang sudah biasa mendengarkan lawakan. Saya salut banget dengan tim produksi yang bisa menjaga 10 peserta ini tidak saling tahu. Sampai akhirnya kita di satu waktu, semua kumpul 6 jam, saling bercanda, saling menyerang, sampai akhirnya tersisa satu,” ujarnya.
Pandji Pragiwaksono jadi pembawa acara LOL yang bertabur bintang
Memiliki berbagai versi lokal, acara LOL: Last One Laughing menggandeng banyak selebriti ternama sebagai pemandu acaranya, termasuk Jay Baruchel (Kanada), Rebel Wilson (Australia), Graham Norton (Irlandia), dan Trevor Noah (Afrika Selatan).
Dalam versi Indonesia, Pandji Pragiwaksono terpilih menjadi sang pemandu acara yang akan berperan sebagai sang Commander. “Sebagai pemandu acara, saya memiliki kesempatan istimewa untuk menyaksikan langsung aksi para komedian di layar,” ujarnya.

Dengan 32 kamera yang terpasang, Pandji dapat melihat setiap detail, mulai dari gelagat mereka yang ingin tertawa, improvisasi cerdas, hingga aksi usil mereka yang menggelitik. “Terus terang, saya tidak bisa berhenti tertawa selama memandu acara ini,” terangnya.
LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah juga mengeluarkan trailer perdana yang memberikan sekilas ledakan-ledakan komedi yang menanti. Bertemakan ‘Galaksi Komedi’ sebagai pembawa acara Pandji Pragiwaksono bertindak menjadi Commander yang mencari calon Penguasa Galaksi Komedi.
Selama enam jam, sepuluh komedian ternama Indonesia berkumpul dalam satu ruangan untuk membuat komedian lain tertawa atau tersenyum, sekaligus harus menahan tawa sendiri agar tidak tereliminasi. Yang terakhir tertawa akan memenangkan piala, uang tunai sebesar Rp300 juta, dan gelar Penguasa Galaksi Komedi.
Diproduksi oleh Amazon MGM Studios yang bekerja sama dengan BASE Entertainment, LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah akan tayang perdana secara eksklusif di Prime Video pada 11 Juli 2024 dengan menghadirkan dua episode, diikuti dengan dua episode baru yang dirilis secara mingguan. (HG)