Hidupgaya.co – Sunat/khitan merupakan salah satu prosedur medis penting yang memiliki manfaat kesehatan jangka panjang bagi laki-laki. Sirkumsisi atau sunat adalah suatu proses memotong ujung kulup atau kulit yang menutupi penis.

Selain menjaga kebersihan dan kesehatan, sunat juga dapat mencegah berbagai penyakit menular. “Pada anak-anak, sunat dapat mencegah infeksi saluran kemih,” ujar dr. Randy Anindito, praktisi Rumah Sunat dr. Mahdian di acara sunatan massal yang digelar Hansaplast di Jatiasih, Jawa Barat, baru-baru ini.

Dokter Randy mengatakan, infeksi saluran kemih (ISK) bisa diatasi oleh sunat. ISK umummya disebabkan kuman yang terperangkap di kulup. “Kalau ada kulup maka sisa sisa pipis masih berbekas. Sebaliknya kalau disunat kulupnya maka tidak ada lagi kuman yang tumbuh di sana,” terangnya.

Saat ditanya kapan usia yang tepat untuk sunat, menurut Randy jika anak disunat di usia dini – misalnya saat bayi – penyembuhannya akan lebih cepat dibanding anak yang sunat di usia remaja.

Diskusi tentang perawatan luka di acara Sunat Massal Hansaplast (dok. ist)

Praktisi kesehatan itu menekankan pentingnya untuk mengedukasi publik terkait sunat. Pasalnya, masih banyak mitos yang beredar seputar perawatan luka pasca-sunat.

“Sunat itu sengaja membuat luka, kulupnya dibuang. Jadi harus dirawat lukanya. Perawatan luka itu sederhana, bisa dilakukan dalam tiga langkah yaitu bersihkan, lindungi, dan sembuhkan,” tutur Randy.

Luka yang tidak dirawat dengan baik bisa menimbulkan peradangan. Bahkan dalam kasus parah bisa bernanah. “Tanda-tanda peradangan yang kelihatan adalah memerah. Kalau lebih parah bisa bengkak kemudian berdarah selanjutnya timbul nanah. Itu tanda-tanda luka infeksi,” beber praktisi sunat itu.

Infeksi berkait dengan higienitas dalam perawatan luka. Makanya harus jaga kebersihan. Bersihkan lukanya lindungi dari yang kotor kotor,” ujar dr. Randy.

Untuk mempercepat penyembuhan luka imbangi dengan konsumsi makanan bergizi. “Gak ada pantangan makan kalau pasca sunat. Semuanya bisa dikonsumsi,” beber dr. Randy.

Untuk membersihkan luka, dr. Randy menyarankan memakai cairan antiseptik supaya tidak terjadi infeksi. “Untuk memudahkan perawatan, kita bisa menggunakan antiseptik spray yang mengandung PHMB yang terbukti bisa membunuh bakteri dan mencegah infeksi,” tuturnya.

Para ahli menyatakan PHMB (Polyhexamethylene Biguanide, yang biasa disebut Polyhexanide) lebih baik dibandingkan povidone-iodine untuk perawatan luka akut dan luka kronis.

PHMB juga dinyatakan sebagai pilihan antiseptik untuk luka kronis dan luka bakar (Consensus on Wound Antiseptics: Update 2018 in Skin Pharmacology and Physiology).

Luka dinyatakan sembuh bila keropengnya hilang. Luka yang nyaris sembuh biasanya ditandai dengan rasa gatal. “Jika gatal jangan digaruk. Gatal itu sensasi nyeri paling minimal. Kalau digaruk malah bisa menimbulkan luka baru,” saran dr. Randy.

Kolaborasi Hansaplast dengan Rumah Sunat dr Mahdian

Dalam rangka melanjutkan upaya edukasi perawatan luka, Hansaplast aktif menggelar kampanye edukasi pertolongan pertama dan perawatan luka melalui program Anak Siaga Hansaplast. Kegiatan ini telah rutin dilakukan sejak 2015.

Di tahun 2024, Hansaplast melakukan terobosan baru, yaitu “Sunat Massal” untuk 100 anak Indonesia berkolaborasi dengan Rumah Sunat dr Mahdian & Alfamart yang diadakan pada 3 Juli 2024 dan 5 Juli 2024 di Rumah Sunat dr Mahdian.

Yosephine Carolline, Senior Brand Manager Health Care PT. Beiersdorf Indonesia menyampaikan, jutaan cedera ringan terjadi setiap tahunnya, dan pertolongan pertama yang tepat adalah cara terbaik untuk melindungi terhadap kemungkinan infeksi pada luka.

“Itulah sebabnya, Hansaplast memiliki misi sosial global untuk mengedukasi 200.000 anak di seluruh dunia tentang pertolongan pertama dan perawatan luka sampai dengan akhir tahun 2025,” ujar Yosephine.

Di Indonesia, komitmen ini diwujudkan melalui Anak Siaga Hansaplast (ASH) yang telah diadakan sejak 2015.

Salah satu peserta Sunat Massal Hansaplast di Rumah Sunat dr. Mahdian Jatiasih Jawa Barat (dok. ist)

ASH merupakan program edukasi mengenai pertolongan pertama pada luka (P3K pada luka) kepada anak-anak usia sekolah di Indonesia. “Tidak hanya edukasi, Hansaplast melebarkan jangkauan nya dengan memberikan program sunat massal secara gratis untuk 100 anak dalam misi memberikan perawatan terbaik pasca sirkumsisi atau sunat,” beber Yosephine

Acara sunat massal dilakukan oleh tim medis profesional yang berpengalaman akan melaksanakan prosedur sunat dengan menggunakan peralatan medis yang steril dan sesuai standar kesehatan.

“Kami berharap kegiatan sunat massal ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan layanan kesehatan ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terlaksananya kegiatan ini,” tandas Yosephine.  (HG)