Hidupgaya.co – Dion Wiyoko termasuk sosok aktor yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Tak mengherankan, sosoknya didaulat menjadi campaign ambassador Wings for Unicef ‘Gerakan Bersih Sehat’ dalam mendukung layanan air, sanitasi, dan kebersihan WASH (water sanitation and hygiene) yang memadai di sekolah-sekolah.
Terkait jabatan itu, Dion memiliki tugas mengedukasi anak-anak dan para orang tua terkait pentingnya air, sanitasi dan kebersihan di berbagai sekolah di wilayah pelosok. “Dalam beberapa tahun terakhir saya cukup sering dan cukup banyak ke beberapa pelosok daerah, khususnya Indonesia Timur atau Indonesia Barat. Banyak anak susah untuk mendapatkan akses air bersih, dan itu benar adanya,” ujar Dion di acara temu media yang dihelat Wings Group dan Unicef di Jakarta, baru-baru ini.
Dion mengatakan, saat kunjungan ke daerah tertentu, untuk fasilitas toilet atau mencuci tangan atau lainnya, aksesnya masih sulit. “Kondisinya juga jauh dari layak. Ini yang sangat mengkhawatirkan, makanya gerakan ini (Gerakan Bersih Sehat) yang bisa membantu mereka semua,” jelasnya.
Aktor ini juga mulai mengajari anaknya menjalani gaya hidup sehat dengan cara menyenangkan. “Keresahan ini yang membawa saya menerapkan gaya hidup bersih sehat dalam keluarga saya,” terangnya.
Dia melakukan story play dengan anak tentang pentingnya menjaga kebersihan. “Saya story play cara mencuci pakaian, mencuci tangan, mandi dengan cara yang fun sehingga akhirnya memori pun lebih gampang masuk,” terang Dion.
Sejumlah kegiatan bersih yang Dion terapkan kepada anak adalah dengan menggunakan pakaian bersih, mencuci tangan secara berkala, membersihkan badan secara keseluruhan dan menjaga lingkungan.

Selain mengajari tentang konsep bersih diri, Dion juga mengajari anak bersih lingkungan, terkait membuang sampah atau barang yang tidak terpakai. “Kalau ada barang-barang yang tidak terpakai, disumbangkan kasih ke teman, ke saudara atau lain-lain. Jadi gak menumpuk barang tak terpakai di rumah. Mudah-mudahan itu sudah menjadi perilaku bersih sehat,” terang Dion.
Kesempatan sama, Marketing Manager SoKlin Joanna Elizabeth Samuel mengatakan Wings Group Indonesia mengatakan program Wings for Unicef dengan meluncurkan kampanye ‘Generasi Bersih Sehat’ sejalan dengan target pemerintah untuk memberikan layanan WASH 100% kepada seluruh anak pada tahun 2030 dan Indonesia Emas 2045.
“Kampanye Wings for Unicef ‘Generasi Bersih Sehat’ jilid pertama akan dijalankan bersama merek kebersihan pakaian dan lantai andalan keluarga, SoKlin, dengan menyoroti pentingnya akses WASH dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah dalam menghadirkan lingkungan yang bersih dan sehat bagi anak-anak bermain dan belajar,” ujar Joanna.
“Fokus kami adalah menyuarakan pentingnya mengawali segala sesuatu dengan bersih. Karena dengan berawal dari bersih anak-anak dapat meraih apa pun yang menjadi aspirasi mereka dan menjadi Generasi Bersih Sehat, generasi pemenang yang melaju tanpa batas,” lanjut Joanna.
Berdasarkan data Profil Sanitasi Sekolah tahun 2022 yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), 71 persen satuan pendidikan atau setara dengan 27 juta anak di Indonesia berada pada layanan WASH terbatas, dan hanya 28 persen yang mencapai layanan WASH dasar.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah melakukan pembaruan kebijakan, peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru, serta alokasi anggaran untuk fasilitas sanitasi. Pemerintah juga telah mengintegrasikan Sehat Lingkungan dalam lima fokus Gerakan Sekolah Sehat (Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan) untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas.

Sehat Lingkungan berkaitan erat dengan kesehatan anak dan mempengaruhi pencapaian belajar mereka di sekolah. Fokus Sehat Lingkungan sendiri adalah meningkatkan kondisi sekolah yang dapat mendukung anak-anak untuk menerapkan PHBS sehingga mereka dapat tumbuh dan kembang secara optimal dan mencapai hasil pembelajaran yang baik.
WASH Specialist UNICEF Indonesia Muhammad Zainal mengatakan pentingnya merealisasikan sehat lingkungan dengan mengupayakan sanitasi memadai di sekolah. “Sanitasi sekolah adalah langkah awal mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan aman, dan berkaitan erat dengan kesehatan anak. Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, terbukti mengurangi ketidakhadiran di sekolah hingga 50 persen,” ujarnya.
Oleh karenanya, sarana dan layanan sanitasi di sekolah harus memenuhi standar teknis infrastruktur, terjaga kebersihannya, memberikan privasi bagi siswa dan didukung oleh PHBS di sekolah. (HG)