Hidupgaya.co – Buat pelancong yang tengah mempertimbangkan untuk mengunjungi negara di Asia yang ramah dengan wisatawan Muslim, coba pertimbangkan Taiwan. Menimbang pasar yang besar dari Indonesia, Administrasi Pariwisata Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Taiwan mengupayakan dan terus mendorong agar negara itu nyaman dikunjungi.
Disampaikan Deputi Direktur Jenderal Administrasi Pariwisata Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Taiwan, Chou Ting Chang, di Taiwan sudah tersedia sejumlah titik pariwisata yang ramah Muslim. Fasilitas yang disediakan termasuk tampat ibadah, lebih dari 400 restoran yang menyediakan makanan halal. “Tempat-tempat transportasi umum seperti bandara, terminal, dan stasiun juga menyediakan tempat ibadah,” ujarnya di acara peresmian Kantor Layanan Pariwisata Taiwan di Jakarta, Rabu (28/2/2024).
Chou menambahkan, dewasa ini Taiwan tercatat sebagai salah satu negara yang nyaman menjadi destinasi wisata bagi masyarakat Muslim.

Dia merekomendasikan sejumlah tampat yang bisa menjadi tujuan wisata selama di Taiwan, yakni pusat kota di Taipei yang bisa ditempuh hanya dalam 30 menit dari bandara. Lokasi lain yang layak dikunjungi adalah Kaohsiung, yang berjarak hanya 1,5 jam menggunakan kereta cepat dari bandara.
Chou menyebut, di Kaohsiung, wisatawan bisa berkeliling mengendarai sepeda atau naik kereta. Di wilayah ini banyak pemandangan indah dan bagus dibuat konten untuk media sosial.
Selanjutnya, Ximending, merupakan area populer yang bisa menjadi destinasi favorit. Jangan lupa sambangi Sun Moon Lake, area pegunungan untuk menikmati perbedaan suhu dan cuaca yang hangat di siang hari dan dingin di malam hari.
Bagi pelancong yang ingin menikmati kota bersejarah dan berbudaya yang rasanya seperti di kota dongeng, direkomendasikan mengunjungi Jiu Fen di area timur.

Pembuat konten perjalanan asal Indonesia, Kadek Arini, mengakui Taiwan merupakan salah satu negara yang direkomendasikan untuk wisata bersama keluarga. “Suhunya bersahabat. Di musim gugur suhu di sana masih berkisar 20 derajat Celcius, tidak terlalu dingin,” ujarnya.
Baru-baru ini Kadek mengunjungi Taiwan dan mengungkap banyak destinasi wisata yang bagus dikunjungi bersama keluarga. “Di sana tuh ada semacam Kampung Jawa, karena kebanyakan pekerja migran tinggal di situ. Taiwan ramah wisatawan Muslim, tersedia tempat ibadah dan banyak restoran menyediakan makanan halal,” bebernya.
Yang bikin bahagia, biaya hidup dan akomodasi di Taiwan terbilang murah. “Menginap di hotel bintang 4 masih bisa Rp1 juta per malam. Tersedia kereta cepat dengan ongkos terjangkau, juga bus dengan tarif Rp10 ribu,” tutur Kadek.
Bagi pelancong yang ingin mengeksplorasi Taiwan, bisa merogoh kocek Rp8 juta seminggu di luar biaya pesawat pulang pergi. “taiwan itu menawarkan tujuan wisata lengkap. Ada laut, pegunungan, alamnya bagus. Ada juga bunga sakura. Tamannya banyak. Ini negara tujuan wisata yang ramah keluarga. Di sana slow living, bisa menikmati hidup,” imbuh Kadek yang telah plesir mengunjungi 32 negara
“Saya suka wisata alam, lihat bunga-bunga mekar, Jiu Fen dan Sun Moon Lake ini pilihan tepat, apalagi musim bunganya sepanjang tahun, jadi tidak perlu menunggu bulan tertentu untuk mengunjungi Taiwan,” bebernya.

Chou menambahkan, Taiwan menawarkan berbagai pilihan wisata untuk semua kalangan, mulai dari wisata keluarga, wisata alam, wisata budaya, hingga wisata kuliner. Dia menekankan, Kantor Layanan Wisata Taiwan di Jakarta yang baru saja diresmikan akan memberikan informasi pariwisata yang ramah Muslim.
Selain itu, keberadaan kantor ini diharapkan memperkuat pertukaran dan pengembangan industri pariwisata antara kedua negara, khususnya dalam pengembangan pariwisata kelas menengah ke atas dan pasar perjalanan MICE.
Pemasaran online dan promosi offline akan dikerahkan untuk membantu operator Indonesia dalam memperluas basis pelanggan mereka, dengan tujuan mencapai target 12 juta pengunjung dari seluruh dunia ke Taiwan pada 2024. (HG)