Hidupgaya.co – Tak dimungkiri masyarakat – terutama perempuan Indonesia – tidak hanya peduli pada kesehatan tubuh saja, tapi juga kesehatan kulit. Bicara soal merawat kesehatan kulit, ternyata tidak cukup dari luar menggunakan skincare, tapi juga perlu dilakukan dari dalam. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman kolagen secara rutin.
Minuman kolagen memang sudah banyak di pasaran dan cukup diminati oleh konsumen. Namun, tak jarang pula calon konsumen meragukan manfaat dari minuman kolagen tersebut.
Menurut dermatolog dr. Arini Widodo, SM, SpDVE, ukuran molekul kolagen sangat menentukan efektivitas kinerjanya terhadap tubuh. “Kolagen tripeptida yang mempunyai ukuran molekul 300-500 Dalton akan lebih cepat diserap oleh pencernaan, yang kemudian dibawa pembuluh darah untuk disebarkan ke organ tubuh seperti kulit,” papar dokter lulusan Harvard Medical School di acara Enriching Skincare Routine for a Healthier Skin with Flimbeauty di Jakarta x Beauty di JCC Senayan Jakarta, baru-baru ini.

Kolagen konvensional pada umumnya memiliki molekul sebesar 2000-5000 Dalton, sedangkan Flimcol hadir dengan kolagen tripeptida yang memiliki ukuran molekul hanya 300 Dalton saja. Ini berarti, Flimcol mampu lebih cepat dan lebih efektif diserap tubuh.
Bagi yang belum tahu, Flimcol adalah minuman kolagen yang diformulasikan oleh para ahli dengan kandungan 5.000mg Marine Collagen Tripeptide dari Korea.
Adalah Dennis Hadi, Direktur Flimgroup, yang tertarik untuk berinovasi ke industri kecantikan melalui produk minuman kolagen, untuk menyehatkan tubuh dan kulit. “Saya melihat bahwa perempuan Indonesia saat ini tidak hanya fokus menjaga berat badan saja, namun juga kesehatan kulit untuk tampil maksimal,” ujarnya.
Berangkat dari situ, Dennis Hadi membesut Flimbeauty sebagai merek kecantikan di bawah naungan brand Flimty, dengan menghadirkan produk Flimcol. “Sebelum launching kita melakukan uji panelis produk Flimcol ke beberapa orang dengan masalah kulit yang berbeda. Tujuannya, lagi-lagi untuk memastikan produk kita memang benar-benar efektif sebelum sampai ke tangan customer,” ujarnya.

Dia mengakui, menciptakan produk kolagen bukan hal mudah. “Jujur memang nggak mudah. Apalagi, proses development-nya memakan waktu lama, karena kita memang mau kandungannya sesuai dengan label nutrisi yang ada di kemasan. Kita pilih marine collagen tripeptide dari Korea sebagai bahan utama, karena kalau tripeptide itu sudah pasti molekulnya lebih kecil daripada single peptide. Jadi bisa lebih cepat diserap oleh tubuh dan lebih efektif pula nanti efeknya ke kulit,” ujar Dennis.
Selain itu, imbuh Dennis pihaknya juga memastikan produk ini punya kandungan gula yang rendah. “Kita pakai stevia yang nol kalori. Jadi, aman buat dikonsumsi. Apalagi ini untuk kulit, kalau gulanya berlebihan itu malah ngasih efek yang nggak bagus ke kulit,” bebernya.
Dennis menekankan pentingnya riset dalam mengembangkan produk Flimcol. “Saya melakukan riset mendalam bersama para expert untuk menemukan formula yang tepat dan cocok, memastikan kandungannya sesuai klaim, tidak ada yang dilebih-lebihkan. Kenapa bisa sampai segitunya, karena kita mau bikin produk yang nggak cuma bagus, tapi juga jujur. Sehingga kita bisa mematahkan stigma negatif masyarakat terhadap minuman kolagen selama ini,” pungkas Dennis. (HG)