Hidupgaya.co – Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) kembali gelar hajatan pekan mode tahun terbesar di Jawa Barat, Fashionality 2023, mengusung tema Impression. Berlangsung di Trans Convention Center (Trans Luxury Hotel) Bandung pada 12-14 Desember 2023, Fashionality hadirkan tak kurang dari 120 desainer dan 95 merek potensial Jawa Barat.

“Sebagai bentuk komitmen terhadap kemajuan dunia fashion dalam negeri, APPMI berusaha
untuk terus memberikan ruang kepada UMKM Jawa Barat khususnya dan tiga sektor di bidang usaha (business and trade), pendidikan (education & technology), serta seni budaya dan wastra (culture & art),” ujar Ketua Umum APPMI Poppy Dharsono di acara pembukaan Fashionality 2023 di Trans Convention Center (Trans Luxury Hotel) Bandung, Selasa (12/12/2023).

Poppy melanjutkan, masing-masing sektor tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk kegiatan yang meliputi pameran dagang, coaching clinic dan seminar serta fashion show yang diharapkan akan memetakan proses industri dari hulu sampai hilir, khususnya di Jawa Barat.

Pembukaan Fashionality 2023 sekaligus tribute to Harry Ibrahim di Trans Luxury Hotel Bandung, 12 Desember 2023 (dok. Hidupgaya.co)

Kesempatan sama, perwakilan APPMI Jawa Barat Susan Zhuang menyampaikan, Fashionality 2023 memilih Impression menjadi tema besar, merupakan buah pikiran ketua APPMI Jabar, Harry Ibrahim yang berpulang pada 15 Oktober silam. “Tema Impression ini sengaja diangkat oleh ketua APPMI Jawa Barat Harry Ibrahim untuk gelaran Fashionality 2023. Namun sayangnya beliau berpulang sehingga akhirnya kami ingin terus melanjutkan konsep itu. Makanya kami berharap, acara ini bisa menjadi momen yang berarti di akhir tahun,” terangnya.

Fashion adalah sebuah kecenderungan gaya yang sedang digemari dan berlaku dalam jangka waktu tertentu. Dalam dunia digital seperti sekarang ini, Impression merupakan istilah yang digunakan untuk mengukur tampilan konten digital serta interaksi yang dilakukan oleh pengguna internet. Bisnis akan berkembang ketika impression management (manajemen reputasi) digunakan untuk meningkatkan aktivitas pemasaran.

Susan menambahkan, melalui Fashionality 2023 diharapkan seluruh pelaku bisnis kreatif terutama di dunia fashion bakal mampu secara mengesankan menampilkan ide-ide kreatif yang orisinal. “Dengan tak melepaskan diri dari keutamaan budaya nasional, garis perjuangan APPMI sebagai asosiasi dan organisasi tetap fokus kepada pengembangan unsur-unsur lokal,” bebernya.

Sebagai bentuk penghormatan untuk mendiang Harry Ibrahim, di acara pembukaan Fashionality 2023 digelar pergelaran busana 25 desainer dengan nuansa serba hitam. “Ini sebagai tribute untuk mendiang Harry Ibrahim atas kontribusi dan dedikasinya di industri fashion,” beber Susan Zhuang.

Susan menyampaikan, semasa hidupnya, Harry Ibrahim pernah mengatakan ingin dikenang sebagai fashion designer with legacy. “Harry Ibrahim sosok desainer brilian untuk busana kontemporer. Dia adalah leader yang sangat peduli dan berdedikasi untuk APPMI Jawa Barat. Kami berharap APPMI akan lebih berkembang lagi meskipun beliau telah berpulang,” tuturnya.

Gelaran fashion di acara pembukaan Fashionality 2023 sebagai bentuk tribute to Harry Ibrahim (dok. Hidupgaya.co)

Di gelaran itu para desainer APPMI membawakan beragam koleksi yang mampu menceritakan narasi ‘habis gelap terbitlah terang’ yang diusung sebagai tema tribute untuk Harry Ibrahim. “Narasi ini dipilih sesuai dengan harapan APPMI Jawa Barat untuk terus lebih baik lagi dan mampu berkembang dari tahun ke tahun seperti harapan mendiang,” tandas Susan.

Fashionality 2023 sekaligus menjadi ajang para desainer untuk menggelar karya terbaru yang akan mewarnai tren mode tahun 2024 lewat Fashion Tendance 2024 APPMI Jabar di acara penutupan 14 Desember.

Gelaran Fashionality 2023 didukung oleh Yogya Group, Garuda, Universitas Kristen Maranatha, dan IFAF. “Semoga Fashionality 2023 dapat membawa nama fashion Indonesia di kancah industri mode dalam dan luar negeri serta meningkatkan brand awareness serta membangun branding seluruh pelaku bisnis yang terlibat,” pungkas Susan. (HG)