Hidupgaya.co – Dengan aktivitas padat san kesibukan yang seolah tiada jeda, banyak ibu tidak sempat merebus kaldu ayam atau sapi berjam-jam. Nah, dengan bumbu kaldu bubuk bakal menghemat waktu karena tidak perlu merebus daging atau ayam dengan lama, dipadukan juga dengan rempah-rempah yang pas, dan hemat waktu karena tidak perlu iris-iris bahan dasar rempah.
Belum lama ini WINGS Group Indonesia meluncurkan merek produk bumbu kaldu bubuk terbaru, Bumbu Kaldu Sedaap. Lansiran produk anyar ini sekaligus menambah portofolio kategori seasoning powder pada merek induk Sedaap.
Ada hal menarik terkait bumbu kaldu, yakni bumbu kaldu merupakan magnet yang cukup besar di kategori seasoning powder, dimana 8 dari 10 rumah tangga memakai bumbu kaldu bubuk di rumahnya untuk melezatkan masakan.
“Bumbu Kaldu Sedaap Rasa Ayam dibuat dari daging ayam asli yang direbus lama, dan Rasa Sapi dibuat dari daging sapi yang membuat gurih kaldunya pas dan wangi. Semua dipadukan dengan rempah-rempah yang menyeimbangkan rasa komponen tiap masakan,” terang Preeti Chopra Bhatnagar, Marketing Manager Seasoning Powder WINGS Group Indonesia di acara peluncuran Bumbu Kaldu Sedaap di Jakarta.

Preeti memastikan proses pembuatannya di pabrik dan tidak tersentuh tangan untuk memastikan standar tinggi kebersihan dan higienitasnya.
Hadir dalam peluncuran Bumbu Kaldu Sedaap, Chef Stefani Horison mengatakan bumbu kaldu bukan dapat digunakan untuk masakan berkuah namun juga pas untuk tumisan. “Kaldu ayam atau daging diperlukan untuk menambah nikmat masakan. Kaldu berfungsi untuk memperkaya rasa masakan jadi lebih nikmat, termasuk tumisan,” tuturnya.
“Memasak adalah suatu tindakan cinta. Melalui Bumbu Kaldu Sedaap dengan rasa yang meaty dan dengan gurih yang pas, kami harap Chef Mama dapat ciptakan beragam makanan sedaap yang bisa dinikmati sekeluarga dengan praktis dan bebas repot,” ujar Preeti.
Chef Fani memgaku tradisi makan bersama keluarga sudah mendarah daging di keluarganya. “Setiap ulang tahun selalu ada menu tim ayam dengan misoa yang disajikan di meja makan,” tuturnya.
Biasakan Makan Masakan Rumah
Pada kesempatan yang sama, ahli nutrisi dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan konsumsi masakan rumah adalah kebiasaan baik yang harus diterapkan di semua rumah. “Dengan menyiapkan masakan enak di rumah, orang tua bisa memantau makanan yang dikonsumsi buah hatinya dari sisi kualitas dan kuantitas. Makanan yang disajikan pun tentunya lebih sehat, bersih, dan gizinya sudah diperhitungkan,” bebernya.
Rita menyampaikan, sebagian besar anak Indonesia masih kekurangan asupan gizi mikro fosfor, kalsium, vitamin C, vitamin A, zat besi, dan asam folat; serta zat gizi makro protein yang akan mengganggu tumbuh kembang mereka.
Agar anak terhindar dari risiko kekurangan gizi, orang tua dapat mengolah makanan rumah yang lebih enak supaya anak-anak mau makan di rumah. “Caranya dengan meningkatkan cita rasa makanan agar mudah diterima oleh anak-anak,” terang Rita.
Dia menambahkan, dalam mencukupi kebutuhan gizi, para orang tua perlu mengusahakan agar anak-anaknya makan protein 5-7 porsi yang terdiri dari protein hewani dan protein nabati dan dipadukan dengan konsumsi sayur lebih kurang 3 porsi per hari atau setara dengan 300 gram, serta dengan buah dan karbohidrat dalam jumlah yang tepat.
Mayoritas orang Indonesia termasuk anak-anak belum mengonsumsi sayur sesuai kaidah gizi seimbang, karena rasa basa dari sayur yang sulit diterima anak-anak. “Agar anak suka masakan rumah, ibu dapat menyiapkan masakan yang sedap misalnya dengan menambahkan kaldu,” saran Rita.
Rita menekankan, semakin banyak jenis makanan yang dicoba oleh anak, semakin besar kemungkinan mereka mau menyantap makanan yang beragam dari kelima kelompok makanan. “Status gizi anak usia sekolah perlu diperhatikan karena mendukung kemampuan kognitif dan status kesehatan. Frekuensi sakit dari anak yang memiliki gizi baik pun akan berkurang,” tandasnya. (HG)