Hidupgaya.co – Perayaan Natal selalu semarak dan menghadirkan tema yang mewakili momen festive season jelang akhir tahun. Mal Senayan City misalnya untuk Natal dan Tahun Baru (Nataru) hadirkan instalasi kastil megah berbalut salju dan dikelilingi hutan pinus bertema Whimsical Festivity.
Disampaikan General Manager Leasing & Marketing Communication Senayan City Frances Jaclyn Halim, Whimsical Castle merupakan kastil bergaya Eropa dengan menara-menara megah yang tingginya mencapai 16 meter. “Kastil ini akan menjadi latar ragam selebrasi dan kegembiraan Natal dan Tahun Baru di Senayan City,” ujarnya dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.
Jaclyn menambahkan, festive decoration yang tersebar di beberapa area Senayan City membuat suasana Natal makin terasa. “Selain dekorasi, ada berbagai penawaran khusus yang diharapkan bisa menambah kebahagiaan dan kemeriahan Natal,” imbuhnya.
Ada beragam acara yang dihadirkan Senayan City untuk sambut Nataru kali ini, di antaranya penampilan sejumlah musisi seperti Diskoria x Andien, Project Pop, Allan Andersen, KIM dan sebagainya selama 1 Desember 2023 hingga 7 Januari 2024.

“Pengunjung juga bakal dihibur penampilan Christmas Musical by Forever Dance Crew, Christmas String & Harp serta Lounge Music. Lalu ada penampilan Festive Sony Music yaitu Jesenn, Elma Doe dan Mea Shahra di Mal Atrium lantai 1 Senayan City,” tutur Jaclyn.
Hal yang tak boleh dilewatkan adalah momen belanja jelang akhir tahun. Kali ini Senayan City menggelar Festive Midnight Shopping pada 15–16 Desember 2023. “Ada beragam promo menarik dari tenant di Senayan City yang memberikan harga khusus di momen belanja selama dua hari itu, dan parkir gratis,” ujar Jaclyn.
Selain itu ada berbagai penawaran belanja lainnya seperti Festive Offers, Midnight Special Deals, Whimsical Raffle, Magical Hour serta All Day Xtra Gift.
Program menarik lainnya adalah Boxing Day pada 26 Desember 2023. Cukup dengan berbelanja minimum Rp1 juta di tenant non-F&B, pengunjung bisa mendapatkan Senayan City e-voucher senilai Rp100 ribu.
Bagi yang masih asing dengan istilah Boxing Day, ini merujuk pada tradisi di Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya. Tiap 25 Desember 2023 biasanya banyak kaum pekerja yang harus bekerja di hari Natal dan baru keesokan harinya (26 Desember) bisa merayakan suasana Natal. Pada hari itu, para pekerja itu berkesempatan membuka hadiah yang mereka terima dari para bangsawan, tuan tanah, perusahaan, hingga pemilik modal. Hadiah itu biasanya berada dalam kotak (box), sehingga hari tersebut dikenal sebagai Boxing Day.
Tak ketinggalan, untuk menyemarakkan Nataru, pada 6 Desember 2023 sampai 7 Januari 2024 pengunjung juga bisa menyaksikan beragam penampilan seperti Christmas Orchestra dan Musical by Wishn Dewanta Orchestra yang akan membawakan drama musikal bertemakan ‘December Dream’ dengan arahan artistik dari Wisnu Dewanta & BabyArms yang mengangkat cerita dari sebuah keluarga kecil yang memaknai arti sebuah mimpi dan harapan.
Jaclyn optimistis tingkat kunjungan Nataru ke Senayan City tahun ini bakal tinggi. “Kunjungan ke Senayan City meningkat drastis selesai pandemi. Kami banyak melakukan perubahan, bukan hanya program, namun juga fasilitas tujuannya agar konsumen lebih nyaman saat bertemu tatap muka,” urainya.
Menurutnya, pengunjung Senayan City makin mature. “Marketnya makin ke sini makin mature, dengan tingkat belanja yang lebih baik, kemampuan daya beli meningkat,” imbuh Jaclyn.

Bicara tentang perilaku belanja kalangan Milenial dan Gen Z, Prilyanti Maulydia, Department Head of Premium Partnership Bank BNI di kesempatan sama mengatakan segmen itu makin besar di industri kartu kredit. “Segmen Milenial dan Gen Z untuk segmen kartu kredit BNI makin kuat. Ini anak-anak muda yang bertanggung jawab. Bisa bedakan antara kartu kredit dan paylater,” bebernya.
Kartu kredit, sebut Prily, menarik segmen muda karena dianggap praktis. “Kartu kredit punya kemudahan untuk segmen muda, gak riweuh. Di BNI ada BNI Go Digital yang memudahkan proses aplikasi kartu kredit. Data kita keep gak dikasih ke yang lain. Jadi aman dari kebocoran data nasabah,” tutur Prily.
Dia mengingatkan, kartu kredit bukan alat yang bikin konsumtif. “Ini alat pembayaran yang harus kita manage. Harus tanggung jawab dengan pengeluaran kartu kredit,” tandas Prily. (HG)