Hidupgaya.co – Polemik satu harga minyak goreng belakangan menjadi sumber konflik Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dengan pemerintah. Oleh karenanya Presiden Joko Widodo didesak untuk bertindak cepat menyelesaikan persoalan ini.
“Pemerintahan Jokowi harus sebagai pemerintahan yang pro-rakyat harus bertindak cepat. Keguncangan masalah pangan di Indonesia dapat menjadi kendala besar dalam pemilu 2024 yang akan diselenggarakan pada awal tahun 2024 ini,” kata aktivis 98 Barita Ricky Richy, dalam keterangan tulisnya, Kamis (16/11/2023). “Butuh perhatian khusus dan penanganan cepat dari pemerintah agar tidak ada pihak-pihak yang memperkeruh masalah.”
Ricky menambahkan, Jokowi juga harus bertindak tegas dalam polemik satu harga minyak goreng. Menurutnya, utang pemerintah yang tidak terbayar sekitar Rp344 miliar itu dapat menjadi kendala besar dalam menghadapi tantangan kelangkaan bahan pangan tahun 2024. “Kasus Aprindo dan BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) akan mengganggu stabilitas ekonomi dan politik Indonesia dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya. “Jika tidak ditangani segera bisa merembet ke mana-mana.”
Ricky bahkan mendesak Jokowi untuk berani mencopot Airlangga sebagai Menteri Koordinator Perekonomian yang dinilai tidak mampu secara tim menyelesaikan persoalan ini. “Jangan sampai di ujung pemerintahan Jokowi ini meninggalkan kesan buruk bagi rakyat Indonesia,” lanjut Ricky.
Dunia sekarang sedang menghadapi kelangkaan pangan, persoalan pangan dapat memicu gejolak sosial dan revolusi pemerintahan. “Terjadinya peristiwa 98 salah satu penyebabnya adalah langka dan mahalnya bahan pangan, jangan sampai hal itu terjadi karena cost politiknya mahal bagi republik ini,” tandas aktivis itu. (HG)
