Hidupgaya.co – Saat usia bertambah, umumnya circle pertemanan juga akan mengerucut, memilih berteman dengan orang-orang ‘sefrekuensi’. Bertemanlah dengan siapa saja, namun lebih utama menjalin pertemanan dekat dengan orang-orang yang mengajak kebaikan dan ketakwaan kepada Allah SWT.  

Ustadzah Hj. Lissa Malike, Lc menyarankan agar muslimin/muslimah bijak dalam berteman, khususnya dalam lingkaran dekat. “Bukan tergantung banyaknya, tapi pilihlah teman yang berkualitas, mengajak pada kebaikan dan selalu mengingatkan jika kita berbuat salah. Teman yang kita butuhkan adalah yang membantu dan mengingatkan kita untuk lebih dekat dengan Allah SWT,” ujarnya di acara Milad Ukhtina ke-5 yang digelar di Taman Margasatwa Ragunan, Sabtu (11/11/2023).

Ustadzah Lissa menambahkan, milikilah setidaknya 40 teman yang berkualitas. “Minimal 40 teman yang beriman dan bertakwa, tidak menyekutukan Allah. Saat kita meninggal teman-teman inilah yang akan mensholatkan kita dan membantu mendapatkan syafaat,” imbuh Ustadzah yang secara teratur menyampaikan kajian Ukhtina (Ukhuwah Till Jannah), komunitas pengajian yang tidak berafiliasi dengan partai atau kegiatan politik apapun, setiap dua minggu sekali secara hybrid. 

Dia menekankan, saat bertakziah kepada teman atau kerabat yang meninggal sebaiknya jangan hanya bersalaman dengan keluarga atau menyumbang, namun lebih utama ikut mensholatkan jenazah. “Itulah fungsinya memiliki teman-teman yang berkualitas. Jadi milikilah teman-teman ini minimal 40 orang,” beber Ustadzah Lissa.

Kesempatan itu Ustadzah Lissa juga menyoroti kondisi terkini Palestina. Membantu Palestina memperjuangkan tanah air merupakan bagian dari ukhuwah islamiyah, dengan berbagai cara. “Jangan biarkan saudara-saudara kita berjuang sendiri. Kita bantu dengan doa, juga donasi. Banyak warga dan anak-anak Palestina yang membutuhkan bantuan kita. Bela Palestina itu membela Islam,” terang Ketua bidang sosialisasi & edukasi Palestina Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al Aqsha.

Ukhtina sendiri bermakna ikatan persaudaraan sesama muslim yang berlangsung karena Allah, dan dapat terus menjaga ukhuwah hingga kelak bertemu di surga Allah. Adalah Ruth Andriani, pendiri perusahaan humas Cetta Satkaara, yang memfasilitasi pengajian Kamis dua minggu sekali di kediamannya, kawasan Pejaten Pasar Minggu pada 2018. Pengajian yang awalnya diikuti jurnalis perempuan yang ingin meningkatkan pemahaman tentang Islam dan juga keimanan, meluas dan diikuti oleh muslimah praktisi komunikasi, komunitas guru, dan sebagainya yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Milad Ukhtina ke-5 di Taman Margasatwa Ragunan, 11 November 2023 (dok. ist)

“Pengajian Ukhtina ke-5 sebagai ucapan syukur, menjadi bagian dari perjalanan panjang yang telah kita lalui bersama. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat memperkokoh tali silaturahim dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Ruth. 

Dia berharap, kajian Ukhtina dapat memupuk solidaritas dan cita-cita bersama, membangun dan menyebarkan ajaran Islam rahmatan lil alamin. “Juga mengajak dalam hal kebaikan sehingga Ukhtina menjadi wadah yang saling memberikan manfaat bagi sesama,” imbuh Ruth.

Kegiatan kajian Ukhtina diadakan rutin setiap dua pekan sekali bergantian secara tatap muka lewat daring. Karena dilakukan secara hybrid, kajian ini dapat menjangkau anggota yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Materi yang dibahas dalam kajian ini cukup beragam dari mulai tafsir Al Quran, hadits, hingga ilmu fiqih.

Milad Ukhtina ke-5 didukung sejumlah sponsor di antaranya J99 Corp, Penerbit Erlangga, Moorlife, Kalbe, Pondok Indah Group, Logicr, Wings dan Frisian Flag.

Humas J99 Corp Indah Novita berharap kolaborasi ini dapat membawa kebaikan, mempererat tali silaturahmi dan memberi dampak positif yang lebih luas. “Kami memang mencari kajian semacam ini dan berharap bisa memberikan dukungan melalui berbagai merek yang bernaung di bawah J99 Corp di antaranya MS Glow dan Jiwater,” ujarnya. (HG)