Hidupgaya.co – Perusahaan manufaktur skincare dan kosmetik lokal, PT Nose Herbal Indo (Nose) hadir di gelaran pameran industri kecantikan Cosmobeaute Indonesia 2023, berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), 12 – 14 Oktober 2023. Ada hal menarik yang digelar Nose di gelaran ini, yakni untuk kali pertama perusahaan maklon kosmetik itu menggelar beauty seminar bagi calon/para beautypreneur dengan hadirkan narasumber yang mumpuni, yakni Adythia Pratama selaku Guerilla Marketing Strategist, dr. Yessica Tania, seorang Content Creator Skincare & Aesthetic Expert, dan dr. Mario Johan Medical Doctor & Content Creator. 

“Acara seminar ini berlangsung selama dua hari dengan tema berbeda setiap harinya. Pada hari pertama telah berlangsung tema seminar Winning Strategies For Digital Marketing in Beauty Business dan hari kedua berlangsung dua tema How to Build A Successful Beauty Business From Zero, dan Hard Truth In Beauty Business to Create Sustainable and Profitable Brand,” ujar General Manager Marketing PT Nose Herbal Indo, Sri Rahayu Widya Ningrum (Ayu).

Melalui ajang ini, sebut Ayu, Nose ingin membantu beautypreneur dalam mengembangkan bisnis, terutama di dunia digital. “Beauty seminar itu juga bisa menjadi panduan bagi para beautypreneur yang masih bingung brand-nya mau dibawa ke mana atau cara mengiklankan produk yang efektif seperti apa,” terangnya.

Sebagai konsultan bisnis, Adythia mengakui Nose merupakan pejuang lokal, sebagai perusahaan maklon paling besar di Indonesia. “Bayangkan, Nose punya hingga 40 orang di bagian riset dan pengembangan. Ini nggak main-main loh. Selain itu portofolio klien yang telah mempercayakan produknya dibuat di Nose juga sudah banyak dan merupakan brand besar,” ujarnya di acara seminar Winning Strategies For Digital Marketing in Beauty Business di JCC, Jumat (13/10/2023).

Booth Nose di Cosmobeaute Indonesia 2023 di JCC (dok. Hidupgaya.co)

Adythia menambahkan, bagi beautypreneur yang hendak memulai maklon skincare dan kosmetik, harus jeli dalam meneropong kekuatan tim Research & Development. “Harus punya maklon yang punya R&D kuat karena itu sebagai pembeda untuk produk kita,” bebernya.

Adythia mengingatkan, guna memenangkan pasar, beautypreneur atau beauty owner lokal harus melakukan kolaborasi. “Nggak zaman lagi kompetisi. Sekarang zamannya kolaborasi. Ini penting untuk memenangkan pasar lokal agar tidak tergerus produk luar. Jangan takut, pasar lokal untuk kosmetik itu masih besar,” bebernya.

Dia mendorong pemilik bisnis lokal untuk bersama-sama membangun pasar dalam negeri.  “Bareng-bareng membangun pasar. Fokusnya ke R&D different, bukan lagi perang harga. Dengan itu maka akan diperoleh produk-produk yang cocok dan berkualitas bukan hanya sekadar murah,” ungkap Adythia yang fokus pada bisnis konsultan klinik kecantikan.

Kesempatan sama, Dokter Mario Johan mengatakan membangun bisnis skincare masih relevan di masa sekarang. “Masih relevan kok punya bisnis skincare sekarang. Mungkin memang tidak semudah semudah 2-3 tahun lalu karena memang sudah oversaturated. Kabar baiknya market share skincare di Indonesia masih besar. Masalahnya, banyak brand kosmetik di Indonesia saat ini tidak punya selling proposition yang bagus,” ujarnya.

Dia menambahkan, bisnis skincare sejatinya sebuah anomali. Meskipun sedang resesi dan perang, bisnis skincare relatif bertahan.

Lebih lanjut Dokter Johan memaparkan, keunikan menjadi kekuatan dalam produk skincare agar bisa berkembang. Namun dia tak memungkiri, meskipun tidak memiliki keunikan, penjualan produk skincare di daerah masih baik. “Tapi jika tak memiliki keunikan, sulit bagi produk kosmetik bersaing di kota besar yang tingkat persaingan bisnis memang sudah ketat,” imbuhnya.

Dokter Yessica Tania sepakat bahwa keunikan sebuah produk itu penting. “Konsumen akan cari keunikan suatu produk. Misalnya produk A dan B serta C sama, konsumen akan bingung mau pilih yang mana. Itulah pentingnya unique selling point,” tandasnya.

Misalnya untuk membuat produk pelembab, pemilik bisnis harus melakukan riset konsumen. “Masyarakat yang tinggal di wilayah tropis akan lebih menyukai pelembab yang ringan, tidak lengket. Mereka akan pilih gel ketimbang bentuk krim,” terang Dokter Yessica.

Zona Experience di Booth Nose

Keseruan di Cosmobeaute 2023 tidak hanya sebatas seminar saja, tetapi juga dengan hadirkan Zona Experience di booth Nose. Ayu mengatakan, mengusung tema “Into The Wild: Your Journey to Radiant Beauty” Nose mengajak para pengunjung berkeliling dunia mengunjungi delapan negara sekaligus yaitu, Prancis, Turki, Jepang, Maroko, Italia, Spanyol, Yunani dan Indonesia.

Beauty seminar Winning Strategies For Digital Marketing in Beauty Business (dok. Hidupgaya.co)

Pengunjung yang datang ke booth Nose tidak hanya dapat mencium aroma ciri khas setiap negara, tetapi juga dapat mendengarkan musik-musik yang mempresentasikan delapan negara tersebut. Setelah berkeliling, pengunjung bisa langsung memilih aroma wewangian apa yang mereka suka kemudian tim Research & Development akan membagikannya dalam bentuk sampel parfum.

Setelah mendapatkan sampel parfum para pengunjung juga bisa berdiskusi tentang inovasi produk kepada tim Marketing & Product Development. Karena tahun ini Nose menyuguhkan berbagai inovasi produk dengan formula-formula baru yang lebih berkembang dari tahun sebelumnya. “Nose juga memasukkan kategori-kategori lainnya seperti Baby Care dan beberapa varian Hair Care,” imbuh Ayu.

Tidak hanya promo yang akan didapat, tim Marketing & Development Nose juga memberikan Support Beauty Trend 2023 dan Nose Suggestion Product untuk 2024 mencakup Face Care Indonesian Trend, Hair Care Indonesian Trend, Baby Care Indonesian Trend, Indonesia Body Care Trends, dan Indonesia Fragrance Trends. (HG)