Hidupgaya.co – Tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan menghasilkan devisa. Promosi berkesinambungan perlu dilakukan di mancanegara untuk menunjukkan potensi tersebut. Menjawab hal ini, Threads of Indonesia digelar untuk mempromosikan tekstil dan produk tekstil Indonesia khususnya di pasar Afrika Selatan. 

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Afrika Selatan Saud Krisnawan mengatakan saat ini Indonesia merupakan produsen tekstil terbesar keenam di dunia dan menargetkan posisi kelima terbesar di dunia pada 2030. “Banyak merek internasional yang mempercayakan produksi produk mereka di pabrik-pabrik di Indonesia, termasuk 35 negara yang memproduksi pakaian militer mereka di Indonesia,” ujarnya. 

Karya desainer Indonesia usung tenun Tidore dan batik di ajang Threads of Indonesia (dok. ist)

Selain itu, mulai banyak juga jenama asli Indonesia yang merambah pasar internasional. Sayangnya, meskipun memiliki kapabilitas yang tinggi, Indonesia bahkan tidak termasuk dalam 10 besar pemasok CTFL (Clothing, Textile, Footwear, and Leather) ke Afrika Selatan. “Sebab itulah kami menginisiasi Threads of Indonesia untuk mempromosikan TPT Indonesia ke pasar Afrika Selatan,” tutur Saud.

Gelaran Threads of Indonesia terdiri atas serangkaian kegiatan yang puncaknya dilaksanakan di Cape Town pada 11-13 September 2023 berupa fashion show, business matching, talk show, serta market dan company visit.

Bertempat di Hotel Mount Nelson, sebuah hotel legendaris di Cape Town, kegiatan fashion show dan business matching Threads of Indonesia menampilkan karya dua desainer Indonesia, Anita Gathmir dan Jessica Febiani, yang menggunakan wastra Indonesia sebagai material dasarnya. 

Anita Gathmir, pemilik merek Puta Dino Kayangan, atas dukungan Bank Indonesia menampilkan koleksi berbahan dasar tenun Tidore yang diberi nama Motif Tuan Guru. “Untuk acara ini koleksi yang saya tampilkan mengambil tema Perjalanan Tuan Guru dalam balutan tenun Tidore. Selain baju wanita, saya juga mendesain kemeja modifikasi koko. Ini selaras dengan tema yang bercerita tentang perjalanan Tuan Guru menyebarkan Islam di Cape Town,” terangnya kepada Hidupgaya.co

Anita mengaku mengerjakan koleksi tersebut selama dua bulan, menggunakan materi bahan dari Rumah Tenun Tidore. “Tenun Tidore itu sudah hilang 100 tahun. Dicari dan dibuat kembali dari nol. Kami dibantu BI (Bank Indonesia) dan UI (Universitas Indonesia) untuk program revitalisasi ini,” tuturnya.

Koleksi busana karya Anita menggunakan tenun Tidore tersedia di Rumah Tenun dan Fola Barakati di Jakarta dengan kisaran harga Rp800 ribu hingga Rp4 juta.

Sementara, Jessica Febiani, pemilik merek Jessica Moretosee, menggunakan bahan dasar kain batik untuk koleksi busana bertajuk Act Globally-Love Locally

Threads of Indonesia memang sengaja digelar karena adanya potensi yang besar di pasar Afrika, khususnya Afrika Selatan. Acara itu berlangsung berkat kolaborasi KBRI Pretoria dengan KJRI Cape Town dan ITPC Johannesburg serta didukung oleh Indonesia Eximbank, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Mandiri.

Kiba Bam dari TFG, perusahaan retail terbesar di Afrika Selatan, menyampaikan selamat kepada Indonesia atas penyelenggaraan Threads of Indonesia. “KBRI Pretoria dengan TFG pernah berkolaborasi sebelumnya dan menghasilkan karya yang sukses. TFG akan menjajaki pembuatan batik yang berkelanjutan dengan produsen batik di Indonesia,” ujar Kiba.

Karya desainer Indonesia di ajang Threads of Indonesia (dok. ist)

Tahun lalu, KBRI Pretoria dan ITPC Johannesburg bersama dengan TFG membuat film fashion bertajuk Stories of Hope yang menampilkan karya kolaboratif para desainer muda Indonesia dan Afrika Selatan yang secara kreatif menggabungkan kain batik dengan kain shweshwe khas Afrika Selatan.

Kegiatan Threads of Indonesia ditutup dengan business matching yang dilaksanakan secara hybrid. Selain dua desainer yang hadir langsung di Cape Town, buyers juga bertemu dengan 29 supplier Indonesia lainnya secara virtual. Para pemasok asal Indonesia yang tidak bisa hadir langsung di Cape Town telah mengirimkan sampel produk mereka untuk dilihat oleh calon pembeli. Sejumlah potensi transaksi berhasil dihasilkan dari business matching tersebut. (HG)