Hidupgaya.co – Susu merupakan produk protein hewani bergizi lengkap, dan baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Meski cenderung membaik tiap tahunnya, tingkat konsumsi susu di Indonesia masih rendah (16,27 kg per kapita per tahun) dan tertinggal dari negara-negara tetangga. 

Disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, konsumsi protein perkapita masyarakat Indonesia sudah di atas standar nasional yaitu 62,2 gram dari standar nasional 57. “Tetapi konsumsi sumber protein hewani, salah satunya susu dan produk olahannya masih rendah,” ujar Menkes dalam sambutannya memperingati Hari Susu Sedunia yang digelar Greenfields Indonesia di Malang, Jawa Timur, baru-baru ini.

Budi menambahkan, konsumsi susu dapat meningkatkan kecukupan gizi, karena protein hewani itu mengandung kalsium, serta vitamin dan mineral yang banyak dibutuhkan oleh tubuh serta memperkuat sistem imunitas. 

Kesempatan sama, CEO Greenfields Indonesia Andre Rompis menegaskan komitmennya memenuhi kebutuhan protein masyarakat Indonesia dengan menyediakan produk susu berkualitas. Dia mengatakan Greenfields Indonesia bermula dari bisnis peternakan yang didirikan oleh para profesional di bidang agrobisnis pada 1997. Dengan demikian pihaknya sangat memahami pentingnya mengelola dan menjaga kenyamanan seluruh sapi yang saat ini berjumlah lebih dari 19.000 ekor, dari jenis Holstein dan Jersey. 

“Kami menjalankan Greenfields Farming Philosophy, yakni best practice dairy farming management yang menjamin baiknya kuantitas dan kualitas produk mulai dari peternakan, proses produksi hingga tiba di tangan konsumen,” terang Andre.

Peternakan sapi Greenfields Indonesia menghasilkan sapi-sapi bahagia (dok. ist)

Dia menyampaikan, Konsistensi dari komitmen tersebut melahirkan happy cows yang memiliki produktivitas tinggi, mencapai hingga 34 liter per sapi, atau hampir tiga kali lipat dari rata-rata produktivitas sapi dari peternakan lain. Rata-rata produksi susu sapi segar Greenfields Indonesia tiap tahun mencapai hingga 97 ribu ton atau kurang lebih 10% dari total produksi SSDN 2022.

Selain itu, Greenfields menerapkan biosecurity yang ketat, sapi-sapi di kedua peternakan Greenfields Indonesia dapat terhindar dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Head of Dairy Farm Development & Sustainability, Government, Environment and Safety Farm Greenfields Indonesia Heru Setyo Prabowo mengatakan  upaya pelestarian lingkungan juga dilakukan Greenfields, di antaranya memanfaatkan solar panel sebagai tambahan pasokan energi, menggunakan konsep kandang terbuka dengan sirkulasi udara yang baik agar tidak menciptakan gas rumah kaca. “Air bekas pembersihan kandang kami olah agar bisa digunakan untuk pembersihan selanjutnya, hingga melakukan pengolahan kotoran sapi menjadi listrik biogas dan juga pupuk,” terangnya.

Tak lupa, untuk pemberdayaan masyarakat dan mewujudkan ekonomi sirkular, Greenfields telah melaksanakan berbagai program, salah satu yang banyak diminati adalah Kemitraan Sapi Perah Greenfields (KSG) yang telah berjalan hampir 16 tahun. Dari 220 mitra peternaknya, rata-rata KSG menghasilkan 15 ton susu per hari atau setara Rp108 juta per hari. 

“Selain itu, kami juga membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menyediakan pakan bagi seluruh sapi kami. Setiap tahunnya transaksi untuk kebutuhan rumput odot mencapai Rp7,5 miliar sedangkan tebon jagung mencapai lebih dari Rp100 miliar,” pungkas Heru. (HG)